WFH atau Work From Home merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang dapat dijadikan solusi untuk mengurangi penyebaran COVID – 19. Dengan adanya kebijakan tersebut, tidak dapat dipungkiri telah terjadi perubahan rutinitas yang bisa menjadikan tantangan bagi beberapa orang seperti pekerja kantoran bahkan pelajar/mahasiswa.
WFH memiliki tantangan tersendiri pada beberapa orang, seperti ruang gerak dan interaksi yang terbatas. Selain itu, tekanan yang dihadapi selama WFH membuat bertambahnya beban kerja seseorang. Hal tersebutlah yang bisa memicu seseorang menjadi stress. Jika, stress sudah terjadi pada seseorang akan berdampak pada setiap kegiatan yang akan dilakukan salah satunya adalah kesulitan membagi waktu.
Lalu, apa sih yang bisa dilakukan untuk mengatasi stress akibat WFH?
- Pertama, hal yang bisa dilakukan adalah regulasi diri. Apa sih maksud regulasi diri? Regulasi diri bisa dikatakan sebagai usaha yang dilakukan untuk menjaga pikiran tetap positif dan mengendalikan faktor yang diluar kendali yang memicu stress untuk tetap fokus dalam melakukan pekerjaan. Usaha yang bisa dilakukan yaitu hadapilah beban pekerjaan dengan santai dan percaya diri.
- Kedua, mencari dukungan sosial. Beban pekerjaan yang berat bukan berarti harus pusing sendirian untuk menghadapinya lho. Hal tersebut, bisa kamu ceritakan kepada teman dekat, pasangan, ataupun keluarga. Dengan bercerita, bisa membuat kamu lega dan tidak merasa sendirian untuk menghadapi beban kerja. Bahkan, kamu bisa mendapat solusi untuk mengdapai beban kerja kamu.
- Ketiga, self care. self care bisa dilakukan dengan mengurangi beban pekerjaan yang overload misalnya tidur nyenyak, bersantai selama beberapa menit, berolahraga
- Keempat, coping stress. Apa maksudnya? Coping stress memiliki maksud untuk mengalihkan beban kerja yang membuat stress terhadap hal yang disukai. Misalnya, menonton film, mendengarkan musik, atau berbincang dengan teman dekat.
- kelima, hindari hal – hal yang akan menambah beban kerja. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mengurangi daftar tugas dengan mengalisis jadwal, tanggung jawab, dan tugas harian kamu. Jika dirasa memiliki terlalu banyak tugas, maka tugas yang tidak benar-benar diperlukan maka perlu ditangguhkan atau hilangkan sepenuhnya.
- keenam, berpikir positif. Cobalah untuk melihat situasi stres dari perspektif yang lebih positif. Daripada mengeluh tentang beban kerja yang banyak, lihatlah kondisi itu sebagai kesempatan untuk berhenti sejenak dan berkumpul kembali bersama keluarga atau teman, dan menikmati waktu sendirian (me time)
- ketujuh, self talk. Tanyakan pada diri kamu seberapa penting marah akan beban kerja yang dalam jangka panjang. Apakah itu penting dalam sebulan? Tahun? Apakah benar-benar layak untuk marah? Jika jawabannya tidak, fokuskan waktu dan energi kamu untuk melakukan hal yang positif.
Nah, jadi bagaimana ini kalian yang merasa beban kerja yang banyak akibat WFH? Kalian bisa mencobanya di rumah. Tetap semangat dan jaga kesehatan!
Sumber:
Barseli, M., Ifdil, I., & Fitria, L. (2021). Stress akademik akibat Covid-19. JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia), 5(2).
Muslim, M. (2020). Manajemen stress pada masa pandemi covid-19. ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis, 23(2), 192-201.
Robinson, Lawrence, dkk (2020). Stress Management https://www.helpguide.org/articles/stress/stress-management.htm#
Wahyu, A. M., & Saâ, M. (2020). Produktivitas Selama Work From Home: Sebuah Analisis Psikologi Sosial. Jurnal Kependudukan Indonesia, 53-60.