(image source: nami.org)
Kecemasan dan stres akibat kondisi tempat kerja yang penuh tekanan membuat beberapa orang merasa lelah dengan hal tersebut. Lingkungan kerja yang tidak sehat dan tugas yang menumpuk dapat menyebabkan stres kronis dan menyebabkan masalah kesehatan mental dan fisik jangka panjang bagi beberapa orang. Kecemasan dan stres akibat pekerjaan adalah kenyataan yang dihadapi oleh kita semua. Untuk itu, berikut terdapat 7 tips untuk membantu anda menjadi lebih berdaya dalam mengelola kecemasan dan stres akibat pekerjaan yang sedang anda hadapi.
- Dapatkan “Rencana Kesehatan Hidup”
Rencana kesehatan hidup anda adalah sebuah fondasi untuk membangun dan mempertahankan kekuatan fisik dan mental anda. Rencana kesehatan hidup memperkuat ketahanan dan merupakan kunci keberhasilan dalam mengelola situasi yang mengganggu dan penuh tekanan dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi anda. Rencana kesehatan hidup ini adalah cara anda mengelolah kesejahteraan fisik dan mental anda, cari tahu aktivitas fisik yang anda sukai lalu lakukanlah secara teratur. - Ambil tindakan lebih awal
Kecemasan dan stres menumpuk seiring waktu. Tubuh dan intuisi anda akan memberi tahu di awal situasi itu bahwa ada hal yang tidak benar. Maka dari itu, anda harus mengenali tanda-tanda tersebut dan mengambil tindakan sejak dini. Mengambil tindakan sejak awal ini adalah cara terbaik untuk memastikan bahwa kecemasan dan stres tidak akan mengambil alih hidup anda. Karena, jika anda tidak mengambil tindakan maka akan mengakibatkan kecemasan mengalir ke kehidupan anda. - Temukan strategi aksi sederhana
Mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan untuk menghindari stres adalah bagian terpenting. Dengan pola pikir yang lebih positif, anda akan lebih mudah mengelola stres dan kecemasan dalam pekerjaan dan juga kehidupan anda. - Kenali penyebab stres
Stres di tempat kerja dapat disebabkan oleh lingkungan kerja yang mulai kompetetif dan peraturan yang sering berubah-ubah. Selain, itu perilaku orang-orang yang ada di tempat kerja yang tidak menyenangkan antara satu dan lainnya. Perilaku dan perasaan negatif inilah yang kemudian dikenal sebagai “toxic workplace“. Jika anda tidak mengenali dan mengatasi situasi ini lebih awal, memungkinkan anda akan terbawa ke dalam “pusaran” ketidakbahagiaan dan keputusasaan.
Selain itu, penting juga untuk mengetahui tanda-tanda fisik stres dan kecemasan. Jika jantung anda mulai memompa dengan cepat, tangan berkeringat, sesak napas memungkinkan ini adlaah tanda bahwa anda sedang di bawah tekanan dan kecemasan. Maka, inilah saatnya untuk mengambil tindakan. - Tetap Terhubung
Jaga agar orang-orang yang mendukung anda tetap dekat dengan anda. Biarkan mereka tahu apa yang terjadi dalam kehidupan anda dan mintalah bantuan mereka jika anda memerlukannya. Kecemasan dan stres dapat menyabotase kehidupan anda jika tidak ditangani. Pada saat inilah anda perlu dikelilingi oleh orang-orang yang positif dan suportif. Orang-orang inilah yang anda bagikan perasaan yang anda rasakan untuk menghadapi situasi tersebut. - Putuskan hubungan secara teratur
Ada waktu dan tempat untuk bekerja, begitu pula ada waktu dan tempat untuk relaksasi dan istirahat. Luangkan waktu dan buatlah peraturan untuk tidak membawa pekerjaan ke rumah dan beristirahatlah sejenak. Memikirkan pekerjaan dan seberapa banyak yang anda harus lalukan dapat membuat anda tidak santai. Anda tidak memberi diri waktu untuk beristirahat dan bersantai yang kemudian, membuat kecemasan mulai menumpuk di dalam diri anda. - Fokus pada hal yang positf
Luangkan waktu, duduk, dan tulis sebuah daftar semua hal positif yang ada dalam hidup. Luangkan waktu tersebut ketika anda merasa lelah, cemas, dan takut. Anda dapat memilih bagimana menganangani perassaan cemas dan stres. Apakah anda akan memilih mengatasi secara negatif atau positif? Anda memiliki kekuatan untuk memilih bagaimana anda merespon situasi tersebut.
Sumber
- Sandford, K. (2021, January 21). 7 tips for dealing with anxiety while on the job. Lifehack. https://www.lifehack.org/761094/dealing-with-anxiety