Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bagaimana gejala klinis penyakit Aspergillosis pada hewan?

RI Rina Wijaya 9 years ago

Pulmonary_aspergillosis_(1)_invasive_type|600x452

Aspergillosis merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh jamur jenis Aspergillus fumigatus yang menyerang organ pernafasan melalui lubang hidung dan bisa mengakibatkan infeksi ikutan oleh bakteri pembusuk bila tidak segera dilakukan pengobatan.

18

WMN_27003|459x344

Aspergilosis adalah berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh jamur dari genus Aspergillus. Penyakit ini menyebar akibat spora jamur Aspergilus di udara bebas. Kelainan yang disebabkan penyakit ini antara lain: aspergilosis paru yang menimbulkan kelainan seperti asma bronkial akibat alergi terhadap jamur yang berada di paru, otomycosis yang sering disertai infeksi bakteri, kelainan akibat otomycosis seperti keluhan gatal pada liang telinga, nyeri, dan kadang bernanah, dan onychomycosis yang menyebabkan kelainan pada kuku.

Dalam bentuk akut, Aspergillosis menyebabkan hewan tidak nafsu makan, kelihatan mengantuk, kadang membuka mulut karena kesukaran bernapas, bahkan bisa timbul kejang. Apabila cendawan menginfeksi otak, dapat menimbulkan tanda kelumpuhan dan gangguan syaraf yang lain. Jika terjadi infeksi pada mata biasanya bersebelahan (tidak selalu kedua mata terserang). Pada hewan menyusui biasanya timbul gejala radang paru dengan temperatur tinggi, batuk, bersin, pada sapi dapat pula terjadi pada bulan ke 3-8 kebuntingan. Kurang lebih 60 % dari kasus aspergillosis menimbulkan retensi plasenta. Pada kuda kadang timbul keguguran, sedangkan pada anak kuda telah dilaporkan terjadinya diare karena aspergillosis. Pada anjing dapat terjadi epistaksis, bersin, keluar lendir dari hidung, sakit dan bengkak pada daerah maxilla.