Keunggulannya antara lain :
* Meningkatkan angka kelahiran sapi, sehingga Jumlah atau populasi ternak terutama sapi lebih cepat berkembang.
* Memperbaiki kualitas genetik (perbaikan secara kualitatif dari sapi lokal).
* Penghematan dalam penggunaan pejantan pemacek.
* Terbukanya kesempatan untuk menggunakan bibit pejantan unggul secara lebih luas dan dalam jangka waktu yang lebih lama.
* Menghemat biaya pemeliharaan ternak jantan.
* Bisa mengatur jarak kelahiran ternak dengan baik.
* Mencegah terjadinya kawin sedarah pada sapi betina (inbreeding).
* Semen beku masih bisa dipakai untuk beberapa tahun, sekalipun pejantannya telah mati.
* Menghindari kecelakaan yang terjadi pada saat perkawinan karena pejantan terlalu besar.
* Menghindari ternak dari penularan penyakit karena hubungan intim.
Untuk kelemahan antara lain :
* Apabila identifikasi birahi (estrus) dan waktu pelaksanaan IB tidak tepat maka tidak akan terjadi terjadi kebuntingan;
* Akan terjadi kesulitan kelahiran (distokia), apabila semen beku yang digunakan berasal dari pejantan dengan breed / turunan yang besar dan diinseminasikan pada sapi betina keturunan / breed kecil;
* Bisa terjadi kawin sedarah (inbreeding) apabila menggunakan semen beku dari pejantan yang sama dalam jangka waktu yang lama;
* Dapat menyebabkan menurunnya sifat-sifat genetik yang jelek apabila pejantan donor tidak dipantau sifat genetiknya dengan baik (tidak melalui suatu progeny test).