Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Mengenal Indigo Dalam Perspektif Psikologi

Manusia adalah mahkluk yang luar biasa, namun dibalik itu manusia juga memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Semua itu dapat menjadi pemaknaan yang berbeda tergantung diri kita masing-masing.
Berbicara mengenai kelebihan dan kekurangan hal itu juga dirasakan oleh seorang Indigo.
Fenomena indigo di Indonesia masih menimbulkan berbagai persepsi, misalnya seperti anggapan bahwa Indigo hanya seputar mampu melihat apa yang tidak bisa dilihat kebanyakan manusia, dianggap gila, aneh atau bahkan kadang dianggap sebagai sebuah kekurangan. Ada juga yang berpendapat bahwa hal itu merupakan karunia dari Yang Maha Kuasa.
Seorang indigo seringkali hanya dinilai berdasarkan sisi mistiknya saja, padahal ada penjelasan lain dari sisi ilmiah mengenai kemampuan yang berbeda ini.
Indigo sendiri memiliki pengertian sebagai seseorang yang memiliki aura warna nila, punya cara berpikir yang khas atau berbeda, serta pembawaan diri yang lebih dewasa sehingga membuatnya tampak berbeda dan unik dibandingkan anak pada umumnya. (Soecipto, 2011: 5).
Mengutip penjelasan dari Dr. Erwin Kusuma dr. SpKJ(K) dalam (Soecipto, 2011: 7) memberikan pengertian mendalam mengenai seorang indigo. Indigo bukan sebuah penyakit atau kelainan jiwa, indigo adalah individu yang memiliki kemampuan lebih dari manusia pada umumnya, seorang indigo memerlukan perhatian khusus dari lingkungan sekitarnya, agar terhindar dari ketidakstabilan kondisi mental. Seorang Indigo tidak memiliki perbedaan secara fisik dan perkembangan mental dengan orang-orang pada umumnya.

Referensi:

https://www.psychologytoday.com/us/blog/creative-development/201304/highly-sensitive-children

Soecipto, N. A. (2011). Rahasia Besar Anak Indigo. Jogjakarta: Azna Books.

Fauzan, M. F., & Supratman, L. P. (2019). Studi Fenomenologi Tentang Komunikasi Antarpribadi Anggota Komunitas Anak Indigo Indonesia. Jurnal Manajemen Komunikasi, 1(2), 180. https://doi.org/10.24198/jmk.v1i2.11684

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *