Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apa saja gejala ketombe pada kucing dan bagaimana mengatasinya?

AR ariel 8 years ago

Kucing|690x395

Ketombe pada kucing merupakan kulit kering dan bersisik yang terlepas saat kucing menggaruk-garuk tubuhnya atau saat menjilati badan mereka. Ketombe berbeda dengan bulu kucing yang lepas. Bulu kucing yang lepas merupakan proses alami untuk membuang sel-sel kulit mati. Bulu lepas ini yang biasanya menyebabkan alergi pada manusia.

Apa saja gejala ketombe pada kucing dan bagaimana mengatasinya?

68

Berikut adalah tips yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ketombe pada kucing kesayangan Anda di rumah:

  1. Periksa kucing Anda apakah terdapat kutu atau serangga lainnya pada bulu mereka. Kutu dapat menyebabkan dermatitis dan parasit bisa memicu masalah ketombe. Jika menduga terdapat parasit pada kucing Anda, segera konsultasikan dengan dokter hewan.

  2. Hentikan memandikan kucing. Secara naluriah, kucing akan membersihkan diri mereka sendiri. Keramas atau memberi sampo pada bulu kucing bisa membuat kulit menjadi kering yang akan memicu masalah ketombe.

  3. Beri makan kucing dengan sedikit ikan tuna. Tuna mengandung asam lemak omega-3 yang membantu menjaga bulu kucing tetap sehat.

  4. Bawalah kucing ke dokter hewan untuk memeriksakan kesehatan kucing secara keseluruhan. Diabetes pada kucing juga dapat menyebabkan ketombe.

  5. Sikat bulu kucing kesayangan Anda. Menyikat bulu-bulu kucing akan membantu menghilangkan sel-sel kulit mati serta merangsang produksi minyak di folikel-folikelnya.

  6. Tambahkan beberapa tetes minyak zaitun pada makanan kucing. Aduk rata sebelum disajikan.

https://www.amazine.co/26023/6-tips-mencegah-mengatasi-masalah-ketombe-pada-kucing/

Saat terinfeksi, kucing akan mengalami kerontokan bulu (kebotakan) pada area yang terkena. Daerah yang terinfeksi umumnya berbentuk lingkaran baik di kepala maupun anggota badan. Bagian yang terinfeksi mungkin terlihat kemerahan dan gatal. Suatu jenis ketombe yang dikenal sebagai Seborrhea sicca, juga dapat diamati. Selain itu, kulit yang terinfeksi tampak kering dan bersisik.

Sangat penting untuk mengobati kucing setelah didiagnosis mengalami kurap. Seekor kucing yang sehat akan sembuh dari infeksi dengan sendirinya dalam waktu 2 sampai 4 bulan. Namun karena infeksi ini sangat menular, bantuan medis perlu segera diambil. Mengobati kurap pada kucing melibatkan beberapa langkah agar infeksi sembuh sepenuhnya. Langkah pertama, dokter hewan mungkin akan menyembuhkan kutu dan infeksi tungau Cheyletiella, jika ada. Hal ini karena parasit tersebut dapat menyebabkan kerusakan kulit dan membuat kucing lebih rentan terhadap kurap. Dokter hewan mungkin meresepkan Itrafungol yang berisi itraconazole atau obat lain untuk mengobati infeksi. Pengobatan lain yang juga penting adalah melalui terapi topikal yaitu dengan mencuci tubuh kucing menggunakan sampo khusus. Bulu kucing berambut panjang dianjurkan dipotong terlebih dahulu untuk meningkatkan efektivitas terapi topikal. Pastikan memandikan kucing setiap 4-6 hari selama sekitar 2 sampai 4 minggu. Jangan khawatir jika bulu berubah menjadi kekuningan. Hal ini wajar karena kapur sulfur yang terkandung dalam sampo anti kurap menyebabkan bulu tampak menguning.

https://www.amazine.co/39143/penyebab-gejala-pengobatan-kurap-pada-kucing/

Beberapa hal yang dapat menjadi penyebab kucing kita berketombe adalah :

  • Banyak kucing yang berketombe karena gizi buruk, makanan yang tidak memilki jumlah gizi yang cukup seperti minyak O-mega bisa menyebabkan kulit kucing kering.

  • Kelembaban, meskipun kucing tidak meminum air dengan jumlah yang banyak, tapi mereka membutuhkan kelembaban untuk menjaga tubuh mereka sehat. seelor kucing lokal biasanya mendapatkan air dari lingkungan mereka.

  • Kondisi kesehatan, kucing yang berketombe juga bisa menjadi tanda karena kondisi kesehatannya.

Saat terinfeksi, kucing akan mengalami kerontokan bulu (kebotakan) pada area yang terkena. Daerah yang terinfeksi umumnya berbentuk lingkaran baik di kepala maupun anggota badan. Bagian yang terinfeksi mungkin terlihat kemerahan dan gatal. Suatu jenis ketombe yang dikenal sebagai Seborrhea sicca, juga dapat diamati. Selain itu, kulit yang terinfeksi tampak kering dan bersisik.

Sangat penting untuk mengobati kucing setelah didiagnosis mengalami kurap. Seekor kucing yang sehat akan sembuh dari infeksi dengan sendirinya dalam waktu 2 sampai 4 bulan. Namun karena infeksi ini sangat menular, bantuan medis perlu segera diambil. Mengobati kurap pada kucing melibatkan beberapa langkah agar infeksi sembuh sepenuhnya.

Langkah pertama, dokter hewan mungkin akan menyembuhkan kutu dan infeksi tungau Cheyletiella, jika ada. Hal ini karena parasit tersebut dapat menyebabkan kerusakan kulit dan membuat kucing lebih rentan terhadap kurap. Dokter hewan mungkin meresepkan Itrafungol yang berisi itraconazole atau obat lain untuk mengobati infeksi.

Pengobatan lain yang juga penting adalah melalui terapi topikal yaitu dengan mencuci tubuh kucing menggunakan sampo khusus. Bulu kucing berambut panjang dianjurkan dipotong terlebih dahulu untuk meningkatkan efektivitas terapi topikal. Pastikan memandikan kucing setiap 4-6 hari selama sekitar 2 sampai 4 minggu. Jangan khawatir jika bulu berubah menjadi kekuningan. Hal ini wajar karena kapur sulfur yang terkandung dalam sampo anti kurap menyebabkan bulu tampak menguning.