Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Cerita Lucu "Wasiat"

AN Analisa Put 9 years ago

maxresdefault|690x388
“Mas tadi waktu bukber pada cekikikan ngomongin kodok apaan sih?” tanya Markonah.

“Dulu, aku, Wakijan, Samingan sowan ke mbah Joyongablak nanyain masalah jodoh,” jawab Mukidi: “Waktu kami pulang, mbah Joyo berpesan: ‘Ati-ati ngidak kodok yang artinya hati-hati ya jangan nginjak kodok.’

Walaupun telah berhati-hati, Wakijan nginjek kodok. Gak lama, Samingan juga nginjek katak. Cuman aku yang selamat hingga rumah tanpa nginjek katak.”

“Memang jika nginjek kodok kenapa?”

“Yah tadinya mereka berdua kuatir, melainkan lama-lama kata-kata mbah Joyo dianggap cuma takhayul. Eh 5 tahun kemudian setelah mereka kawin bininya jelek-jelek, bawel. Ternyata gara-gara nginjek katak, kata-kata simbah ternyata. Kamu percaya gak Nah?”

“Percaya sih mas, aku dahulu juga nginjek katak….”

20

Karena engga dapet wasiat mbah Joyoangablak, dapetnya Mbah Warto

Mbah Warto dirawat di rumah sakit. Menurut dokternya, asmanya sudah kronis hingga perlu dipasangi selang oksigen. Sudah beberapa hari dia tidak bicara dan seperti orang koma.

Dikira sudah menjelang ajal, dan atas keinginan mbah Warto juga, anaknya kemudian memanggil Mudhin Pengacara-nya untuk menyusun wasiat, Selagi pak Mudhin sedang asik berdiskusi, tiba-tiba Mbah Warto menggap-menggap tidak bisa bernafas, mukanya pucat, tangannya bergetar.

Dengan bahasa isyarat mbah Warto minta diambilkan kertas dan alat tulis.

Dengan sisa-sisa tenaganya mbah Warto menulis surat dan diberikan ke Mudhin.

Lalu pak Mudhin langsung menyimpan surat-surat itu tanpa membacanya karena pikirnya tidak tega membaca surat wasiat tersebut di depan mbah Warto. Tak lama kemudian mbah Warto meninggal dunia.

Pada selamatan hari ketujuh meninggalnya mbah Warto, Pak Mudhin diundang untuk datang. Selesai memimpin sambutan do’a, pak Mudhin berpidato, “Saudara-saudara sekalian, ini ada surat wasiat dari almarhum mbah Warto yang belum sempat saya sampaikan, yang isinya pasti nasehat untuk anak cucunya semua. Mari kita sama-sama membaca suratnya”.

Pak Mudhin kemudian membaca surat tersebut, yang ternyata berbunyi:

“DHIN, JANGAN BERDIRI DI SITU…! JANGAN INJEK SELANG OKSIGENKU…!”

Lah berarti ceweknya yang dapet jodoh jelek wkwk
hnuhncuwnhcknakjfbeuabfcabjkabvjkrhbuq3hoi3ru83ugt84ytuhnfkjnskdjvnjsn|220x178