Apakah sobat Psike pernah mendengar apa itu Tunalaras? Mungkin jika mendengar istilah Tunarungu, Tunawicara, atau Tunadaksa sobat Psike tidak asing. Namun juga ada istilah yang disebut dengan Tunalaras. Tunalaras adalah istilah yang diberikan kepada seseorang yang memiliki gangguan perilaku. Penyandang tunalaras akan menunjukkan perilaku-perilaku yang tidak sesuai dengan norma dan aturan [1].
Seseorang menjadi penyandang tunalaras memiliki beberapa faktor penyebab, diantaranya seperti [2]:
-
Faktor Psikologis
Adanya gangguan psikologis terkait perilaku menjadi salah satu penyebab tunalaras. Gangguan psikologis biasanya akan diwujudkan dalam bentuk perilaku yang menyimpang misalnya perilaku agresif atau menarik diri.
-
Faktor Psikososial
Gangguan perilaku tidak saja dikarenakan frustasi yang memengaruhinya, faktor lain seperti pengalaman masa lalu juga dapat memengaruhi. Misalnya pengalaman masa kanak-kanak yang mengalami masalah atau gangguan dalam perkembangannya.
-
Faktor Fisiologis
Tunalaras dapat disebabkan karena gangguan yang ada pada organ-organ tubuh, yang membuat organ-organ tersebut kurang berfungsi dengan baik. Misalnya gangguan atau kelainan pada otak, kelainan saraf motorik, atau hyper thyroid.
Tunalaras memiliki beberapa kelompok atau pengklasifikasian berdasarkan gejala gangguan tingkah laku, diantaranya [3]:
-
Socially Maladjusted Children
Kelompok ini terdiri dari individu yang memiliki gangguan pada aspek sosial. Individu akan menunjukkan perilaku yang maladaptif (tidak dapat menyesuaikan diri) terhadap norma atau aturan sosial yang berlaku.
-
Emotionally Disturbed Children
Kelompok ini terdiri dari individu yang memiliki gangguan pada perkembangan emosi. Mereka memperlihatkan ketegangan batin, kecemasan, atau gangguan psikologis (emosi) yang bersifat ringan ataupun berat lainnya.
Adapun karakteristik pada penyandang tunalaras yang dapat dikategorikan sebagai berikut:
- Individu dengan gangguan perilaku; berkelahi, pemarah, suka merusak, suka menentang, suka mengganggu, dan suka mencari keributan.
- Individu dengan kecemasan dan menyendiri; cemas, tegang, tidak punya teman, tertekan, sensitif, dan pendiam.
- Individu yang kurang dewasa; pelamun, kaku, pasif, mudah dipengaruhi, dan suka bosan.
- Individu yang agresif bersosialisasi; memiliki komplotan jahat, suka berbuat onar bersama kelompoknya, bolos sekolah, atau pergi dari rumah.
Berikut merupakan penjelasan singkat mengenai Tunalaras. Semoga sobat Psike dapat memahami dan dapat memberikan pengetahuan serta pemahaman lebih mengenai Tunalaras.
References:
- Desiningrum, D. R. (2006). Psikologi anak berkebutuhan khusus. Psikosain Anak Berkebutuhan Khusus.
- Ibrahim, R. (2005). Psikologi pendidikan jasmani olah raga. Depdiknas.
- Wikasanti, E. (2014). Pengembangan life skills untuk anak berkebutuhan khsusus. Maxima.