Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bagaimana dampak virus parainfluenza-3 terhadap kesehatan hewan?

MI Miska Nourma 9 years ago

Virus Parainfluenza-3 (PI-3) adalah salah satu anggota genus Paramyxovirus dalam keluarga Paramyxoviridae.

images|169x186

17

Virus parainfluenza-3 adalah virus RNA. Kini telah dikenal virus parainfluenza 1 hingga 5, namun hanya virus PI-3 yang dipandang sebagai patogen dan penting pada hewan. Virus Newscatle disease dan virus Sendai juga termasuk kelompok Paramyxovirus.

Virus PI-3 dapat menulari beberapa jenis hewan seperti sapi, domba, kerbau, kuda, dan rusa. Di negara yang melakukan survei serologis ditemukan derajat infeksi tinggi pada sapi dan domba. Hewan yang paling rentan ialan anak-anak sapi dan domba yang tidak memiliki antibodi maternal. Infeksi sapi dan domba oleh virus PI-3 menyebabkan pnemoni ringan rinitis dan demam bahkan ada sebagian besar kasus yang tidak memperlihatkan tanda-tanda klinis sama sekali. Walaupun demikian, apabila infeksi disertai komplikasi oleh agen patogen lain, akan terjadi penyakit yang lebih parah.

Terkadang sulit untuk mendeteksi PI-3. Pada fase akut, PCR adalah tes cepat dengan kekhususan tinggi dan sensitifitas terbaik. Serologi terhubung (ELISA) juga mungkin dilakukan.

Pengobatan bersifat terbatas untuk mengurangi tanda klinis dengan terapi NSAID dan mengobati pneumonia bakteri sekunder dengan antibiotik.
Semua tindakan yang diambil untuk mengelola faktor risiko, keamanan hayati dan lingkungan dengan tujuan untuk mengendalikan penyakit saluran pernapasan sapi (BRD) berguna dalam mengendalikan infeksi dengan PI-3.

Tekanan vaksin PI-3 sering digunakan dalam kombinasi dengan virus pernafasan lainnya (BRSV, BHV-1) dalam vaksin multivalen.