Pencegahan
Apabila tuberkel ditemukan pada satu organ saja, organ tersebut dapat dibuang dan lainnya dapat dikonsumsi, sedangkan apabila tuberkel tersebut ditemukan pada sebagian besar organ maka seluruhnya harus dibakar dan ditimbun
Pencegahan infeksi ke manusia oleh M. bovis dapat dilakukan dengan pasteurisasi susu, vaksisnasi dengan BCG dan dapat dilakukan pengendalian serta eradikasi tuberculosis pada sapi. Tindakan eradikasi biasanya berupa uji tuberculin secara berulang sampai kasus tuberculosis di sapi tidak ditemukan dan memisahkan reaktor dari kawanannya. Program ini ternyata berhasil di negara maju karena dukungan dan yang kuat sedangkan di negara berkembang hal ini menjadi kendala terutama dalam penyediaan dana untuk ganti rugi. Selain hal tersebut hal terpenting yang dapat dilakukan adal;h perlunya pendidikan kesehatan.
Pengobatan
Penggunaan obat mungkin tidak dapat diterapkan pada hewan. Obat yang paling ampuh dalam pengobatan tuberculosis adalah isoniazid. Obat ini digunakan bersama para-aminosalisilat atau ethambutol dan kadangkala bersama dengan streptomycin merupakan “triple therapy”. Pengobatan dapat diberikan selam 3 tahun, namun untuk streptomycin pengobatan dilakukan untuk beberapa bulan saja.
Beberapa galur dapat menjadi resisten terhadap streptomycin dan gangguan terhadap syaraf pendengaran dapat terjadi. Selain itu terdapat pula galur yang resisten terhadap isoniazid. Rifampin juga merupakan obat manjur dan dapat digabung dengan ioniazid. Penggabungan kedua obat ini sering diberikan pada hewan penderita di kebun binatang.