Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

TLM (Time Limiting Methode) Meretas Kesehatan Mental Pada Game

Hello Gen Z ! Pada kesempatan Kali ini mimin mau berbagi ilmu nih mengenai Kesehatan Mental Pada Game! Tahukan bahwa game itu dapat merusak mental jika dimainkan secara berlebihan ?

berikut Penjelasannya :

Awasi Rating dan Pola Anak Dalam Bermain Game! - kehidupanbiasa.id

Perkembangan teknologi yang semakin tidak terbatasi memberikan pengaruh signifikan terhadap banyak hal yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan masyarakat. Menurut penulis, teknologi sudah menjadi kebutuhan pokok dalam masyarakat di era modern saat ini. Masyarakat modern saat ini tidak terlepas dari namanya kemajuan teknologi yang merupakan cara paling mudah dilakukan dalam setiap kegiatan masyarakat. Walaupun pada awalnya perkembangan teknologi diciptakan hanya untuk menghasilkan manfaat positif tapi, dibalik itu semua tenyata memiliki dampak negatif bagi kehidupan masyarakat. Internet ini merupakan jaringan teknologi yang berkembang dengan sangat cepat. Dengan internet manusia modern dapat melakukan berbagai kegiatan seperti mencari informasi, mengirim dan mengobrol dengan orang lain melalui pasan atau audio, membangun relasi bahkan bermain game. Adapun dampak positif dari teknologi yang paling popular dimana masyarakat menjadi lebih mudah dan cepat berkomunikasi, sedangkan dampak negatif turunnya moral masyarakat modern dan semakin lemahnya tradisi yang terjadi pada kalangan remaja. Seyogyanya, teknologi mampu mengubah pola kehidupan manusia yang cenderung mulai bergeser atau bahkan mulai hilang diakibatkan kalangan anak-anak lebih memilih permainan yang tidak menguras banyak tenaga.

Pengaruh globalisasi pada internet sangat cepat merambat mempengaruhi kalangan anak-anak remaja bahkan orang dewasa yang menjadi sebuah problematika mengenai permainan game online. Game online ini memiliki sifat candu yang ingin memainkan game  secara terus-menerus, sehingga orang yang memainkannya hanya menghabiskan waktunya untuk bermain game online. Saat ini banyak bermunculan game online terbaru yang menyediakan berbagai fitur komunitas yang mendukung dan dapat menarik orang di berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Berdasarkan hasil observasi bahwa minat pada permainan game online banyak diminati oleh kalangan  anak-anak pada usia 7-13 tahun baik yang menempuh pendidikan maupun tidak sedang menempuh pendidikan. Anak yang mengalami ketergantungan pada game online dapat mempengaruhi waktu belajar dan bersosialisasi dengan teman sebaya mereka. Jika hal ini dilakukan secara terus menerus maka akan menciptakan suasana yang berbeda pada diri anak  tersebut. Dimana, anak tidak tertarik pada pergaulan sosial masyarakat, tidak peka terhadap lingkungan sekitar bahkan dapat membentuk karekter anak menjadi asosial, anak akan cenderung mengalami perubahan perilaku dan emosi yang cenderung tidak stabil. Maka dari itu penulis menyarankan sebuah metode yang disebut dengan TLM (Time Limiting Methhod). Metode ini bergerak untuk orang tua dalam membatasi waktu permainan game online agar tidak merusak kesehatan mental pada seorang anak. Psikolog menyatakan bahwa, kecanduan terhadap game online dapat menganggu fungsi otak. Selain itu, juga dapat berpengaruh pada kesehatan fisik, nantinya anak akan merasakan sakit pada pergelangan tangan, pegal-pegal, tulang punggung dan terutama kesehatan pada mata.

Penulis menyarankan kepada orang tua, untuk terus mengawasi anaknya dalam bermain gawai. Bukan tidak boleh, melainkan perlu adanya pembatasan waktu agar anak tidak kecanduan game online dan dapat berkembang serta bersoalisasi dalam mengenal ingkungan masyarakat secara fleksibel. Dan dengan adanya peran orangtua, mampu meminimalisir kecanduan anak terhadap game online. Seperti yang kita ketahui bahwa bermain adalah hal paling menyenangkan akan tetapi jika terlalu berlebihan maka akan menyebabkan rasa fatal, untuk itu orang tua dan anak harus bekerja sama dalam menciptakan sesuatu yang bermanfaat agar tidak terjadi sesuatu yang diinginkan.

REFERENSI

Ridwan Syahran, Ketergantungan Online Game dan Penanganannya, (Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, vol. 1, no. 1, 2015)

Handayani, Era Globalisasi dan Dampaknya, (Jakarta: Pustaka Pelajar, 2009)

Yusmih Warisyah, Pentingnya Pendampingan Dialogis Orang tua dalam Penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini, “Prosiding Seminar Nasional Pendidikan”, (FKIP Universitas Muhammadiyah Ponorogo, (2015)

Nuredah, Peran Orangtua dalam Penanggulangan Dampak Negative Handphone pada Anak (Studi di SMPN 5 Yogyakarta), “Tesis”, (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *