Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bagaimana hewan bisa terkena penyakit cacar sapi?

MI Miska Nourma 9 years ago

Cacar sapi yang juga dinamakan cowpox ialah penyakit kulit ambing dan puting susu pada sapi yang disertai pembentukan cacar.

ibr|320x273

21

Sindrom cacar sapi sudah dikenal sejak berabad-abad yang lampau. Dalam tahun 1796 Jenner mempergunakan virus cacar sapi untuk memvaksinasi seorang anak melawan variola (pox). Ia memakai material dari seorang pemerah susu yang menulari diri sewaktu memerah. Agen yang dipergunakan untuk memvaksinasi manusia baru dalam tahun limapuluhan dapat didiferensiasi dari virus cowpox tulen. Virus cacar sapi asli ini hanya secara sporadis ditemukan.

Cacar sapi boleh dikatakan tersebar di seluruh dunia di mana sapi dipelihara. Arti ekonomis yang diakibatkannya adalah bahwa pada perusahaan yang terhama sapi-sapi yang memperlihatkan kelainan ini, sulit diperah. Di samping itu infeksi pada manusia sangat mengganggu dan mengandung risiko teriadinya komplikasi.

Sindrom cacar pada sapi dapat disebabkan oleh dua virus cacar yang berlainan yakni virus vakcinia dan virus cacar sapi. Kedua-duanya tergolong dalam genus Orthopox virus. Virus vakcinia ialah agens yang dipergunakan untuk menvaksinasi manusia melawan variola. Asal virus ini tidak jelas; ia dikira diisolasi dari ambing sapi tetapi hal ini tidak dapat dipastikan. Pada masa ini diketahui bahwa cacar sapi sebenarnya disebabkan oleh virus cowpox yang sangat erat relasinya dengan virus vakcinia.

Biakan dalam telur bertunas:
Virus cacar sapi dan vakcinia membentuk cacar bila disuntikkan pada chorio-alantois-membrane (CAM) ayam bertunas. Cacar (pox) ini dapat dihitung sesudah 2-3 hari. Inokulasi telur ini mungkin merupakan suatu metode yang kurang sensitif bila dibandingkan dengan teknik inokulasi biakan sel.
Virus vakcinia menyolok oleh karena bentuk cacar relatif lebih besar dan berwarna putih jelas disebabkan oleh nekrosa jaringan. Bila dari cacar CAM dibikin sediaan mikroskopis maka di bawah mikroskop terlihat badan-badan inklusi sitoplasmatis. Pada cacar sapi badan-badan ini ditemukan dalam sitoplasma epitel dan fibroblas; badan inklusi cacar sapi umumnya lebih besar, lebih padat dan lebih kurang bergranulasi dibandingkan dengan inclusion body virus vakcinia yang akhir ini hanya ditemukan dalam sel-sel epitel.

Biakan sel:
Virus cowpox dan vakcinia tumbuh dan berkembang biak dalam bermacam-macam biakan sel. Disangka bahwa virus cacar sapi terutama cocok hidup dalam sel-sel testes anak sapi. Jenis sel ini banyak dipergunakan guna isolasi. Degenerasi sel-sel (CPE) didahului oleh pembentukan sinsicia dan badan-badan inklusi sitoplasmatis

Sumber: Ressang, AA. 1986. Penyakit Viral Pada Hewan. Jakarta: UI-Press.

cinemaxx-logo|200x150