Orang tua mungkin akan kewalahan ketika membawa anak mereka ke pusat perbelanjaan. Salah satu penyebabnya adalah karena tantrum pada anak. Anak akan menangis, memukul, atau teriak jika mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan ketika pergi ke pusat perbelanjaan bersama orang tua. Tantrum pada anak bukanlah merupakan suatu bentuk bencana bagi orang tua. Tantrum normal terjadi dalam perkembangan anak terutama mereka yang berada pada usia 1-3 tahun.
Tantrum pada anak mungkin saja dapat terjadi karena anak pada saat itu merasa lelah, lapar, atau merasa tidak nyaman dengan lingkungannya. Tantrum sering terjadi pada anak, karena mereka belum memiliki kemampuan berbahasa (verbal) yang cukup untuk dapat mengutarakan apa yang mereka ingingkan atau apa yang ada dalam pikiran mereka.
Orang tua atau orang dewasa mungkin tidak dapat menghilangkan tantrum secara penuh pada anak. Namun ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menangani tantrum pada anak diantaranya:
- Berikan anak cukup perhatian; anak mungkin belum dapat mengutarakan keinginan mereka untuk mendapatkan perhatian dari orang tua. Pastikan jika anak mengalami tantrum ataupun tidak, anak mendapatkan perhatian yang cukup dari orang tua atau orang dewasa lainnya.
- Berikan pujian; anak pasti memiliki suatu hal yang baik yang telah mereka lakukan. Berikan pujian-pujian khusus di saat anak sukses melakukan suatu hal yang positif.
- Berikan pilihan/penawaran; ketika anak sedang mengalami tantrum, berikan pilihan atau penawaran kepada mereka tentang apa yang mereka inginkan. Usahakan untuk memberikan pilihan atau penawaran yang tidak bisa dijawab dengan kata “ya/tidak” oleh anak.
- Alihkan perhatian anak; anak ketika mengalami tantrum, alihkan perhatian mereka dengan hal-hal lain seperti menawarkan mereka mainan, mengajak mereka bernyanyi, atau berpindah tempat dari semula.
- Ketahui Batasan anak; anak mungkin memiliki Batasan-batasan pada diri mereka, setiap hari akan memiliki beban tersendiri bagi anak. Terkadang anak akan merasakan kelelahan ketika mengerjakan suatu tugas, maka tugas tersebut dapat disambung atau dikerjakan di waktu lain.
- Jangan remehkan atau masa bodoh dengan perilaku-perilaku anak; perilaku-perilaku anak terutama seperti halnya memukul, menendang, menggigit, atau melempar barang adalah hal yang tidak bisa ditoleransi.
- Berikan yang terbaik untuk kebaikan anak; jika anak mengalami tantrum karena mereka lapar, berikan anak cemilan atau makanan yang sehat bagi tubuh mereka. Atau ketika anak mengalami tantrum karena mereka kelelahan, berikan mereka waktu untuk tidur dan istirahat.
Berikut adalah tips-tips yang bisa dilakukan kepada anak yang mengalami tantrum. Dibandingkan melihat tantrum sebagai suatu bentuk bencana orang tua dari anak. Cobalah melihat tantrum dari sisi berbeda. Mungkin anak yang mengalami tantrum merupakan cara kita untuk melatih kemampuan parenting yang kita miliki. Kemampuan memberikan pendidikan kepada anak juga dilatih ketika anak mengalami tantrum. Oleh karena itu, tetap sayangi anak bagaimanapun keadaan mereka.
References:
- Swanson, W. S. (2021). Top tips for surviving tantrums. Diakses: https://www.healthychildren.org/English/family-life/family-dynamics/communication-discipline/Pages/Temper-Tantrums.aspx. Diakses pada 8 Oktober 2021.
- Kids Health. (2018). Temper tantrums. Diakses: https://kidshealth.org/en/parents/tantrums.html. Diakses pada 8 Oktober 2021.