Berbagai Macam Kajian Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual: Kaitannya dengan Kehidupan Sehari-hari Arfika Dhea Syaharani...
Esai Opini
Analisis Wacana pada Pendekatan Tekstual dan Kontekstual Arfika Dhea Syaharani...
Analisis Wacana pada Pendekatan Tekstual dan Kontekstual Arfika Dhea Syaharani...
Objek Analisis Wacana: Kajian Wacana Tulis dan Wacana Lisan Arfika Dhea Syaharani...
Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia perlu melakukan interaksi dengan pihak-pihak yang saling membutuhkan dan saling keterkaitan. Nah, salah satu syarat terjadinya interaksi sosial adalah komunikasi. Dikutip dari situs wikipedia.org, “komunikasi adalah suatu proses ketika seseorang atau beberapa kelompok orang, kelompok, atau organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain.” Komunikasi merupakan bagian yang penting dan vital bagi manusia. Dengan berkomunikasi, manusia dapat mengutarakan segala hal yang diperlukan untuk berbagai kepentingan dengan pihak-pihak terkait. Komunikasi lahir dengan beragam bahasa, maksud dan tujuan, penyampaian serta penerimaan. Namun, sering kita melihat banyak kasus yang menyerang emosi anak disebabkan adanya komunikasi yang kurang baik di antara dua belah pihak atau lebih yang berujung pada kekerasan emosional. Kekerasan emosional merupakan tindakan yang merendahkan anak melalui kecaman kata-kata yang berlanjut dengan melalaikan anak, mengisolasi anak dari lingkungan dan hubungan sosialnya, menyalahkan anak terus-menerus dan biasanya selalu diikuti oleh kekerasan lain. Kekerasan emosional sangat sulit di deteksi karena sering kali merupakan kasus yang tidak dilaporkan. Manifestasinya akan terlihat setelah timbulnya masalah baik terhadap diri sendiri maupun lingkungannya (Soetjiningsih, 2004; Ilham, 2013; Pratiwi, 2015)....
Saat ini istilah new normal sangat banyak ditemui masyarakat melalui berbagai media. New normal dikatakan sebagai tatanan hidup baru di tengah pandemi Covid 19 yang angka kesembuhannya makin meningkat. Pemerintah Indonesia yang menilai angka kesembuhan kasus Covid 19 di Indonesia semakin meningkat memutuskan bahwa new normal dapat diterapkan di beberapa daerah yang telah siap. New normal merupakan sebuah langkah percepatan penanganan COVID-19 di bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi. Skenario new normal ini dijalankan dengan mempertimbangkan kesiapan daerah dan hasil riset epidemiologis di wilayah terkait. Beberapa bulam setelah terkonfirmasinya kasus Covid 19 di Indonesia, Presiden Joko Widodo meminta masyarakat Indonesia untuk bisa berdamai dan hidup berdampingan dengan virus corona sampai ditemukannya vaksin yang efektif. Menurut Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, frase berdamai yang digunakan oleh Presiden Jokowi ini memiliki makna penyesuaian baru dalam tatanan kehidupan....
