Rockstar Games sempat mengirimkan stafnya ke Tokyo untuk melakukan riset, mulai dari mengambil gambar, menjelajahi kota tersebut, hingga berbincang-bincang dengan warga lokal untuk merasakan atmosfer kehidupan di Tokyo. Perjalanan riset ini telah terlaksana beberapa tahun lalu di antara produksi GTA III dan GTA: Vice City.
Pada Desember 2003, Take-Two Interactive yang membawahi Rockstar Games dan 2K juga telah mendaftarkan judul GTA: Tokyo, GTA: Bogota, serta Grand Theft Auto: Sin City yang masih menjadi misteri hingga saat ini sebagai merek dagang. Namun, Rockstar Games menemukan cukup banyak kesulitan untuk memindahkan latar tempat Grand Theft Auto ke luar benua Amerika.
Setelah perjalanan riset ke Tokyo, langkah serius Rockstar Games dalam memproduksi GTA: Tokyo terpaksa harus ditahan karena beberapa kesulitan, salah satunya adalah sistem lalu lintas Jepang yang amat kompleks. Selain itu, Rockstar Games menilai kultur, brand, dan kendaraan yang sudah melekat dalam seri Grand Theft Auto perlu diganti agar sesuai dengan nuansa Asia.