Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bagaimana gejala klinis yang diderita jika babi menderita Pes Babi?

MI Miska Nourma 9 years ago

Apakah babi yang menderita memperlihatkan tanda-tanda yang mengindikasikan bahwa babi menderita Pes Babi? Bagaimana gejalanya?

pes babi|320x189

20

babi sakit|500x332

Berbagai galur VPB dapat sangat berbeda virulensinya. Semua babi tanpa pandang umur peka terhadap VPB yang virulen. Babi yang tertular dengan virus demikian memperlihatkan 28 hari sesudah infeksi gejala-gejala depresi (lesu); jangka inkubasi ini bergantung pada dosis virus dan cara penularan. Suhu badan secara cepat naik hingga 42 derajat Celcius. Babi kehilangan napsu makan dan tinggal berbaring saja. Demam disertai lekopeni ringan hingga sangat menyolok; dalam darah tepi terlihat pergeseran kiri disertai limfositosis relatif dan pengurangan sel-sel eosinofil dan monosit. Analisis darah dapat menjadi normal dalam beberapa hari akan tetapi umumnya lekopeni tidak berubah atau berkurang.

Hewan yang sakit juga memperlihatkan konjunktivitis dan leleran hidung. Pada awal penyakit sering ada konstipasi yang kemudian diikuti oleh diare berair. Babi berjalan terhuyung-huyung dan tungkai belakang rupanya lemah. Kulit yang mula-mula pucat, kemudian berlebam-lebam atau berwarna kebiru-biruan (cyanotis).

Pada taraf terminal sering terlihat pendarahan dan nekrosa kulit pada telinga dan ekor. Juga serangan -serangan kekejangan dapat terlihat pada tingkat akhir penyakit. Angka morbiditas tinggi. Jumlah babi yang tidak mati sesudah tertular dengan galur VPB yang virulen rendah sekali. Sekali-kali kelihatan kematian perakut, tetapi kebanyakan hewan mati dalam minggu kedua atau ketiga sesudah infeksi. Secara perkecualian jalan penyakit menjadi mena dan babi hidup beberapa minggu. Bila babi ter hama oleh galur virus yang tidak begitu virulen maka waktu inkubasi lebih panjang dan penyakit tersebar secara lambat dalam suatu kelompok.

Beberapa hewan mengalami infeksi subklinis, dengan gejala penyakit yang tidak begitu jelas akan tetapi umumnya ber sifat sementara, yaitu demam, kehilangan napsu makan, sedikit diare. Bila yang akhir ini berlangsung cukup lama dan tidak dapat dihilangkan dengan pengobatan, apalagi bila babi itu kurus, maka kemungkinan adanya penyakit ini hendaknya dipertimbangkan.

Pada perusahaan tertular penyakit biasanya berlangsung menahun dan hanya babi-babi muda menjadi korban. Gejala pes babi demikian dapat pula dikaburkan oleh infeksi kuman-kuman sekunder. Daya resistensi babi biasanya menurun dan pada seksi sering terlihat pnemoni. Infeksi dengan salmonella sering terlihat. Penularan VPB pada babi bunting menimbulkan gejala khas.

Virus virulen pada babi bunting menimbulkan gejala yang menyerupai tanda-tanda klinis pada babi lain yang peka. Bila babi bunting ditulari oleh galur yang sedikit virulen maka infeksi berjalan tanpa gejala atau dengan gejala yang ringan. Akan tetapi anak babi dalam kandungan dapat terhama dan digugurkan; atau waktu bunting menjadi panjang. Babi yang dilahirkan biasanya lebih kecil; disamping anak dilahirkan anak-anak babi yang kelihatan sehat dapat dilahirkan tetapi yang sering ditemukan ialah anak babi yang basah (edema subkutan) salah bentuk kongenital atau anak babi tak berbulu. Anak babi yang lahir hidup sering gemetar. Sebagian anak babi mati sesudah beberapa hari, sebagian menyembuh atau tidak sekali-kali memperlihatkan gejala penyakit dan tumbuh secara normal. Hewan akhir ini dapat menjadi pembawa virus permanen. Kelainan pada turunan ini juga ditemukan viral lain umpamanya pada virus diare sapi dan infeksi dengan rubella pada manusia (keduanya tergolong dalam togavirus).

Referensi: Ressang, AA. 1986. Penyakit Viral Pada Hewan. Jakarta: UI-Press.