Komunikasi merupakan bagian yang sangat penting dari kehidupan manusia. Menurut Suhendi ( 2001 : 69 ), komunikasi berarti memiliki tafsiran terhadap perilaku orang lain yang berwujud pembicaraan, gerak – gerik badan , atau sikap dan perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut . Pada hakekatnya , manusia merupakan makhluk sosial dimana manusia diciptakan untuk saling tolong – menolong . Oleh karena itu, manusia harus bisa berkomunikasi efektif dalam kehidupan bermasyarakat agar bisa memiliki relasi yang baik. Namun faktanya, masih banyak orang yang sulit untuk mengkomunikasikan perasaan secara efektif seperti dialami oleh para remaja . Padahal , pada tahun 2030, Indonesia akan menghadapi bonus demografi . Menurut KBBI , bonus demografi merupakan istilah dalam kependudukan yang menggambarkan jumlah usia produktif ( 25 – 64 tahun ) lebih besar dibandingkan dengan usia tidak produktif . Bonus demografi dapat menjadi keuntungan bagi negara Indonesia khusunya dalam segi pembangunan apabila dapat dikelola secara maksimal karena potensi rasio beban ketergantungan penduduk akan berkurang. Namun , bonus demografi juga memiliki dampak negatif salah satunya apabila negara tersebut tidak mempersiapkan diri dengan baik dalam mempersiapkan bonus demografi tersebut , maka jumlah penggangguran yang tidak terkendali akibat tidak memenuhi standar pekerjaan . Untuk itu , para remaja Indonesia diharuskan untuk mempersiapkan softskill yang menjadi acuan utama dalam menghadapi bonus demografi. Menurut Ir. Rusman Efendi , Plt Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Bengkulu , softskill yang berkaitan dengan kecerdasan emosional , sifat kepribadian , keterampilan sosial , komunikasi , berbahasa , keramahan dan optimisme merupakan kemampuan yang dibutuhkan dalam menghadapi bonus demografi. Untuk meningkatkan softskill komunikasi pada remaja , salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pembelajaran komunikasi yang berbasis IoT. ...
Pengaruh Frekuensi Komunikasi Orang Tua yang Minim terhadap Perkembangan dan Pembentukan Kepribadian Anak Keluarga merupakan salah satu faktor utama dan terutama dalam mempengaruhi tumbuh kembang anak. Selain itu, keluarga disebut juga kelompok interaksi sosial yang primer karena keluarga inilah yang pertama kali dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Semua orang mendambakan memiliki keluarga yang bahagia namun tidak semua orang dapat mewujudkannya. Esensialnya kebahagiaan keluarga tentu didasari dengan adanya karakter dari masing-masing individu yang baik. ...
Dalam beberapa bulan terakhir ini, situasi dan kondisi di sekitar sedang begitu mengkhawatirkan. Kehidupan orang-orang di berbagai tempat di dunia termasuk Indonesia, sedang berada di fase yang sangat membahayakan. Kita semua harus menerima kenyataan bahwa kini sebuah virus bernama Coronavirus disease 2019, atau yang biasa disebut dengan COVID-19, telah menjadi salah satu momok terbesar yang dapat dengan mudah merenggut nyawa manusia, terlebih jika tidak ada kesadaran dan kepedulian untuk menanganinya. Di Indonesia sendiri, keadaannya kian hari kian memprihatinkan. Jumlah kasus COVID-19 selalu bertambah setiap harinya dan bahkan sudah menyebar di 34 provinsi. Hal ini pun berdampak buruk terhadap berbagai aspek, baik ekonomi, politik, sosial, budaya, dan yang lainnya. Dengan situasi yang tidak kunjung membaik, masyarakat menjadi semakin resah. Mereka mempertanyakan mengapa permasalahan ini terus menerus memburuk, mengingat sekarang jumlah negara yang mampu mengatasi laju pertumbuhan kasus COVID-19 semakin bertambah. Bahkan beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, secara perlahan sudah kembali menjalani kehidupan seperti sedia kala, tanpa bayang-bayang penambahan jumlah kasus yang signifikan setiap harinya. Kesabaran masyarakat untuk menunggu hingga jumlah kasus COVID-19 di Indonesia mereda lambat laun semakin menipis. Mereka juga seakan sudah lelah dengan keadaan yang begitu tidak menentu. Hilangnya kesabaran dan munculnya rasa lelah dalam diri masyarakat tentunya akan berdampak terhadap timbulnya berbagai tindakan yang akan memperparah kondisi saat ini. Terdapat beberapa kemungkinan yang sekiranya dapat terjadi, tetapi dua hal yang benar-benar membahayakan adalah ketika semakin banyaknya muncul pihak-pihak yang sudah pasrah dengan keadaan, juga pihak lainnya yang menjadi benar-benar acuh dengan situasi sekarang. Hal ini belum ditambah dengan pihak-pihak yang dari awal sudah tidak peduli dan bahkan menganggap bahwa virus COVID-19 hanya hoaks semata....
