Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bruxism adalah kondisi dimana seseorang seringkali menggemeretakkan, menekan, atau menggesekkan giginya ke atas dan ke bawah maupun ke kanan dan ke kiri secara tidak sadar. Bruxism tahap awal tidak membutuhkan pengobatan khusus, namun jika bruxism sudah menjadi kebiasaan, hal itu bisa menimbulkan dampak yang lebih besar, seperti kerusakan gigi, sakit kepala, gangguan pada rahang, dan masalah lainnya.

Pada banyak kasus, bruxism terjadi secara spontan saat seseorang sedang berkonsentrasi, sedang merasa cemas, atau sedang mengalami stres yang berlebihan. Hampir 80 persen kebiasaan bruxism terjadi pada malam hari saat seseorang sedang tidur. Kebiasaan seseorang menggemeretakkan dan menggesekkan gigi secara tidak sadar pada malam hari (sleep bruxism) sering dikaitkan dengan gangguan tidur.

Umumnya, orang yang memiliki kebiasaan sleep bruxism juga memiliki kebiasaan lain yang berkaitan dengan gangguan tidur, seperti mendengkur atau henti nafas sejenak pada saat tidur (sleep apnea). Kebanyakan orang tidak menyadari kebiasaan ini sampai akhirnya timbul komplikasi. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk mengetahui penyebab dan gejala bruxism agar terhindar dari dampak yang lebih besar.

https://www.alodokter.com/bruxism