Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apa itu penyakit Brucellosis?

AU Aulia Rizky 8 years ago

Brucellosis adalah penyakit hewan menular yang secara primer menyerang sapi, kambing, babi dan sekunder menyerang berbagai jenis hewan Iainnya serta manusia. Pada sapi penyakit ini dikenal pula sebagai penyakit keluron menular atau penyakit Bang. Sedangkan pada manusia menyebabkan demam yang bersifat undulans dan disebut “Demam Malta”. Bruce pada tahun 1887 mengisolasi jasad reniknya yang disebut Micrococcus melitensis dan kemudian disebut Brucella melitensis.

19

Bakteri brucella untuk pertama kali ditemukan oleh Bruce pada tahun 1887 pada manusia dan dikenal sebagai Micrococcus melitensis. Kemudian Bang dan Stribolt pada tahun 1897 mengisolasi jasad renik yang serupa dari sapi yang menderita keluron menular. Jasad renik tersebut diberi nama Bacillus abortus bovis. Penemuan selanjutnya menunjukkan bahwa kedua jasad renik tersebut termasuk dalam genus Brucella.

Bakteri brucella bersifat Gram negatif, berbentuk batang halus, mempunyai ukuran panjang 0,5-2,0 mikron dan lebar 0,4-0,8 mikron, tidak bergerak, tidak berspora dan bersifat aerob. Brucella merupakan bakteri intraseluler, dan dapat diwarnai dengan metode Stamp atau Koster.

Pada saat ini genus Brucella diketahui mempunyai 6 species yaitu Brucella melitensis, B.abortus, B.suis, B.neotomae, B.ovis dan B.cans. Brucellosis yang menimbulkan masalah pada ternak terutama disebabkan oleh 3 species yaitu B.melitensis yang menyerang kambing, B.abortus yang menyerang sapi dan B.suis yang menyerang babi dan sapi.

Brucella memiliki 2 macam antigen, antigen M dan antigen A. Brucella melitensis memiliki lebih banyak antigen M dibandingkan antigen A sedangkan B.abortus dan B.suis sebaliknya. Brucella mempunyai antigen bersama (“Common antigen”) dengan beberapa bakteri lainnya seperti Campylobacter fetus dan Yersinia enterocolobacter. Daya pengebalan akibat infeksi Brucella adalah rendah, karena antibodi tidak terlalu berperan.

Penyakit ini dapat menular dari hewan ke manusia dan sulit diobati, sehingga brucellosis merupakan zoonosis yang penting.

  1. Spesies rentan

Sapi dan anjing dapat terinfeksi oleh B.abortus dan menunjukkan gejala keluron menular, kambing, kuda dan babi juga pernah diisolasi B.abortus.

Brucellosis pada babi terutama disebabkan oleh B.suis. Bakteri ini juga menyerang anjing, dan kelinci hutan (wild hares) dan kelinci hutan diduga merupakan ”carrier” bagi brucellosis babi yang bersifat enzootik di Denmark. Inang utama B.melitensis adalah kambing dan domba meskipun pernah dilaporkan adanya infeksi pada anjing, sapi dan kelinci hutan.

  1. Pengaruh Lingkungan

B.abortus dapat disebarkan melalui konsumsi produk peternakan yang terkontaminasi seperti susu, selain itu juga melalui feses yang terkontaminasi, atau melalui kontak langsung terutama dengan ternak sakit yang sedang melahirkan, perkawinan alami dengan hewan yang terinfeksi. Sapi terinfeksi dengan mudah dapat menularkan saat sapi melahirkan, karena banyaknya bakteri yang dikeluarkan. Kondisi yang memungkinkan kontak antar hewan dan atau kondisi setelah melahirkan akan menaikkan kecepatan penularan antar hewan. Jumlah kelompok ternak yang besar, tingkat jual beli dan lalu lintas tinggi serta pola pengembalaan adalah faktor risiko yang berhubungan dengan infeksi yang tinggi.

  1. Sifat Penyakit

Penyakit ini bersifat enzootik pada daerah tertentu, hal ini penting, karena merupakan sumber penularan untuk manusia (zoonosis).

  1. Cara Penularan

Penularan pada hewan terjadi melalui saluran pencernaan, saluran kelamin, dan mukosa atau kulit yang luka. Pada sapi dan kambing, penularan melalui perkawinan sering terjadi, sehingga pemacek yang merupakan reaktor harus dikeluarkan. Di Denmark pernah terjadi kerugian besar akibat penggunaan semen yang dicemari Brucella untuk Inseminasi Buatan. Penularan melalui saluran kelamin juga banyak terjadi pada babi dan anjing. Selain itu penularan dapat juga terjadi secara mekanis melalui insekta.

  1. Faktor Predisposisi

Faktor predisposisi penularan penyakit biasanya karena sanitasi yang kurang baik, dan hewan berdesak-desakan sehingga memudahkan terjadinya penularan dari hewan yang telah terinfeksi. Brucellosis merupakan penyakit berisiko sangat tinggi, oleh karena itu alat-alat yang telah tercemar bakteri brucella sebaiknya didesinfeksi agar tidak menjadi sumber penularan ke hewan atau manusia.

  1. Distribusi Penyakit

Penemuan pertama kali adanya brucellosis di Indonesia tidak diketahui dengan pasti. Menurut Donker-Voet, pada tahun menjelang perang Dunia II, tingkat prevalensi penyakit ini berdasarkan uji serologis di Lembaga Penelitian Penyakit Hewan (LPPH)/ Balai Besar Penelitian Veteriner (Bbalitvet) adalah sekitar 5%. Daerah penyebarannya terutama di Pulau Jawa pada sapi perah.

Berdasarkan survei serologis pada manusia yang dilakukan oleh Dinas Zoonosis, Departemen Kesehatan pada tahun 1975 ada ditemukan kasus brucellosis pada manusia yaitu pada pekerja rumah potong hewan di Denpasar.

Pada tahun 2011 dilaporkan bahwa brucellosis menyerang peternakan sapi perah di Baturaden, dan juga menyerang sapi di beberapa kota di pulau Jawa.

Referensi:
http://wiki.isikhnas.com/images/b/b9/Manual_Penyakit_Hewan_Mamalia.pdf