Alasan gigi harus dicabut antara lain :
1. Gigi Anak / Gigi Susu
Gigi susu yang tumbuh setelah bayi 1 bulan lahir (neonatal teeth)
Perlu dicabut jika: gigi mengalami kegoyahan, mengiritasi atau menyebabkan luka pada bagian mulut yang lain, dan dapat mengganggu saat menyusu.
Gigi yang susu yang tidak tanggal pada waktunya, sehingga menyebabkan gigi tetap terhambat pertumbuhannya / Persistensi
Gigi sulung umumnya akan tanggal sendiri dan nantinya digantian oleh gigi permanen, namun sering juga ditemukan gigi sulung yang tidak tanggal juga padahal seharusnya gigi tersebut sudah terlepas sejak lama,bahkan ada juga gigi sulung yang tidak tanggal padahal si anak sudah berusia dewasa. gigi sulung yang terlambat tanggal seperti itu sangat perlu di cabut secara manual karena gigi sulung yang tidak tanggal pada waktunya dapat mengganggu pertumbuhan gigi permanen dibawahnya, bahkan membuat gigi permanen tumbuh keluar dari jalurnya hingga membuat gigi mnjadi tidak beraturan atau berantakan.
2. Gigi yang mengalami ulkus decubitus/ luka
Sisa akar gigi susu perlu untuk dicabut menyebabkan masalah disekitar gigi seperti iritasi, luka pembengkakan gusi sehingga menyebabkan nafsu makan anak menjadi berkurang.
3. Gigi Dewasa
Gigi yang rusak akibat perluasan lubang/gigi berlubang yang sudah tidak bisa di rawat dengan perawatan saluran akar
Pada orang dewasa, alas an lain untuk mencabut gigi adalah apabila terdapat lubang gigi yang sudah terlampau parah dan tidak mungkin untuk di pertahan kan lagi. gigi berlubang yang besar apabila teteap di pertahankan di dalam mulut anda dapat berbahaya bagi anda sendiri.gigi berlubang disebabkan oleh bakteri yang berkoloni dan berkembang di dalam gigi.
Mempertahankan gigi dengan lubang besar sama dengan mempertahankan banyak bakteri jahat di dalam mulut anda. Bakteri dalam lubang gigi anda dapat masuk ke ruang gigi yang penuh dengan dengan pembuluh darah dan syaraf, selain menyebabkan rasa sakit yang luar biasa, bakteri juga dapat masuk kedalam ke pembuluh darah dan mengalir ke seluru tubuh. bakteri juga dapat bertahan dan berkembang biak di alam tulang rahang dan menyebabkan gangguan lain, bahkan memicu tumor dan kista.
Impaksi
Gigi yang Impaksi adalah suatu kondisi pada gigi geligi yang ditandai dengan munculnya sebagian daripada gigi dari gusi. Meskipun kondisi ini mungkin terjadi pada gigi manapun, impaksikondisi ini cenderung berkaitan dengan gigi geraham bungsu. Gigi ini merupakan gigi terakhir yang tumbuh dan biasanya muncul pada remaja yang berusia 20 tahunan. Kondisi ini sangat sering terjadi dimana gigi geraham bungsu terjebak didalam gusi.
Pada beberapa kasus, kemungkinan ukuran rahang terlalu kecil untuk menampung gigi geraham bungsu dan akibatnya terjadi penumpukan gigi geligi ketika gigi ini mulai tumbuh keluar dari gusi, sehingga gigi menjadi impaksi. Gigi yang hanya muncul sebagian dapat menyebabkan terjebaknya makanan, plak di gusi, menyebabkan terjadinya peradangan dan rasa nyeri pada gusi. Biasanya, kondisi ini dapat diatasi dengan mencabut gigi geraham bungsu tersebut.
Gigi fraktur/ gigi patah
Gigi yang patah tidak dapat dilakukan perawatan lagi bisa mengganggu pengunyahan dan menjadi tempat berkembangnya bakteri / fokal infeksi.Sisa akar akibat patah harus dicabut segera setelah ditemukan. Meskipun bagian kecil dari akar ini dapat dibiarkan begitu saja dalam soket selama tidak menimbulkan masalah, namun seiring berjalannya waktu dapat menjadi berbahaya sehingga harus segera dicabut.
Penyakit jaringan penyangga gigi (Periodontitis)
Karena adanya proses peradangan pada gusi dibiarkan terus menerus hingga menjalar ke akar gigi, akibatnya gigi menjadi goyah.Menurut Fedi dkk (2004), kegoyahan gigi dibedakan menjadi :
- Derajat 1 – kegoyangan pada gigi yang sedikit lebih dari 1mm
- Derajat 2 – kegoyangan gigi lebih dari 2 mm
- Derajat 3 – kegoyangan gigi lebih dari 3 mm pada segala arah atau gigidapat ditekan ke arah apical
Indikasi ortodonsi (kawat gigi)
Gigi yang tidak rapi akan ditarik ketempat seharusnya, jika memang rahangnya sempit maka salah satu gigi harus dicabut agar terdapat ruang yang cukup untuk mengatur gigi.
Indikasi prostodonsi (gigi tiruan)
Gigi tiruan adalah suatu alat yang berfungsi untuk menggantikan sebagian atau seluruh gigi asli yang hilang dan digunakan pada rahang atas maupun rahang bawah.
Gigi yang wajib dicabut untuk pemasangan gigi tiruan yaitu:
- Gigi dengan sisa akar
- Gigi yang posisinya sudah tidak benar sehingga mengganggu peyusunan gigi tiruan
Malposisi (kelainan posisi)
Beberapa orang memiliki kelainan posisi pada gigi yang mendesak gigi lain dan menimbulkan masalah baik dalam fungsi maupun estetika gigi.
Supernumerary teeth (gigi berlebih)
Jumlah gigi normal dewasa sebanyak 32 buah. Jika jumlah gigi melebihi jumlah normal maka akan mendesak gigi lain, hal ini akan menimbulkan masalah baik dalam fungsi maupun estetika gigi.
sumber: