
Babi yang ditulari oleh VPB sudah dapat menyebarkan virus sebelum memperlihatkan gejala-gejala sakit. Babi yang secara klinis sakit menyebarkan virus dengan semua sekreta dan eksekreta akan tetapi terutama dengan faeces dan urin. Pada waktu rekonvalesensi pengeluaran virus lebih sedikit, tetapi beberapa hewan menjadi sakit menahun dan dapat menjadi penyebar virus selama berbulan-bulan.
Babi demikian mungkin tidak memperlihatkan gejala-gejala klinis. Penyebaran virus di antara babi mungkin bergantung pada virulensi virus. Hal ini menyebabkan kenapa pada suatu perusahaan penyakit dapat berlangsung menahun. Penyebaran melalui hawa juga mungkin. Pemindahan infeksi dari satu ke lain perusahaan dapat terjadi dengan bermacam jalan. Yang paling sering ialah penggabungan babi apalagi babi muda yang sedang berada dalam waktu inkubasi. Babi dalam inkubasi ini mungkin belum memperlihatkan gejala-gejala klinis. Juga penting diingat bahwa induk babi bunting dan terhama dapat menimbulkan infeksi pada perusahaan yang membelinya. Sumber infeksi lain yang penting ialah melalui sampah dapur (hotel dan sebagainya).
Virus dapat lama hidup dalam daging, tulang dan alat-alat tubuh hewan yang disembelih sewaktu dalam waktu inkubasi atau sewaktu sakit dan bahan makanan tersebut disimpan pada suhu rendah (4°C atau dalam freezer). Bila material demikian diberikan pada babi peka maka infeksi dapat terjadi. Penyebaran VPB oleh manusia secara pasif juga mungkin, dalam hal ini harus diingat peranan dokter hewan (jarum suntik dan sebagainya), pengebiri dan orang pemberi tanda tatoo pada hewan yang dapat memindahkan virus dengan alat yang tidak steril.
Referensi: Ressang, AA. 1986. Penyakit Viral Pada Hewan. Jakarta: UI-Press.