
Infeksi dengan porcine enterovirus sangat banyak ditemukan. Bila sampel tinja dari babi yang berumur 5-10 minggu diperiksa maka persentasi isolasi yang positif berkisar di antara 10-15%. Juga galur-galur yang virulen lebih banyak menyebabkan gejala-gejala subklinis daripada yang klinis jelas terlihat. Infeksi diduga terjadi terutama per os, tetapi juga melalui jalan pernafasan. Antibodi maternal diduga memberikan proteksi; hal ini dapat menerangkan isolasi virus yang banyak kali positif dari anak babi sehat yang baru disapih dan mungkin juga dapat menjelaskan terdapat nya penyakit Teschen secara tersendiri dalam daerah enzootis.
Babi terhama sudah dapat mengeluarkan banyak virus dalam waktu inkubasi, terutama lewat tinja. Penyebaran virus lewat tin ja lambat-laun berkurang akan tetapi dapat berlangsung 6 8 minggu. Babi yang divaksinasi dan yang sembuh sesudah terhama dengan galur virulen umumnya terlindung terhadap encephalomyelitis, akan tetapi sesudah re-infeksi virus masih dapat berreplikasi dalam ususnya dan dikeluarkan melalui faeces.
Dikira bahwa sesudah infeksi primer dan berat jangka ekskresi kedua lebih pendek dan virus yang dikeluarkan lebih kurang. Selain babi hidup juga daging babi terhama, air cuci rumah-rumah potong yang terinfeksi, tetapi juga manusia dapat memegang peranan sebagai penyebar virus pasif.
Referensi: Ressang, AA. 1986. Penyakit Viral Pada Hewan. Jakarta: UI-Press.