Sejak lahir, manusia tumbuh dengan kasih sayang dan cinta tanpa syarat dari orang tua. Anak diberikan pelukan, ciuman, dan kebahagiaan yang berpengaruh terhadap perkembangannya menuju dewasa. Tumbuh dengan kasih sayang yang besar tentunya hal yang diinginkan setiap manusia dalam hidupnya. Unsur ini disebut dengan intimacy dalam psikologi. Intimacy sering dianggap sebagai hal yang merujuk pada aktivitas seksual. Apakah benar? Mari kita simak pembahasan mengenai intimacy lebih lanjut.
Definisi Intimacy
Intimacy atau keintiman mengacu pada proses interaksi di mana mitra sosial, sebagai hasil dari berbagi pikiran dan perasaan pribadi, merasa dipahami, dihargai, dan diperhatikan oleh satu sama lain. Intimacy tidak hanya muncul ketika individu mulai menjalin hubungan romantis, tetapi intimacy merupakan kebutuhan dasar dalam interpersonal yang private. Seorang tokoh Psikologi, Harry Stack Sullivan, percaya bahwa kebutuhan umum akan keintiman muncul sebagai kekuatan interpersonal yang muncul sebelum masa praremaja (usia 9-12).
Intimacy juga merujuk pada perasaan dalam proses komunikasi verbal dan nonverbal, perilaku, ciri-ciri kepribadian, aktivitas seksual, dan pada jenis hubungan jangka panjang.
Unsur Intimacy
Keintiman adalah jenis interaksi di mana pasangan:
- Mengungkapkan sesuatu yang pribadi atau pribadi,
- Mengalami perasaan positif tentang diri mereka sendiri, orang lain dan interaksi,
- Menganggap interaksi telah mencerminkan pemahaman pasangan untuk satu lain
Tingkat Intimacy Pada Individu
Berdasarkan beberapa penelitian, ditemukan sumber-sumber intimacy dalam hubungan interpersonal:
- Hubungan persahabatan antar perempuan lebih intim daripada persahabatan antar laki-laki
- Anak-anak lebih intim dengan ibunya daripada dengan teman-temannya
- Saudara kandung juga dianggap sebagai sumber intimacy
- Pasangan yang saling mencintai biasanya memiliki hubungan yang lebih intim dibandingkan dengan hubungan dengan orang lain
Jenis-jenis Intimacy dalam Hubungan
Physical Intimacy
Intimacy jenis ini merujuk pada sentuhan fisik, seperti: berpegangan tangan, berciuman, berpelukan, dan skinship.
Emotional Intimacy
Intimacy jenis ini merujuk pada emosi dan perasaan yang ditunjukkan, seperti: berbagi perasaan pribadi, mendengarkan pasangan dengan ketulusan, disertai dengan harapan pemahaman, afirmasi, dan kepedulian.
Intellectual Intimacy
Dalam berkomunikasi dengan pasangan, tidak perlu hanya membicarakan seputar hubungan dengan pasangan, tetapi berbagi pengetahuan juga dapat meningkatkan keintiman,
Experimental Intimacy
Hal ini dilakukan untuk meningkatkan keintiman dengan cara mencoba pengalaman baru bersama pasangan, seperti melakukan trip bersama atau melakukan aktivitas baru yang belum pernah dicoba sebelumnya.
Spiritual Intimacy
Hal ini merujuk pada berbagi pengalaman spiritual serta nilai dan keyakinan yang dalam kepada pasangan, seperti berdoa bersama, beribadah bersama, serta mendalami pembelajaran tentang keagamaan bersama pasangan.
Intimacy Sebagai Motivasi, Tujuan, dan Ketakutan
Intimacy dapat menjadi persepsi yang berbeda-beda oleh individu tergantung faktor serta pengalaman yang dirasakan. Oleh karena itu, intimacy dapat menjadi motivasi, tujuan, bahkan ketakutan.
Intimacy Sebagai Motivasi
Seseorang membutuhkan intimacy karena:
- Keinginan seseorang akan kasih sayang,
- Pemahaman diri, atau validasi diri,
- Ingin berbagi perasaan,
- Merasa kesepian,
- Menginginkan bimbingan, dan
- Merasa tertarik secara seksual.
Hal-hal tersebut menjadikan intimacy sebagai motivasi dirinya.
Intimacy Sebagai Tujuan
Seseorang membutuhkan intimacy untuk memenuhi tujuannya yang berupa:
- Mengatur ekspresi perasaan,
- Untuk menguji respons pasangan,
- Untuk mendefinisikan suatu hubungan dengan cara tertentu,
- Untuk mengintensifkan suatu hubungan.
Intimacy Sebagai Ketakutan
Selain karena motivasi dan tujuan, intimacy juga justru dapat menjadi sebuah ketakutan karena:
- Takut ditinggalkan,
- Takut akan serangan kemarahan,
- Takut kehilangan kendali,
- Trauma dalam suatu hubungan
Itulah sekilas mengenai intimacy. Apakah kamu sudah merasakan hal ini?
Referensi:
Buhrmester, D., & Furman, W. (1987). The development of companionship and intimacy. Child development, 1101-1113.
Loggins, B. (2021). What is intimacy in a relationship? Retrieved from https://www.verywellmind.com/what-is-intimacy-in-a-relationship-5199766
Prager, K. J. (1997). The psychology of intimacy. Guilford Press.
Reis, H. T. (1988). Intimacy as an interpersonal process. In Relationships, Well-Being and Behaviour (pp. 113-143). Routledge.