Manusia dikatakan makhluk sosial yaitu makhluk yang di dalam hidupnya tidak bisa melepaskan diri dari pengaruh manusia lain. Manusia dikatakan makhluk sosial, juga dikarenakan pada diri manusia ada dorongan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain. Dalam berinteraksi dengan manusia lain diperlukan komunikasi. Tanpa komunikasi manusia tidak dapat berinteraksi dengan orang lain, oleh karena itu komunikasi memiliki peranan penting dalam dunia ini. Komunikasi bahkan sanggup untuk menyentuh segala aspek kehidupan. Manusia sebagai makhluk sosial, hanya dapat hidup berkembang dan berperan sebagai manusia dengan berhubungan serta bekerja sama dengan manusia lain dengan cara berkomunikasi. Hampir sebagian besar kegiatan yang dilakukan manusia selalu berkaitan dengan komunikasi. Komunikasi adalah usaha penyampaian pesan antar sesama manusia. Proses komunikasi memiliki beberapa unsur, yaitu: pengirim pesan (komunikator), penerima pesan (komunikan), saluran media, pesan itu sendiri, dan efek dari komunikasi. Hal ini sesuai dengan apa yang dibuat oleh David K. Berlo ditahun 1960-an yang membuat formula komunikasi yang dikenal dengan ‘‘SMCR’’, yaitu source (pengirim), message (pesan), channel (saluran media), dan receiver (penerima)....
LIKA-LIKU KOMUNIKASI ALA PANDEMI COVID 19 ZURIA...
Pandemi yang teridentifikasi di Wuhan akhir 2019 lalu telah merebak ke seluruh dunia. Tak terkecuali di Indonesia. Negeri di mana yang kerap dikenal sarangnya warga +62 di jagat maya. Pandemi yang akrab dikenal dengan nama Corona ini mendapatkan berbagai respon dari berbagai kalangan yang mendiami tanah Indonesia. Respon tersebut tentu beragam, terutama sejak kemunculannya pertama kali yang berusaha dikaitkan dengan perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Hal ini saat itu terdengar masuk akal karena perang dagang tersebut masih hangat diperbincangkan....
sumber: StockSnap dari Pixabay Hal sederhana yang sering kita lakukan, namun nyatanya menjadi semakin sulit seiring pertambahan usia, adalah komunikasi. Kita belajar berkomunikasi dari aksi reaksi yang berasal dari orang terdekat kita, yakni orang tua dan saudara sekandung maupun orang terdekat yang menjalani rutinitas keseharian bersama. Seiring meluasnya lingkaran sosial, maka saat itulah, pikiran belajar terbuka dan mempelajari pelbagai istilah penting agar makna komunikasi tetap terjaga. “Makna” menjadi penting, karena tidak semua generasi memahami suatu yang bersifat tunggal, kecuali dia tinggal di zaman itu. Istilah kepo, baper, galau, sotoy, lebay dan yang cukup tren saat ini adalah santuy, adalah beberapa istilah slang yang mungkin hanya dikenal di Indonesia dan cukup familiar hanya pada generasi tertentu saja....
Mengapa bahasa tubuh di suatu daerah, diartikan berbeda di daerah lain? Sudah menjadi impian banyak orang untuk dapat berkunjung ke suatu tempat yang belum pernah didatangi sebelumnya. Terkadang, ketika momen tersebut ada dan terjadi di depan mata, kita menjadi ragu dan takut untuk menjalin interaksi dengan mereka para penduduk asal tempat tersebut. Kita akan mengalami culture shock atau gegar budaya ketika berada di suatu tempat yang baru. Kita akan paranoia apakah bisa bertahan hidup sana dengan baik, apakah kita dapat bertukar pesan dan informasi dengan penduduk asli, dan apakah sikap atau pergerakan yang akan kita tunjukkan mungkin salah atau mengganggu mereka, dan sebagainya. Dalam tulisan ini saya akan menyampaikan opini saya, mengapa suatu bahasa tubuh di suatu daerah, diartikan berbeda di daerah lain, sehingga terjadi kesalahpahaman makna antara pendatang dan penduduk asal....
