Sekali-kali infeksi disebabkan oleh sapi baru dibeli yang menderita infeksi. Kadang-kadang didengar bahwa penyakit ditimbulkan oleh orang yang baru divaksinasi terhadap cacar dan berkontak dengan sapi: hal ini jarang sekali terjadi apalagi kini vaksinasi terhadap cacar pada manusia tidak dilakukan lagi. Dalam kasus pertama ialah virus cowpox dan dalam kasus kedua virus vakcinia merupakan agen penyebab.
Jangka inkubasi pada cacar sapi dikira 2-7 hari. Hewan yang terhama sekali-kali memperlihatkan gejala-gejala klinis awal yang ringan. Sacara sporadis terlihat pada infeksi dengan virus cowpox generalisasi dan hewan yang terkena sakit parah dan membentuk cacar di seluruh badan. Pembentukan cacar mulai dengan kemerahan setempat (maculae) sedangkan kulit pada tempat itu sedikit membengkak karena edema dan nyeri bila disentuh.
Sesudah itu terbentuk satu atau lebih benjolan-benjolan (papulae); benjolan-benjolan ini berubah menjadi lepuh dengan isi yang jernih. Isi ini kemudian menjadi keruh dan pada puncak lepuh terbentuk lekukan oleh karena lepuh menjadi kering. Stadium akhir ialah pembentukan keropeng. Cacar cacar individual dapat berkonfluasi menjadi defek-defek yang lebih besar dan berdiameter beberapa cm. Oleh karena perubahan-perubahan pada puting maka sapi sangat sulit untuk diperah. Luka-luka merupakan gerbang infeksi kuman-kuman dan dapat menimbulkan mastitis. Jalan penyakit berlangsung satu sampai tiga minggu. Umumnya penyakit bersifat tenang bila tidak ada komplikasi.
Sumber: Ressang, AA. 1986. Penyakit Viral Pada Hewan. Jakarta: UI-Press.