Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bagaimana gejala hewan Anjing yang terjangkit oleh virus Rabies?

AU Aulia Rizky 9 years ago

Rabies yang dikenal sebagai Lysaa, Tollwut, Rage dan Hydrophobia ialah infeksi viral dan akut pada susunan saraf yang klinis ditandai dengan kelumpuhan yang progresif dan berakhir dengan kematian

16

Pada jenis hewan ini dikenal bentuk rabies ganas (furious) dan rabies tenang. Kedua bentuk ini dapat bercampur. Pada rabies ganas dikenal beberapa taraf, berturut-turut:
1. Taraf prodromal atau melankolik.
2. Taraf kegeraman atau eksitasi.
3. Taraf paralitis.
Pada rabies tenang biasanya tingkat kegeraman tidak ter lihat dan stadium melankolik langsung diikuti oleh kelumpuhan.

Taraf Melankolik
Dalam stadium ini anjing secara psikis tidak normal. Anjing yang biasanya gembira menjadi pendiam, bersifat sentimentil berlebihan dan menyembunyikan diri di tempat-tempat sunyi. Sebaliknya anjing yang biasanya tenang sekarang menjadi gelisah lari kian kemari, tidak dapat lama berdiam di satu tempat; anjing sering mencari tempat lain untuk berbaring. Mungkin sekali anjing yang sakit itu berhalusinasi tanpa ada sebab; mereka tiba- tiba mengusir lalat yang tidak ada. Hewan demikian biasanya lekas marah dan tiba-tiba dapat menggigit bila terkejut atau di ganggu. Sinar atau suara yang tiba-tiba merangsang hewan dapat menimbulkan kekejangan otot; dispnu terjadi bila ada spasmus otot diafragma. Manik mata biasanya berbeda besar. Anjing sering menjilat-jilat, menggigit atau mengerat tempat gigitan dan sekali-kali sangat merusak jaringan setempat.
Dalam keadaan ini diagnosis banding dengan penyakit Aujeszky harus diperhatikan. Anjing menolak makanan normal akan tetapi menelan berbagai benda-benda asing. Penelanan semakin menjadi sulit karena kelumpuhan otot leher dan hewan mengeluarkan air liur secara berlebihan. Defekasi dan pengeluaran urin biasanya sulit. Libido dapat bertambah.

Taraf Eksitasi
Sesudah stadium melankolis maka gejala klinis dapat berubah dalam setengah hari sampai tiga hari; gejala iritasi berubah menjadi kegeraman. Hewan menggigit semua barang yang ada di dekat nya, merobek apa yang dapat disobek dan menelan kayu, kain dan sebagainya
Hewan mencoba membebaskan diri dan berkeliaran ke mana-mana. Sewaktu melepaskan diri anjing dapat demikian hebat menggigit, sehingga gigi dan sekali-kali malahan tulang rahangnya patah. Bila anjing dapat membebaskan diri maka anjing dapat berkelana jauh sekali dan biasanya tidak kembali ke tempat asal nya. Gejala-gejala eksitasi ini biasanya bertukar dengan masa depresi dan kelelahan; lambat-laun terlihat stadium paralitis.
Dalam stadium eksitasi anjing gila menjadi agresif terhadap anjing lain tanpa ada sebab. Bila terjadi perkelahian biasanya anjing normal menggonggong dan berdengung akan tetapi gila biasanya berkelahi secara diam. Manusia biasanya tidak secara spontan diserang hanya bila anjing merasa terancam atau marah Suara yang berlainan dan parau disebabkan oleh kelumpuhan otot-otot kerongkongan

Taraf Paralitis
Stadium ini ditandai oleh kelumpuhan, umpamanya rahang bawah layuh dan mulut tidak bisa ditutup; di samping itu kelumpuhan membrana nictitans beserta otot-otot mata sehingga hewan itu juling. Akhirnya hewan menjadi apatis dan meninggal karena kelumpuhan otot pernafasan. Rupanya rabies pada anjing secara terkecuali dapat menyembuh.
Bila anjing dicurigai menderita rabies, maka anjing demikian janganlah dipegang. Dalam banyak hal gejala klinis tidak lengkap; dalam 20% kejadian stadium eksitasi atau tidak terlihat atau sangat pendek dan stadium paralitis mulai terlihat tanpa gejala-gejala yang mendahuluinya. Di negara di mana rabies sudah lama dikenal maka tiap-tiap gigitan anjing harus dicurigai dan orang yang digigit harus dirawat menurut petunjuk WHO (ihat hlm 255).