Folikel rambut adalah tempat persembunyian yang khas dari parasit ini, sekaligus sebagai bahan konsumsinya yaitu lapisan kulit bagian luar (debris dan sebum). Hingga saat ini pemberantasan penyakit demodekosis masih sulit dilakukan, karena hampir semua anjing peliharaan dijadikan inang utama. Gangguan kesehatan pun dapat terjadi apabila jumlah parasit berlebihan sehingga menganggu kestabilan kondisi tubuh. Secara alami, parasit Demodex sp. ditularkan dari induk pada anaknya yang baru lahir, hal ini akan terus berulang, ditularkan secara turun temurun. Karena itu lah, jika anda memiliki anjing kesayangan, anda harus lebih memperhatikan kondisi peliharaan anda dan lingkungan didalam rumah dan sekitarnya.
Tidak hanya faktor lingkungan saja yang dapat memicu terjadinya demodekosis, aspek genetik, status nutrisi yang kurang baik dan stress fisik pada anjing juga memegang peranan penting atas terjadinya infeksi parasit. Dalam keadaan yang tidak stabil seperti stress, Demodex sp. akan berkembang dan memperbanyak diri lebih cepat dari sewajarnya.
Terjadinya infeksi yang parah akan menyebabkan gejala imunospresif, dimana tingkat kekebalan tubuh hewan menurun dan mudah terjangkit infeksi sekunder oleh bakteri dan virus. Gejala yang umum tampak adalah adanya bintil-bintil berisi nanah (pyoderma) pada permukaan kulit anjing. Disamping itu, terjadinya demodekosis dapat mempertinggi resiko munculnya penyakit sistemik yang berbahaya, seperti hypothyroidism, neoplasia (cancer), diabetes melitus dan penyakit-penyakit imunosupresif.
http://pecintasatwa.com/waspadai-demodekosis-parasit-pada-anjing/