Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apa itu Scrapie pada domba dan kambing, dan bagaimana sifat biologisnya?

AU Aulia Rizky 9 years ago

Scrapie pada domba dan kambing ialah penyakit viral yang berdasarkan histo-patologi susunan saraf pusat (SSP) termasuk golongan neuropathia.

18

Scrapie pada domba dan kambing ialah penyakit viral yang berdasarkan histo-patologi susunan saraf pusat (SSP) termasuk golongan "neuropathia (sama dengan degenerasi) spongiforma". Dalam golongan ini juga digabung beberapa penyakit pada manusia yang menyerupainya antara lain kuru (penyakit di Irian Jaya), sindrom Creutzfeldt-Jacob dan ensefalopati pada mink. Semua penyakit tersebut, termasuk scrapie, mempunyai waktu inkubasi yang pan jang. Maka dari itu penyebabnya dinamakan virus lambat (slow virus) Penyakit ini selamanya berakhir letal. Gejala klinis terutama berdasarkan perubahan perubahan neuro-patologis

Infeksi dengan slow virus pada hewan berarti sebagai bahan untuk studi perbandingan dengan penyakit yang sama pada ma nusia. Nama scrapie (to scrape: menggaruk); la tramblante (Perancis), Traberkran kheit (Jerman), berasal dari gejala gatal yang menyebabkan hewan menggaruk dan menggosok gosokan badannya Scrapie sesungguhnya ialah penyakit SSP yang berinkubasi panjang dan berakhir fatal. Hewan biasanya sangat kurus Pada tahun 1755 penyakit ini untuk pertama kalinya dilukis kan di Inggris. Sesudah itu scrapie juga ditemukan di benua Eropa dan di Amerika Serikat. Arti ekonomis penyakit ini sesungguhnya sedikit dan hal ini menyebabkan informasi mengenai penyebaran di Eropa belum diketahui benar

Secara eksperimental domba dapat ditulari melalui berbagai jalan dengan material otak, ginjal dan kelenjar limfe hewan sakit Berbagai jenis domba berbeda dalam kepekaannya. Jangka inku asi berkisar antara 4 bulan hingga kira-kira 5 tahun. Kambing secara keseluruhan lebih peka daripada domba. Pada percobaan eksperimental umumnya dipergunakan penyuntikan intra serebral tetapi penyuntikan di lain tempat juga menghasilkan. Waktu inkubasi yang pada permulaan biasanya berlangsung di antara 18 hingga 24 bulan semakin menjadi pendek pada pasase lanjutan.

Beberapa galur agen dapat menimbulkan gejala klinis yang tidak sama pada kambing. Gejala klinis dibagi dalam gatal (scratchy), lesu (drowsy) dan mengantuk (sleepy) Sebagai hewan per cobaan kecil dapat juga dipergunakan mencit dan hamster. Juga pada hewan kecil ini waktu inkubasi yang mula-mulanya berlang sung 6 12 bulan menjadi pendek pada pasase lanjutan. Ada peneliti yang telah mengobservasi infeksi kontak pada mencit. Men cit yang terhama pertama-tama memperlihatkan kepekaan terha dap rangsangan dari luar yang nyata sebagai gerakan dan kekejang an cepat. Sekali-kali terlihat tanda-tanda gatal yakni kerusakan kulit karena garukan. Simpton yang dianggap khas ialah ekor yang bila dilekukkan tetap berposisi bengkok. Juga pada tikus gejala klinis dapat berbeda dan bergantung pada galur agen dan galur tikus.