
Umumnya dokter gigi memiliki cara yang sesuai prosedur untuk memutihkan gigi. Apa saja cara pemutihan gigi yang biasa dilakukan oleh dokter ?

Umumnya dokter gigi memiliki cara yang sesuai prosedur untuk memutihkan gigi. Apa saja cara pemutihan gigi yang biasa dilakukan oleh dokter ?
Umumnya, cara pemutihan gigi dilakukan dokter dengan dua cara utama:
Cetakan gigi: dokter akan membuat cetakan gigi Anda untuk dikenakan di rumah bersamaan dengan penggunaan gel pemutih pada gigi. Perawatan yang berlangsung selama kurang lebih sebulan ini mengharuskan Anda berkunjung rutin ke dokter untuk memeriksakan gigi. Beberapa jenis gel pemutih tertentu dapat digunakan selama delapan jam, sehingga periode perawatan dapat menjadi lebih singkat.
Laser pemutih: laser disorotkan ke jajaran gigi yang sudah diolesi produk pemutih. Sorotan yang dilakukan selama sekitar 60 menit ini berguna untuk mengaktifkan pemutih tersebut. Perawatan ini berharga lebih mahal dibanding metode yang menggunakan cetakan.
Hal yang patut diperhatikan, pemutihan gigi disarankan hanya diaplikasikan pada orang dengan gigi dan gusi yang sehat. Ini karena seperti prosedur lain, pemutihan gigi juga mengandung risiko tertentu.
Terdapat 2 jenis metode atau prosedur untuk melakukan bleaching pada gigi.
Bleaching intra korona ( bleaching yang dilakukan pada gigi non vital)
Bleaching jenis ini dilakukan pada gigi yang berubah warna namun tidak pada keseluruhan gigi yang bersifat global. Perubahan warna karena kerusakan gigi seperti gigi yang mati akibat patah, proses karies gigi, kematian jaringan pulpa, diselesaikan dengan metode ini. Untuk melakukan bleaching jenis ini, pertama-tama gigi yang sudah rusak dilakukan perawatan terlebih dahulu. Khususnya perawatan pada saluran akar (perawatan endodontik). Selanjutnya bahan bleaching yakni superoksol (hidrogen peroksida 30-35%) dan sodium perborat akan dimasukkan ke dalam mahkota gigi. Kemudian mahkota akan ditambal sementara. Dibutuhkan beberapa kali perawatan untuk mendapatkan warna gigi putih kembali.
Bleaching pada gigi vital (gigi yang masih hidup)
Ini merupakan jenis bleaching yang biasa dilakukan pada gigi normal. Untuk bleaching pada gigi vital ini masih terbagi lagi menjadi 2 bentuk.
At Home Bleaching
Metode at home bleaching dilakukan sendiri di rumah. Umumnya menggunakan tray, point-on atau strip. Namun yang paling memberikan hasil sesuai keinginan adalah yang menggunakan tray. Sehingga tray lebih banyak dipilih untuk metode jenis ini. Untuk melakukannya pertama-tama dilakukan pencetakan tray untuk menyesuaikan dengan bentuk gigi dan rahang pasien. Warna gigi pasien akan dicatat untuk mengcontrol perubahan warna nantinya selama proses bleaching berlangsung. Penggunaan tray dimaksudkan agar bahan bleaching bisa terfokus hanya mengenai gigi saja tanpa mengenai jaringan lunak seperti gusi dan sekitarnya). Apabila tray sudah tercetak maka penggunaan dan perawatannya tinggal memasang bahan bleaching pada tray, kemudian tray ini tinggal dipasang di gigi.
Waktu perawatan sekitar 2-8 jam per hari tergantung dari bahan bleaching yang digunakan. Keseluruhan waktu total yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil gigi putih biasanya bervariasi. Namun rata-rata bisa mencapi sekitar 2 minggu. Pasien hanya harus rutin mengganti bahan bleaching pada tray setiap harinya, dan mengcontrol proses perubahan warna giginya tiap hari.
