
Virus ini menyebabkan hypertrophy (penebalan) dari sel-sel jaringan ikat, menimbulkan tonjolan pada daerah sirip atau kulit (nodul) yang dapat terjadi secara satu-satu atau kelompok. Infeksi pada ikan yang terserang menyebabkan tumbuhnya sel jaringan. Sel yang tumbuh dikenal dengan nama lymphocystis menyerupai butiran sagu, kemudian sel tersebut membentuk tumor pada kulit dan sirip. Infeksi iridovirus penyebab limfosistis terjadi melalui kerusakan jaringan epidermal dan selanjutnya menyerang fibroblas kulit. Tinjauan histopatologi pada iridovirus limfosistis menunjukkan bahwa fibroblas mengalami pembesaarn (cytomegaly) dan mengandung partikel-partikel basofilik pada sitoplasma dan kapsul hialin yang tebal. Bentuk serangan virus ini pada beragam spesies ikan air laut maupun ikan air tawar, misalnya viral erythrocytic necrosis pada ikan salmonid atau penyakit limposistis (lymphocystis), yaitu kerusakan kulit pada ikan. Iridovirus juga ditemukan pada ikan hias (Carassius auratus), pada ikan gurami ditemukan di limpa dan jaringan intestinal ikan yang sakit dengan tanda-tanda penyakit sistematik. Tingkat ikan yang terinfeksi rendah (0,5-10%) hingga sedang (50%) dan biasanya kematian berlangsung dalam 24-48 jam.