Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Humor Receh Bikin Ngakak

Humor-Receh|690x246

Humor terbaru kali ini mengupas contoh cerita lucu humor Receh. Silahkan disimak dengan baik lalu siapkan ekstra energi untuk tertawa setengah mati. Kumpulan humor receh lucu banget dikumpulkan dari berbagai sumber gokil cerita pendek lucu. Tentunya cerita humor Receh paling lucu yang dipilih sudah lulus uji standar kelayakan ketawa dan konyol minimum yang disyaratkan oleh pemerintah. Tanpa panjang kata lagi, selamat menikmati cerita lucu gokil bikin ngakak berikut.

31

Humor Receh: Jadi Sepuluh Lembar

Sepulang sekolah, Mukidi menemukan dompet dijalan menuju rumahnya. Dikarenakan Mukidi adalah anak yang jujur, dompet tersebut diantarkan ke alamat pemiliknya yang diketahui dari KTP yang ada dalam dompet. Ternyata dompet tersebut adalah milik Pak Haji Wakijan, tetengganya.

Mukidi: “Pak Haji, ini dompet bapak bukan?” tanya Mukidi sambil memberikan dompet.
Wakijan: “Betul, itu dompet saya yang hilang. Dimana ketemunya Muk?”
Mukidi: “Itu dibawah pohon mangga, depan rumah Pak Bolot.”

Setelah diterima dengan wajah gembira, dompet itu dibuka oleh Pak Haji Wakijan. Tidak ada yang hilang. Uangnya masih utuh 100.000.

Wakijan: “Tidak ada yang hilang. Tapi kenapa ya??”
Mukidi: “Kenapa Pak Haji..”

Wakijan: “Tadinya hanya ada uang 100.000 satu lembar.. Sekarang kok jadi 10.000 sepuluh lembar…” (sambil mengerungkan dahi)
Mukidi: “Ooooo… tadi sebelum kesini saya tukarkan di warung Oneng sama recehan. Soalnya kemarin saya juga nemuin dompet dijalan. Saya antar ke yang punya. Tapi saya gak dapet persenan. Alasannya karena tidak ada uang receh..”

Humor Receh: Dompet Pengemis

Hari Minggu adalah hari yang tepat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, pacar, teman, atau orang tersayang. Dan hari Minggu ini Ateng akan menghabiskan waktu liburannya dengan berjalan-jalan bersama temannya ke Monas. Karena Ateng warga baru di kota Jakarta, maka ia terlihat begitu kagum saat pertama kali menginjakkan kaki di Monumen Nasional itu. Pulang dari Monas, tak disangka-sangka Ateng bertemu dengan seorang pengemis.

Pengemis: “Pak, minta uang pak, 100 ribu aja.”
Ateng: (Dalam hati) “Buset, ini pengemis minta duitnya gak kira-kira, ya.” (sambil menolak) “Maaf pak, tidak ada.”

Pengemis: “Kalo gitu 50 ribu aja, pak. 50 Ribu.”
(Ateng menggelengkan kepala). “10 ribu deh, pak. Buat makan saya nanti malem.” (Ateng terdiam, bingung antara ingin memberi atau tidak).

Pengemis: “Yaudah deh pak, seribu aja. Saya minta seribu doang lho, pak.”
Ateng pun hendak memberinya uang selembar pecahan seribu rupiah. Namun sayang, saat itu Ateng tidak punya uang receh di dompetnya.

Pengemis: “Ah, si Bapak, saya minta duit seribu gak dikasih, 10 ribu gak dikasih juga, apalagi 100 ribu. Ternyata dompet Bapak lebih tipis dari dompet saya.”

Humor Receh: Potong Rambut

Si Mono memanggil tukang cukur keliling yang kebetulan lewat depan rumahnya, ia berniat mencukur rambutnya.

Mono: “Bang! Tukang cukur, cukur sini bang!”
Tukang Cukur: “Mau cukur Mon?”

Mono: “Di bikin pendek berapa harganya bang?”
Tukang Cukur: “Murah cuma 15.000 Mon.”

Mono: “Kalau botak berapa bang?”
Tukang Cukur: “Kalau botak lebih murah lagi, hanya 5.000.”

Mono: “Ya sudah kalo gitu di bikin pendek aja bang biar rapi.”

Kemudian si tukang cukur segera mencukur rambut si Mono, setelah rapi Mono membayar tukang cukur dengan uang 20.000an.

Tukang Cukur: “Wah nggak ada kembaliannya Mon,ni aja baru penglaris.”
Mono: “Waduh gimana yach bang gak ada receh saya nich bang.”

(Sambil garuk kepala Mono berpikir, setelah lama berpikir kemudian Mono memutuskan).

Mono: “Ya udah bang, kalau gitu yang 5.000 botak aja.”
Tukang Cukur: “!@#$%^&*()_+”