In Office Bleaching
In office bleaching untuk perawatannya ditangani langsung oleh dokter. Metode ini paling cocok bila menginginkan hasil yang cepat. Namun secara biaya lebih mahal. Untuk melakukannya digunakan bahan hidrogen peroksida 35% yang biasa dibantu dengan penyinaran atau dengan bantuan sinar laser. Jenis hidrogen peroksida ini lebih aktif dan efektif daripada bahan karbamid peroksida yang biasa digunakan untuk jenis in home bleaching. Namun penggunaannya harus ditangani langsung oleh dokter gigi karena sensitifitasnya bisa menimbulkan iritasi pada jaringan lunak di sekitar gigi. Adanya bantuan penyinaran atau laser membuat proses oksidasi menjadi lebih cepat. Oleh sebab itu proses penyelesaian bleaching dengan cara ini hanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam dalam perawatannya. Sehingga hasil bleaching gigi bisa dirasakan secara langsung.
Sumber: https://halosehat.com/tips-kesehatan/gigi/bleaching-gigi
Ada 2 metode yang bisa Moms pilih:
In-Office Bleaching
Metode yang satu ini dilakukan langsung oleh dokter gigi. Bahan pemutih yang digunakan adalah hydrogen peroxide. Bahan ini akan diletakkan di lapisan luar email gigi, kemudian akan dipanasi menggunakan sinar laser. Hanya dibutuhkan waktu 1-2 jam untuk menyelesaikan proses in-office bleaching ini.
At home Bleaching
Metode ini memang bisa dilakukan di rumah, namun tetap dalam pengawasan dokter gigi. Anda membutuhkan sebuah tray yang dibentuk sesuai dengan bentuk gigi Anda. Selama 2-8 jam, gigi Anda akan dilapisi dengan bahan pemutih Carbamide Peroxide dan tray. Disarankan untuk melakukannya di malam hari. Hasilnya baru akan terlihat pada minggu ke 2-3.
Untuk tetap menjaga keputihan gigi, ada baiknya jika Moms mengurangi makanan atau minuman yang memicu terjadinya diskolorasi gigi. Hal lain yang bisa dilakukan adalah tetap disiplin menyikat gigi
Pewarnaan gigi dapat terjadi pada saat atau setelah terbentuknya email dan dentin. Sejumlah noda gigi tampak sebagai noda permukaan setelah erupsi, dan yang lain sebagai hasil prosedur perawatan dental. Noda alamiah (didapat), berada pada permukaan atau berikatan didalam struktur gigi.
Warna normal gigi sulung pada umumnya adalah putih kebiru- biruan. Warna normal gigi permanen adalah kuning keabu-abuan, putih keabu-abuan, atau putih kekuning-kuningan. Warna gigi ditentukan translusensi dan ketebalan email, warna pulpa, ketebalan dan warna dentin yang melapisi di bawahnya.
Perubahan warna pada gigi sulung dan gigi permanen dapat berlangsung secara fisiologik maupun patologik perubahan warna gigi secara fisiologik dapat terjadi seiring dengan bertambahnya umur. Reposisi dentin sekunder dan dentin reparatik membuat lapisan dentin menjadi lebh tebal sehingga menghasilkan perbahan warna pada gigi. Perubahan warna secara patologik dapat bersifat ekstrinsik dan intrinsik. Perubahan warna gigi tersebut dapat memberikan masalah estetika yang dapat mengakibatkan dampak psikologi yang cukup besar, terutama apabila terjadi pada gigi anterior.
1) Teknik Non Vital Bleaching (Internal)
Pemutihan gigi intra korona pada gigi non vital dipakai secara termokataliktik atau walking bleach yang digunakan untuk perawatan saluran akar pada pewarnaan pulp chamber (Hendari, 2009) . Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan bleaching internal, diantaranya kualitas pengisian saluran akar yang adekuat, penggunaan servical seal untuk mencegah masuknya bahan bleach ke dalam saluran pulpa dan kavitas harus bebas dari debris dan sisa bahan pengisi karena akan mempengaruhi keefektifan bahan bleaching (Robert dkk, 2005).
Teknik Walking Bleach
Teknik walking bleach dilakukan dengan cara mengaplikasikan gel hydrogen peroksida 35% atau dengan campuran sodium perboran dan superoxol sampai berbentuk pasta lalu diaplikasikan kedalam kamar pulpa kemudian ditutup dengan tambalan sementara (Weine, 1996).