URGENSI KOMUNIKASI MEWARNAI KEHIDUPAN...
Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia perlu melakukan interaksi dengan pihak-pihak yang saling membutuhkan dan saling keterkaitan. Nah, salah satu syarat terjadinya interaksi sosial adalah komunikasi. Dikutip dari situs wikipedia.org, "Komunikasi adalah suatu proses ketika seseorang atau beberapa kelompok orang, kelompok, atau organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain." Komunikasi merupakan bagian penting dan vital bagi manusia. Dengan berkomunikasi, manusia dapat mengutarakan segala hal yang diperlukan untuk berbagai kepentingan dengan pihak-pihak terkait. Komunikasi lahir dengan beragam bahasa, maksud dan tujuan, penyampaian, serta penerimaan. Namun, sering kita melihat banyak kasus yang menyerang emosi anak yang disebabkan adanya komunikasi yang kurang baik di antara dua belah pihak atau lebih yang berujung pada kekerasan emosional. Kekerasan emosional merupakan tindakan yang merendahkan anak melalui kecaman kata-kata yang berlanjut dengan melalaikan anak, mengisolasi anak dari lingkungan dan hubungan sosialnya, menyalahkan anak terus-menerus dan biasanya selalu diikuti oleh kekerasan lain. Kekerasan emosional sangat sulit dideteksi karena sering kali merupakan kasus yang tidak dilaporkan. Manifestasinya akan terlihat setelah timbulnya masalah, baik terhadap diri sendiri maupun lingkungannya (Soetjiningsih, 2004; Ilham, 2013; Pratiwi, 2015)....
Sejak awal maret maraknya covid-19 menteri pendidikan memutuskan berbagai tingkat pendidikan dari PAUD/TK hingga Unirvesitas diperkenakan mendapatkan materi melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau sistem belajar dalam jaringan (daring). Walaupun pedidikan tidak dilakukan secara tatap muka namun harus kita tak boleh putu s berhenti memperoleh pendidikan, menurut Prof. Dr. Ir. K.H. Mohammad Nuh, Menteri Pendidikan Nasional Indonesia periode 2009 - 2014, pendidikan adalah sesuatu yang tak bisa berhenti. Pendidikan terus bergerak dan tak boleh terputus dalam keadaan apapun. Permasalahan dalam kegiatan pembelajaran jaringan (daring) yaitu, kurangnya fasilitas media komunikasi yang dibutuhkan para guru dan siswa. Media komunikasi berasal dari kata media dan komunikasi. Media berasal dari bahasa Latin yaitu kata Medium (media, jamak; medium, tunggal), artinya secara harfiah ialah perantara, penyampaian, atau penyalur, sedangkan komunikasi berasal dari bahasa latin Communicare yang artinya milik sama/khalayak umum. Jadi pengertian dari media komunikasi adalah suatu alat atau sarana yang digunakan untuk menyaampaikan/penyaluran pesan dar komunikator (orang yang menyampaikan) kepada khalayak umum. Media komunikasi ini sering digunakan pada suatu lembaga terutama lembaga pendidikan. Media komunikasi dibagi menjadi dua yaitu, langsung dan tidak langsung. Media komunikasi langsung merupakan proses komunikasi yang dilakukan secara langsung atau bertatap muka. Sedangkan media komunikasi secara tidak langsung merupakan proses dari suatu komunikasi yang dilakukan secara tidak langsung dan memerlukan bantuan alat komunikasi yang fungsinya sebagai media komunikasi. Pada zaman dulu sampai sekarang media komunikasi tidak langsung sangatlah berbeda. Pada zaman dulu media komunikasi menggunakan daun atau batu untuk menulis pesan, surat, telegraf, dan telepon umum. Namun karena perkembangan zaman media komunikasi sekarang kita bisa memperoleh informasi tidak hanya lewat televisi, namun kita bisa memperoleh informasi dari segenggam handphone, laptop dan komputer. Seperti halnya tahun ini 2020 dikarenkan merebaknya virus covid-19 para lembaga pendidikan menggunakan media komunikasi tidak langsung seperti handphone, laptop, dan komputer untuk menyampaikan materi guru kepada siswa. Namun sebelum maraknya covid-19 biasanya lembaga pendidikan sering menerapkan metode belajar tatap muka atau yang disebut media komunikasi tanpa perantara. Pembelajaran secar online atu yang disebut daring menurut saya kurang efektif dalam menyampaikan materi dan menangkap materi, karena siswa menurut saya pembelajaran melalui bertatap muka, bisa membantu siswa dalam meningkatkan konsetrasi, meningkatkan interaksi sosial dengan guru dan teman sehingga menumbuhkan semangat belajar, dan memiliki daya serap yang tinggi sekitar 45%-90%. Sedangkan pada pembelajaran daring bisa merusak konsentrasi siswa, kurangnya interaksi sosial memudahkan pudarnya semangatbelajar siswa dan memiliki daya serap yang rendah 20%-70%....
