Ayam bersifat lebih resistan terhadap Toxoplasma sp., walaupun infeksi alami maupun infeksi buatan telah dilaporkan pada jenis unggas tersebut.
Gejala yang terlihat pada ayam, meliputi anoreksia, emasiasi, jengger mengerut dan pucat, penurunan produksi telur, feses berwarna keputih-putihan, diare, inkoordinasi, ataksia, gemetar, opistotonos, tortikolis, dan kebutaan. Pada letupan penyakit yang cepat, maka hampir semua ayam dalam flok akan terinfeksi dan kematian dapat mencapai 50%. Beberapa ahli melaporkan bahwa infeksi Toxoplasma gondii pada kalkun dan itik bersifat ringan dan pada umumnya tidak teramati
Kemoterapi biasanya digunakan untuk menekan proliferasi protozoa tersebut sampai terbentuk antibodi. Pengobatan toksoplasmosis pada unggas, termasuk ayam belum pernah dilakukan. Pada manusia dan hewan per cobaan, biasanya diobati dengan kombinasi sulfadiazin dan pirimetamin yang bekerja secara sinergistik. Sulfamerazin dan triple sulfonamida juga dipergunakan untuk mengobati penyakit tersebut. Obat lain yang dapat meng- hambat Toroplasma gondii adalah spiramisin, tetrasiklin, dan klindamisin.