Teknik Termokatalitik
Teknik ini dilakukan dengan bantuan cahaya dan panas. Caranya dengan meletakan bahan hidrogen peroksida dalam kamar pulpa dan dipanaskan dengan menggunakan lampu atau pemanas listrik hingga menghasilkan oksigen bebas yang aktif. Prosedur yang dilakukan meliputi, persiapan sama dengan teknik walking bleach, sepotong kapas diletakan pada labial dan lainya pada kamar pulpa, kapas dibasahi superoxol, diberi pencahayaan hingga 6,5 menit, larutan ditambahkan lagi kapas dengan superoxol/ sodium perborat, ditumpat sampai kunjungan lagi (Grossman, 1995).
Teknik Kombinasi
Teknik kombinasi ialah cara pemutihan gigi yang menggabungkan teknik walking bleach dengan teknik termokatalitik secara bergantian, sehingga hasilnya lebih cepat dan memuaskan. Prosedur teknik kombinasi adalah sama dengan langkah pertama dalam teknik termokatalitik, setelah di lakukan pemanasan, kapas yang telah dibasahi hidrogen peroksida dalam kamar pulpa dikeluarkan lalu gigi dikeringkan. Pasta hasil pencampuran superoxol dengan bubuk natrium perborat diletakan dalam kamar pulpa. Tindakan selanjutnya seperti teknik walking bleach (Walton dan Torabinejad, 2008).
2) Teknik Vital Bleaching (Eksternal)
Teknik pemutihan eksternal dilakukan dengan cara aplikasi oksidator pada permukaan gigi. Teknik ini dibagi menjadi dua teknik, yaitu teknik home bleaching dan teknik in-office bleaching (Brenna dkk., 2012).
Mouthguard Bleaching
Teknik ini biasanya dilakukan untuk kasus perubahan warna gigi yang ringan. Home bleaching sebagai teknik pemutihan gigi dirumah dan banyak sekali variasi dari jenis material, bahan pemutih frekuensi dan jarak waktu perawatanya. Alat yang dgunakan menyerupai protesa yang disebut tray atau night guard dengan konsentrasi karbamid peroksida 10%-15% yantg sebanding dengan hydrogen peroksida 3%. Perubahan warna akan terlihat setelah 2-3 minggu dan hasil akhir terlihat setelah 5-6 minggu teknik home bleaching mempunyai prognosis cukup baik dan efek samping yang minimal (Adang dkk, 2006)
Teknik Pumis Asam
Teknik asam hidroklorik-pumis bukan teknik pemutihan murni (oksidasi) melainkan suatu teknik dekalsifikasi dan pembuangan selapis tipis email yang berubah warna. Cairan asam hidroklorik 36% dicampur air dengan volume yang sama untuk mendapatkan asam hidroklorik 18%, Sejumlah bubuk pumis ditambahkan agar membentuk pasta padat ditempat lain natrium bikarbonat dan air dicampur sampai berbentuk pasta padat yang nanti akan dipakai untuk menetralisir asam. Pasta asam hidroklorik pumis diletakan pada permukaan email dengan gerakan memutar selama 5 detik (Walton dan Torabinejad, 2008).
Banya ksekali cara yang dapat dilakukan dalam proses bleaching gigi. Yang perlu diperhatikan, teknik-teknik pemutih gigi HARUS dilakukan dalam pengawasan dokter gigi. Berikut teknik-teknik bleaching gigi,
Bleaching di tempat praktik ( in-office )
Untuk gigi nonvital
TEKNIK BLEACHING DI RUMAH
Teknik bleaching di rumah juga disebut night guard bleaching .
Indikasi
Kontraindikasi
Larutan yang Biasa Digunakan pada Night Guard Bleaching**
Faktor yang Memengaruhi Prognosis
Langkah-langkah Pembuatan Sendok Cetak Bleaching Perorangan
Ketebalan Sendok Cetak
Regimen/Pengaturan Perawatan
Pemeliharaan
Bleaching ulang dapat dilakukan setiap 3 sampai 4 tahun jika diperlukan dengan durasi 1 minggu.