Manusia merupakan makhluk sosial yang sangat erat hubungannya dengan interaksi sosial, terutama komunikasi. Komunikasi yaitu suatu kata yang mencakup segala bentuk interaksi dengan orang lain yang berupa percakapan biasa, membujuk, mengajar dan negosiasi (Nurjaman dan Umam, 2012). Menurut Berelson dan Stainer (1964), komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian dan lain-lain. Melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka dan lain-lain. Pada dasarnya, manusia akan menjalin suatu hubungan antar sesamanya secara alamiah. Setiap tindakan yang melibatkan orang lain akan terciptanya suatu interaksi, baik komunikasi verbal maupun non verbal. Komunikasi verbal dapat berupa percakapan ataupun sapaan, sedangkan komunikasi non verbal dapat berupa senyuman ataupun salaman. Hal ini menjadikan komunikasi sangat mutlak diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Komunikasi adalah sesuatu hal yang dibutuhkan agar manusia bisa memenuhi kebutuhan dasar mereka, yaitu kebutuhan fisik, kebutuhan atas keamanan, kebutuhan sosial, kebutuhan untuk dihargai, dan kebutuhan untuk aktualisasi diri. Namun demikian, melakukan komunikasi pada masa-masa ini mengalami beberapa kendala terkait dengan pandemi yang sedang melanda dunia. Pada akhir tahun 2019, sebuah virus yang menyebabkan penyakit menular berbahaya telah menginfeksi warga di Wuhan, China. Awal Januari 2020, National Health Commission China mengidentifikasi sebuah jenis corona virus baru yang kemudian dibagikan sekuen genetiknya kepada negara-negara lain untuk mengembangkan istrumen diagnosis (WHO, 2020). Pada 2 Maret 2020, pemerintah Indonesia mengumumkan kasus pertama Corona virus desease 2019 (Covid 19) di Indonesia. Tingkat penyebaran Corona virus desease sangat cepat, sehingga berbagai kebijakan yang bertujuan untuk memutus mata rantai COVID-19 pun diterapkan. Beberapa himbauan yang digunakan pemerintah untuk mengurangi penyebaran COVID-19 antara lain, stay at home, physical distancing, cuci tangan, menggunakan masker, dan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), WFH ( Work from Home )....
“ Racism Comunnication “ Oleh : Achmad Fauzan Kamil...
Oleh : Viola Fada Corona Virus Disease atau kerap disapa COVID-19, bukan hal yang asing lagi bagi semua orang dibelahan dunia. Virus yang berasal dari negeri tirai bambu (China), telah menimbulkan keresahan dikalangan masyarakat. Sejak 31 Desember 2019, kasus ini telah meningkat pesat, yang kemudian menyebar dengan cepat ke sejumlah negara dan teritori. Saat ini virus tersebut telah menyebar secara global dan dinyatakan sebagai pandemi global. Sementara itu, Covid-19 pertama kali dilaporkan di Indonesia pada 2 Maret 2020....