Kanker hati pada anjing disebabkan karena konsumsi bahan kimia beracun, logam berat, dan paparan karsinogen. Bahan kimia beracun lantas menuju hati untuk proses detoksifikasi, sehingga meningkatkan kemungkinan hati terkena kanker. Pada anjing, penyakit ini hadir dalam dua tipe yaitu tumor (metastatik) primer dan sekunder.Kanker primer lebih umum terjadi dibandingkan jenis sekunder. Jenis kanker primer memiliki potensi untuk menyebar ke bagian tubuh lain. Kanker sekunder di sisi lain, disebabkan karena penyebaran tumor ganas dari organ-organ tubuh lainnya.
Karena hati melakukan berbagai fungsi, kanker hati akan mempengaruhi hampir semua bagian tubuh. Oleh karena itu, gejala penyakit ini selalu samar dan sering disangka sebagai penyakit anjing lain. Beberapa gejala utama kanker hati adalah hilangnya nafsu makan, muntah, penurunan berat badan, distensi abdomen, nyeri perut, masalah gusi, kesulitan bernafas atau peningkatan laju pernapasan, dan penyakit kuning. Diagnosis dilakukan dengan melakukan pemeriksaan fisik dan dengan melakukan biopsi hati. Peningkatan empedu dalam darah atau urin, serta pembesaran atau peradangan hati bisa menjadi indikasi adanya kanker pada hewan peliharaan. Untuk konfirmasi, dokter hewan dapat melakukan tes darah untuk memeriksa peningkatan kadar enzim Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) dan Alkaline Phosphatase. Pengobatan kanker primer pada tahap awal umumnya dilakukan dengan operasi pengangkatan lobus hati yang terkena kanker. Namun, operasi tidak dianjurkan dalam kasus kanker telah menyebar ke berbagai lobus. Satu-satunya pilihan pengobatan untuk kanker sekunder adalah kemoterapi. Tujuan utama di balik pengobatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup hewan peliharaan, tetapi tidak meningkatkan umurnya.