Hari Sabtu terakhir di bulan April selalu diperingati sebagai World Veterinary Day atau Hari Kedokteran Hewan Dunia. Tahun 2015 ini, WVD tepat jatuh di tanggal 24 April 2015. Peringatan yang digagas oleh World Veterinary Association (WVA) sejak tahun 2000 ini bertujuan untuk mendengungkan eksistensi profesi dokter hewan, yang bukan hanya menjadi dokter hewan kesayangan dan ternak peliharaan anda, namun juga bertanggung jawab terhadap kualitas bahan pangan asal hewan, mencegah penularan penyakit zoonosis, hingga kesehatan lingkungan.
Vector borne disease adalah salah satu penyakit dimana mikroorganisme patogen ditularkan dari individu yang terinfeksi ke individu lain dengan agen arthropoda atau lainnya, kadang-kadang dengan hewan lain yang berfungsi sebagai perantara host. Transmisi tergantung pada atribut dan persyaratan sekurang-kurangnya tiga organisme hidup yang berbeda agen patologis, baik virus, protozoa, bakteri; vektor, yang umumnya anthropoda yang dapat menimbulkan dan menularkan suatu Infectious agent dari sumber Infeksi kepada induk semang yang rentan. Bagi dunia kesehatan masyarakat, binatang yang termasuk kelompok vektor yang dapat merugikan kehidupan manusia karena disamping mengganggu secara langsung juga sebagai perantara penularan penyakit, seperti yang sudah diartikan seperti kutu atau nyamuk, dan manusia sebagai host. Selain itu, hostperantara seperti domestikasi dan atau hewan liar sering berfungsi sebagai reservoir untuk patogen sampai populasi manusia rentan terkena.
Vektor merupakan binatang pembawa penyakit yang disebabkan oleh bakteri, ricketsia, virus, protozoa, dan cacing, serta menjadi perantara penularan penyakit tersebut.
Adapun dari penggolongan binatang ada dikenal dengan 10 golongan yang dinamakan phylum diantaranya ada 2 phylum sangat berpengaruh terhadap kesehatan manusia yaitu phylum anthropoda seperti nyamuk yang dapat bertindak sebagai perantara penularan penyakit malaria, deman berdarah, dan Phyluml chodata yaitu tikus sebagai pengganggu manusia, serta sekaligus sebagai tuan rumah (hospes), pinjal Xenopsylla cheopis yang menyebabkan penyakit pes. Sebenarnya disamping nyamuk sebagai vektor dan tikus binatang pengganggu masih banyak binatang lain yang berfimgsi sebagai vektor dan binatang pengganggu.
Jenis-jenis Vektor
Seperti telah diketahui vektor adalah Anthropoda yang dapat memindahkan/menularkan suatu infectious agent dari sumber infeksi kepada induk semang yang rentan.Sebagian dari Anthropoda dapat bertindak sebagai vektor, yang mempunyai ciri-ciri kakinya beruas-ruas, dan merupakan salah satu phylum yang terbesar jumlahnya karena hampir meliputi 75% dari seluruh jumlah binatang. Antropoda dibagi menjadi 4 kelas:
1. Kelas crustacea (berkaki 10), misalnya udang.
2. Kelas Myriapoda, misalnya binatang berkaki seribu.
3. Kelas Arachinodea (berkaki 8), misalnya Tungau.
4. Kelas hexapoda (berkaki 6), misalnya nyamuk.