Bodro memaksa Ibunya untuk menebak siapa perempuan yang akan menjadi istrinya kelak.
“Ya, Bu, ya,” pinta Bodro, “aku nanti akan ajak tiga orang perempuan temanku. Ibu tinggal bisikan saja siapa dia antara ketiganya yang bakal jadi istriku.” “Boleh saja,” kata Ibunya Bodro.
Keesokan harinya Bodro mengenalkan tiga orang perempuan ke Ibunya dan meminta Ibunya menunjuk siapa yang bakal jadi istri Bodro. “Yang mana, Bu?” Tanya Bodro.
“Yang itu,” kata Ibunya Bodro menunjuk salah satunya.
“Kok Ibu tahu sih?” Bodro penasaran.
“Ya iyalah,” kata Ibunya Bodro, “dia yang paling gak ibu sukai.”