Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apa itu virus Brucellosis, virus penyebab sapi keguguran?

RI Rina Wijaya 9 years ago

Penyakit brucellosis atau penyakit keluron menular disebabkan oleh bakteri Brucella.
images|295x171

19

brucellosis-2-638|638x479

Penyakit brucellosis atau penyakit keluron menular disebabkan oleh bakteri Brucella. Penularan yang terjadi pada hewan umumnya sama dengan manusia yaitu melalui per oral, lendir mata, inhalasi, dan kulit yang terluka. Setelah berhasil memasuki tubuh inang, infeksi dapat bersifat terlokalisir seperti di hati, limpa, dan sumsum tulang belakang. Dan dapat bersifat menyebar sehingga menyebabkan mastitis. Namun gejala yang ditimbulkan umumnya terjadi pada hewan yang telah dewasa kelamin. Masa inkubasi sangat bervariasi dan berproporsi terbalik dengan perkembangan janin yaitu semakin berkembang kehamilan semakin pendek masa inkubasinya. Gejala utama pada sapi betina yang khas adalah keguguran (abortus) pada umur kebuntingan bulan ke-5 sampai ke-9 atau kelahiran pedet prematur. Abortus biasanya diikuti dengan retensi plasenta atau metritis yang akan menyebabkan infertilitas permanen. Jika tidak terjadi abortus, maka kuman Brucella dapat disekresikan ke plasenta, cairan fetus, leleran vagina, kelenjar getah bening, dan kelenjar susu. Sedangkan pada sapi jantan biasanya terlihat dengan membesarnya salah satu atau kedua testis disertai dengan penurunan libido dan infertilitas.

Secara umum Brucella dapat ditemukan pada limfonodus, uterus, ambing, limfa, hati, dan pada sapi jantan ditemukan di semen. Kepekaan sapi terhadap infeksi tergantung jenis kelamin dan usia ternak. Pada fase akut dari penyakit ini ditandai dengan tingginya kejadian abortus serta tingginya tingkat reaktor terhadap uji aglutinasi. Hewan dengan kategori sangat peka yaitu sapi betina dewasa yang pertama kali bunting dan beberapa kali bunting. Sebagian besar sapi yang tertular brucellosis menunjukkan titer aglutinasi positif selama beberapa tahun dan setelah 1 - 2 kali abortus, maka sapi-sapi tersebut bisa kembali normal dan dapat memproduksi susu secara normal.