Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bagaimana gejala dan cara pencegahan penyakit Nematodosis?

RI Rina Wijaya 9 years ago

image|343x147

Penyakit ini menyebar luas dan banyak terjadi di seluruh dunia termasuk Indonesia. Disebabkan oleh cacing Ascaris vitulorum, Bunostomum sp., Oesophagustomum sp., Haemonchus sp., Trichostrongylus sp., Ostertagia sp., Cooperia sp., Nematodirus sp.

34

image|318x230

Penyakit ini menyebar luas dan banyak terjadi di seluruh dunia termasuk Indonesia. Disebabkan oleh cacing Ascaris vitulorum, Bunostomum sp., Oesophagustomum sp., Haemonchus sp., Trichostrongylus sp., Ostertagia sp., Cooperia sp., Nematodirus sp. Penularan terjadi bila telur-telur infekstif atau larva cacing tertelan atau dapat juga melalui kolostrum. Dapat juga larva cacing infektif menembus kulit.

Gejala:
Hewan menunjukkan bottle jaw yang merupakan edema di bawah rahang. Hewan lesu, bulu rambut kasar, anemis, diare, kurus. Gejala anemia, hidremia dapat dikelirukan dengan penyakit lain seperti gangguan nutrisi. Gejala diare juga dapat dikelirukan dengan serangan coccidiosis dan penyakit bakteri yang lain. Diagnosis ditegakkan dengan uji native atau apung dari sample feses.

Pengobatan, Pengendalian dan Pencegahan:
Untuk mengatasi nematodosis dapat menggunakan Levamisol, Fenbendazole atau Albendazole. Dapat juga menggunakan Ivermectin. Dosis Levamisol adalah 7,5 mg/kgBB untuk ruminansia, sedangkan Ivermectin menggunakn dosis 200 μg/kg secara subkutan.
Pemisahan ternak muda dan dewasa membantu dalam mencegah penyebaran helminthiasis. Hindari kepadatan yang berlebihan karena meningkatkan risiko terjadinya infestasi parasit. Hindari juga mengambil rumput atau menggembalakan pada pagi hari, karena umumnya larva larva cacing akan berada di ujung rumput pada pagi hari.