Melanjutkan kisah dari The Witcher 2 dengan dunia yang mulai berubah sejak aksinya yang terakhir, Geralt of Rivia – sang Witcher yang kisah perjalanannya mengalun lewat alunan musik para Bard dari seluruh penjuru The Continent – akhirnya memutuskan untuk mulai menyelesaikan konflik personalnya sendiri. Kembalinya ingatan yang sempat hilang membuat Geralt mengingat sosok wanita yang tak bisa ia lupakan begitu saja – Yennefer. Namun di atas semuanya, ia secara konsisten mendapatkan mimpi buruk soal datangnya Wild Hunt. Rombongan pasukan misterius dengan armor berwarna hitam, yang kedatangannya cukup untuk membekukan dan membunuh nafas hidup apapun yang berada di dekat mereka.
Terlepas dari kisah cinta mereka, Geralt sebagai seorang Witcher dan Yennefer sebagai seorang Sorceress tidak pernah bisa memiliki anak. Kekuatan besar yang mereka miliki berujung pada konsekuensi yang menyedihkan – bahwa mereka tidak subur. Namun kerinduan mereka untuk “membangun” keluarga bisa terobati lewat sosok Ciri. Seperti yang bisa diprediksi, cerita ini tidak berakhir bahagia. Ciri menghilang untuk waktu yang begitu lama dan sulit untuk ditemukan kembali. Kompleksitas masa lalu membuat Geralt yakin bahwa Ciri adalah target utama yang berusaha diburu oleh Wild Hunt. Baginya, tidak ada yang lebih penting, selain menemukan “anak” yang begitu ia sayangi ini.
Kelebihan :
Tingkat kesulitan yang menantang
Gameplay yang butuh strategi dan persiapan
Kisah cinta yang cukup membuat Anda membangun kedekatan emosional
Side-quest yang dibangun dengan sangat niat
Cerita yang sangat menarik
Voice acts jempolan yang membuat karakter-karakter ini hidup
Tema dewasa yang tidak setengah-setengah
Desain karakter dan monster yang keren
Musik yang menggugah
Kekurangan :
Beberapa bug dan glitch (versi Playstation 4)