Efek Samping
Keuntungan bleaching di rumah
Kekurangan bleaching di rumah
BLEACHING DI KLINIK
Bleaching Termokatalitik Gigi Vital
Indikasi
Kontraindikasi
Sumber Cahaya
Lampu bleaching konvensional
Lampu curing tungsten halogen
Lampu arc plasma xenon
Laser Argon dan CO₂
Lampu laser diode
Kelebihan Bleacing di Klinik
Kekurangan Bleacing di Klinik
Bleaching Nontermokatalitik
Pada teknik ini, sumber panas tidak digunakan
Bahan Bleaching
Larutan yang sering digunakan untuk bleaching
Superoxol
5 bag H₂O₂: 1 bag ether
Larutan McInnes
5 bag HCL (36%) : 1 bagian 0.2% ether: 5 bagian 30% H₂O₂
Modifikasi larutan McInnes
Pada larutan ini ditambahkan natrium hidroksida. Karena bersifat alkalin tinggi, kalsium di gigi lebih lambat melarut. H₂O₂ (30%) dan NaOH (20%). Campur dalam takaran yang sama, yaitu (1:1) dengan ether (0.2%)
Langkah-langkah
Isolasi gigi menggunakan isolator karet
Aplikasikan agen bleaching pada gigi selama 5 menit
Mikroabrasi
Mikroabrasi adalah prosedur, yang dalam prosedur ini lapisan mikroskopik email dierosi serentak dan diabrasi dengan larutan khusus (biasanya mengandung asam hidroklorik 18%) sehingga mencapai permukaan email yang utuh
Indikasi
Kontraindikasi
Protokol
Keuntungan Mikroabrasi
Kelemahan Mikroabrasi
Teknik Thermokatalitik untuk Bleaching Gigi Nonvital
Bleaching Intrakorona/ Walking Bleach untuk Gigi Nonvital
Untuk menghilangkan diskolorasi, teknik ini menggunakan bahan kimia yang diletakkan di bagian korona gigi yang telah dirawat endodonsia.
Indikasi
Kontraindikasi
Langkah-langkah
Komplikasi Bleaching Intrakorona
Natrium askorbat adalah bentuk dapar dari vitamin C yang terdiri atas 90% asam askorbat terikat pada 10% natrium. Natrium askorbat merupakan antioksidan yang digunakan untuk mengeluarkan residu oksigen setelah bleaching
Tindakan Pencegahan agar Bleaching Nonvital Llebih Aman
Teknik Bleaching Dalam/Luar
Sinonim
Bleaching interna/eksterna, modifikasi walking bleach .
Teknik ini melibatkan teknik bleaching intrakorona disertai teknik bleaching di rumah yang ditujukan agar program bleaching lebih efektif. Kombinasi perawatan bleaching ini berguna untuk mengatasi noda yang sulit diatasi, untuk problem spesifik seperti gigi vital/nonvital tunggal yang menghitam dan untuk menghilangkan noda dengan penyebab berbeda pada gigi yang sama.
Prosedur
Keuntungan
Kekurangan
Bleaching Ekstrakorona ( Closed Chsmber Bleaching )
Pada teknik ini, agen bleaching diaplikasikan pada gigi menggunakan sendok bleaching , bukannya menyingkirkan restorasi yang sudah ada.
Indikasi
Teknik Bleaching Dibantu dengan Laser
Teknik ini memperoleh proses power bleaching dengan bantuan sumber energi yang efisien dengan efek samping minimum. Gel pemutih laser mengandung kristal yang diabsorbsi secara termal, uap silika, dan H₂O₂ 35%. Di sini, gel diaplikasikan dan diaktifkan oleh sumber cahaya yang selanjutnya akan mengaktifkan kristal yang terdapat dalam gel, memungkinkan terjadinya disosiasi oksigen sehingga penetrasinya ke dalam matriks email menjadi lebih baik. LASER yang telah disetujui oleh FDA untuk bleaching gigi:
Laser Argon
Laser CO₂
Teknik pemutihan gigi dapat diklasifikasikan menurut vitalitas gigi yaitu pemutihan gigi vital dan nonvital. Intracoronal bleaching dilakukan pada gigi nonvital yang telah dirawat endodontik dengan meletakkan bahan bleaching dalam kamar pulpa. Intracoronal bleaching dapat dilakukan dengan walking bleach dan termokatalitik atau kombinasi kedua teknik tersebut.
