Bau mulut atau dalam bahasa medis “fetor ex ore” adalah bau nafas yang tidak enak, dan tidak menyenangkan serta menusuk hidung. Bau mulut bukan merupakan suatu penyakit, melainkan suatu gejala adanya kelainan/penyakit yang tidak disadari.
Bau mulut biasanya disebabkan oleh masalah dari rongga mulut itu sendiri. Namun tidak menutup kemungkinan bau mulut berasal dari luar mulut, seperti hidung, faring, paru-paru dan lambung. Normalnya, bau dari rongga mulut tidak tetap, tetapi berubah dari waktu ke waktu sepanjang hari dan dipengaruhi oleh faktor usia, jenis kelamin, keadaan perut lapar dan menstruasi. Bau mulut akan terjadi pada seseorang yang sehat bila rongga mulut tidak melakukan aktivitas selama kira-kira 1-2 jam. Misalnya pada keadaan puasa, bangun tidur, atau pada orang yang menggunakan gigi palsu yang jarang atau tidak pernah dibersihkan.
Jika bau nafas yang sebelumnya normal berubah menjadi tidak sedap, maka penyebabnya adalah:
-
Makanan yang memang "beraroma", misalnya petai, jengkol, durian, bawang putih.
-
Suplemen atau makanan yang mengandung protein tinggi, misal keju, daging.
-
Gigi berlubang ( caries dentis ).
Kuman dalam plak gigi akan mengurai sisa makanan terutama karbohidrat dan gula dan menghasilkan asam yang menyebabkan gigi kehilangan mineral, atau disebut demineralisasi. Bila terjadi demineralisasi maka gigi menjadi berlubang.
-
Plak dan karang gigi.
Plak adalah sekumpulan kuman yang kenyal dan lengket yang terkumpul pada gigi, di atas dan di bawah gusi. Kuman plak akan menghasilkan asam yang menyebabkan kerusakan gigi atau toksin yang menyebabkan timbulnya karang gigi dan radang gusi.
-
Gejala mulut kering atau xerostomia.
Keadaan dimana mulut kekurangan suplai aliran saliva (ludah) sehingga mengakibatkan mulut mengalami kekeringan akan ludah. Hal ini memicu bakteri lebih cepat berkembang sehingga menyebabkan bau (Bartels, n.d.).
-
Nanah dari infeksi gusi dan gigi.
-
Kelainan organik akibat penyakit kronis, misalnya gangguan liver yang kronis, gangguan fungsi ginjal, serta diabetes yang kadar gulanya tak terkontrol dan tinggi.