Kondisi pandemi Covid-19 menyebabkan sebagian orang merasa khawatir atau takut yang berlebihan dan berpikir yang tidak masuk akal. Tidak jarang mereka memiliki kecurigaan dan prasangka pada orang yang memiliki tanda-tanda penderita Covid-19. Hal tersebut semakin membuat orang semakin berusaha mencari berita mengenai Covid-19, dan tidak dapat memilah berita yang akurat sehingga memunculkan kecemasan. Keadaan demikian membuat seseorang mengalami sulit tidur, sakit kepala, dan gangguan fisik lainnya. Inilah yang disebut kondisi stress.
Pada masa pandemik covid kondisi stress dapat diklasifikasikan menjadi 3 ruang lingkup: stress akademik yang biasa dialami oleh siswa/mahasiswa, stress kerja, dan stress dalam keluarga. Ruang lingkup yang terakhir sangat potensial dialami oleh ibu rumah tangga, karena kebijakan WFH (Work From Home) yang membuat ibu rumah tangga mendadak harus mendampingi putra putrinya belajar di rumah dengan segala persoalannya. Banyak pula orang yang mengalami stres selama pandemi.
Walaupun hal ini wajar dialami sebagian besar orang, bukan berarti stres dapat dibiarkan begitu saja. Stres yang tidak dikelola baik dapat berdampak buruk, salah satunya menurunkan imunitas tubuh yang membuat tubuh lebih rentan terkena penyakit. Stress adalah respons organisme untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan yang berlangsung (Muslim, 2020). Tuntutan tersebut dapat berupa hal-hal yang faktual terjadi, atau hal-hal baru yang mungkin akan terjadi, tetapi dipersepsi secara aktual. Berdasarkan uraian diatas, penting bagi kita untuk mengetahui cara menghadapinya agar tidak semakin parah.
WHO (2020) merumuskan strategi untuk menghadapi stress selama pandemi Covid-19:
- Merasa sedih, tertekan, bingung, takut dan marah adalah hal yang lumrah selama krisis terjadi. Berbincang dan berbagi cerita dengan orang-orang yang dapat dipercayai bisa membantu mengurangi rasa tertekan yang dialami.
- Selama pandemi ini, berdiam di rumah lebih dianjurkan untuk meminimalisir penyebaran virus dan kontak fisik dengan orang banyak. Menjaga gaya hidup sehat dengan asupan gizi yang cukup, pola tidur yang baik, olahraga dan berinteraksi dengan orang-orang yang disayang bisa dilakukan selama berdiam di rumah.
- Menghindari rokok, alkohol dan narkotika untuk menyelesaikan masalah emosi.
- Mencari fakta-fakta dan info terbaru yang dapat membantu dalam menentukan tahap pencegahan yang tepat dan menghindari berita-berita yang tidak valid dan kredibel.
- Mengurangi kecemasan dengan membatasi media yang menyebarkan informasi yang membuat semakin cemas dan takut.
Mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki untuk mengatur emosi selama masa pandemi ini. Selain itu, menghadapi stres selama pandemi ini juga bisa dengan melakukan upaya manajemen stres.
Berbagai upaya dapat dilakukan untuk melakukan manajemen stress dan menjaga kesehatan mental dimasa pandemi covid 19 ini. Upaya-upaya tersebut baik berupa upaya fisik, maupun non fisik (Rahmawati dkk, 2021), seperti :
- Melakukan aktivitas fisik, seperti olahraga ringan dengan gerakan sederhana untuk menjaga kebugaran, atau sekadar berjemur di pagi hari.
- Melakukan aktivitas rutin yang bermanfaat untuk menghilangkan rasa jenuh, bahkan bisa juga mendatangkan peluang usaha (contohnya berkebun, dan memasak)
- Menghilangkan kebiasaan buruk. Masa pandemi adalah waktu yang tepat untuk menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk (begadang, minuman alkohol, merokok, dll),sehingga dapat lebih peduli pada kesehatan diri.
- Mengkonsumsi makanan bergizi lengkap, yang mengandung protein, lemak sehat, karbohidrat, vitamin, mineral, dan serat. Jangan melupakan buah-buahan, sayuran, makanan laut, daging, kacang-kacangan, serta susu. Hal lain yang tak kalah penting adalah asupan suplemen dan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
- Tetap menjalin interaksi dan komunikasi dengan orang-orang terdekat.
- Melakukan komunikasi berkala dengan keluarga, teman, dan sahabat menggunakan perangkat elektronik yang ada. Saat ini meskipun lebih banyak berada di rumah, individu tetap bisa saling terhubung, berkomunikasi dan interaksi dengan siapapun dan dimanapun. Kita masih bisa melakukan panggilan telepon, video call, menggunakan teknologi yang sudah semakin canggih, misalnya dengan aplikasi seperti zoom meeting, ataupun Google meet. Dengan bantuan teknologi, kita dapat memanfaatkan momen ini untuk saling menguatkan dan memberi motivasi agar bisa melewati pandemi tanpa stress.
- Mencari dan mengakses informasi dengan lebih bijak. Selama masa pandemi, informasi terkait Covid 19 yang kadang tak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya terus menerus beredar di sekeliling kita. Hal ini dapat menimbulkan ketakutan dan kecemasan pada individu.
- Menerapkan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) pada diri sendiri, keluarga, dan orang sekitar. Salah satu upaya penting yang dapat dilakukan dalam manajemen stress dan menjaga kesehatan mental adalah menjaga kesehatan tubuh. Upaya ini dapat dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sesuai dengan ketentuan pemerintah jika terpaksa keluar rumah.
- Tetap Bersyukur, Berbagi dan Berdo’a. Pandemi Covid 19 ini berdampak pada hampir seluruh aspek kehidupan manusia, baik secara pribadi atau kelompok dengan berbagai macam tingkat kesulitannya. Pada kondisi ini, selalu berupaya untuk tetap bersyukur dengan situasi yang dihadapi. Jika memungkinkan, berupaya untuk berbagi pada sesama, terutama pada pihak-pihak yang (lebih) terdampak oleh pandemi ini
- Menghubungi tenaga professional. Mencari bantuan tenaga professional seperti bantuan layanan psikologis untuk mengurangi ketakutan, kekhawatiran hingga kecemasan yang dialami bukanlah suatu hal yang memalukan. Layanan-layanan psikologis atau profesional yang terpercaya dapat membantu, seperti rumah sakit atau biro-biro layanan psikologi.
Segera konsultasikan diri dengan psikolog terdekat jika kamu merasa stres semakin parah. Yuk lakukan manajemen stres dengan baik untuk menjaga produktivitas dan menjalani aktivitas secara lebih sehat selama pandemi!
Sumber : Muslim, M. (2020). Manajemen stress pada masa pandemi covid-19. ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis, 23(2), 192-201. Rahmawati, S., Firmiana, M. E., & Hadiansyah, A. (2021). Manajemen stress dan menjaga kesehatan mental di masa pandemi COVID-19. https://www.who.int/docs/default-source/coronaviruse/coping-with-stress.pdf