Pemutihan gigi vital dapat dilakukan di klinik dokter gigi (in-office) dan di luar klinik (home bleaching). Home-bleaching dilakukan sendiri oleh pasien di rumah dibawah pengawasan dokter gigi dengan menggunakan teknik nightguard vital bleaching. Teknik ini digunakan pada kasus perubahan warna yang ringan dengan menggunakan alat bantu berupa tray atau custom fitted tray yang fungsinya untuk menahan karbamid peroksida agar dapat berkontak dengan gigi selama proses pemutihan.
Pada home-bleaching, tray digunakan pada malam hari saat tidur selama 6-8 jam karena pada malam hari aktivitas mulut dan aliran saliva paling sedikit. Proses pemutihan dapat berlangsung 7-14 hari tergantung warna yang dikehendaki. Apabila ada rasa sensitif pada gigi dan gingiva maka pemutihan dapat dihentikan terlebih dahulu sampai sembuh dan pemutihan dapat dilanjutkan.
Pada kasus pasien yang tidak dapat menggunakan prosedur pemutihan di rumah karena berbagai alasan, misalnya waktu perawatan lama, pemakaian sendok cetak yang tidak nyaman dan mengiritasi atau rasa tidak enak, iritasi gingiva atau perut karena bahan pemutih. Pasien disarankan untuk melakukan perawatan di klinik atau office bleaching untuk mendapatkan hasil pemutihan yang lebih cepat tanpa pemakaian sendok cetak yang lama. Bahan office bleaching diaplikasikan dengan ketebalan sekitar 1 mm pada permukaan gigi.
Tabel Pemilihan Prosedur Pemutihan Gigi
| Pemutihan gigi di rumah | Pemutihan gigi di klinik | Pemutihan gigi di klinik dengan kombinasi kekuatan sinar | |
|---|---|---|---|
| Pilihan penderita | Penderita dengan perubahan warna gigi ringan, ingin diputihkan satu atau dua tingkat dan punya waktu pemakaian di rumah | Penderita dengan perubahan warna gigi ringan sampai akut, ingin efek pemutihan yang lebih nyata | Penderita dengan perubahan warna gigi ringan sampai berat, ingin hasil langsung |
| Bahan yang digunakan | Carbamide peroxide (10-22%) atau gel pemutih non peroxide | Carbamide peroxide (34-44%) | Hydrogen peroxide (30-50%) |
| Lokasi | Rumah, 2-4 jam perhari | Klinik gigi | Klinik gigi |
| Teknik | Buat sendok cetak di klinik. Sendok cetak dan cairan pemutih dibawa pulang, kembali ke kelinik periodic untuk control perubahan | Carbamide peroxide diaplikasikan pada sendok cetak, dimasukkan mulut sedikitnya 30 menit tiap perawatan. Aplikasi tambahan dilakukan penderita di rumah | Cairan diaplikasikan pada gigi dan diaktivasi dengan sumber panas atau sinar khusus |
| Hasil | Butuh 3-4 minggu untuk mengukur hasil yang terlihat | Beberapa kasus hasil terlihat setelah 30 menit perawatan | Beberapa kasus tampak perubahan warna langsung setelah 30 menit perawatan |
| Rata-rata jumlah perawatan | Sekali sehari selama 2-3 jam untuk 4-6 minggu | Dapat digunakan sebagai perawatan pertama untuk perawatan harian di rumah | Satu visit. Pemakaian di rumah disarankan tergantung noda gigi yang akan dihilangkan. |
Pengaplikasian bahan bleaching karbamid peroksida membutuhkan penggunaan tray. Pada tray dibuat reservoir pada bagian bukal sebagai tempat bahan bleaching diaplikasikan, yaitu 1-1,5 mm dari servikal dan 1 mm dari insisal/oklusal. Sedangkan bahan bleaching hidrogen peroksida diaplikasikan dengan ketebalan 0,5-1 mm pada permukaan gigi yang diputihkan.
Notifications