Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Tip of the Tongue: Fenomena Lupa Saat Bicara

Iya yang ini kan yang ada di depan warung itu, apa sih namanya yang tempatnya warna biru itu kan yang banyak bunga mawarnya aduh apa sih itu namanya.

Apakah kamu pernah mengalami kejadian seperti itu? Kamu tahu jawabannya, tetapi tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata. Fenomena ini dinamakan tip of the tongue.

Apa itu Tip of the Tongue?

Tip of the tongue adalah keadaan saat seseorang tidak dapat mengingat secara spesifik kata yang sudah dikenal tetapi dapat mengingat kata-kata yang memiliki bentuk dan makna yang sama. Tip of the tongue juga bisa didefinisikan sebagai perasaan yang menyertai ketidakmampuan sementara untuk mengambil informasi dari memori. Meskipun kita tahu jawabannya, tetapi  informasi yang berada di luar jangkauan mental  membuat informasi tersebut menjadi sulit dipahami.

Peneliti menemukan beberapa hal menarik yang berkaitan dengan tip of the tongue, yaitu:

  • Fenomena tip of the tongue bersifat universal. Survei menunjukkan bahwa sekitar 90% pembicara yang berbeda dari seluruh dunia melaporkan mengalami saat-saat di mana ingatan tampaknya tidak dapat diakses untuk sesaat.
  • Momen-momen ini cukup sering terjadi dan frekuensinya meningkat seiring bertambahnya usia. Orang-orang muda biasanya memiliki momen-momen tip of the tongue sekitar sekali setiap minggu, sementara orang dewasa yang lebih tua menemukan bahwa itu mungkin terjadi sesering sekali setiap hari.
  • Orang sering mengingat sebagian informasi. Misalnya, mereka mungkin mengingat huruf awal dari kata yang mereka cari atau jumlah suku kata yang terkandung dalam kata tersebut.
Mengapa Kita Bisa Mengalami Tip of the Tongue?

Bahasa adalah proses yang sangat kompleks dan sering berjalan begitu mudah sehingga kita tidak terlalu memikirkannya. Ketika kitamemikirkan sesuatu, otak memberikan kata-kata untuk mewakili ide-ide abstrak ini dan kita akan berbicara apa yang ada di pikiran. Namun, karena proses ini begitu kompleks segala macam hal bisa salah, termasuk terjadinya tip of the tongue.

Ketika itu terjadi, kita mungkin merasa bahwa informasi itu ada di luar jangkauan ingatan. Kita mengetahui informasinya, tetapi tampaknya terkunci sementara di balik semacam dinding mental. Ketika sesuatu akhirnya benar-benar memicu pengambilan ingatan atau ketika orang lain meemberikan informasi yang hilang, maka informasi yang hilang tersebut mulai bisa dapat diraba.

Jadi mengapa tip of the tongue bisa terjadi?

Para peneliti percaya bahwa beberapa faktor mungkin berperan, meskipun proses pastinya masih belum jelas. Peristiwa tip of the tongue lebih mungkin terjadi ketika orang lelah, meskipun fitur memori lain seperti seberapa baik informasi dikodekan dan adanya ingatan yang mengganggu juga dapat berpengaruh. Penjelasan metakognitif untuk fenomena tersebut menunjukkan bahwa keadaan ujung lidah berfungsi sebagai semacam alarm. Layaknya sinyal peringatan di mobil, ujung lidah dapat memperingatkan kita tentang potensi masalah yang perlu ditangani.

Menurut teori-teori tersebut, momen-momen tip of the tongue tidak dengan sendirinya menjadi masalah. Sebaliknya, momen seperti itu berfungsi untuk mengingatkan kita bahwa ada sesuatu yang terjadi dengan sistem ingatan dan memungkinkan kita untuk memperbaiki masalah tersebut. Jika kita sering mengalami tip of the tongue  sebelum ujian atau presentasi, kita akan tahu kalau ternyata kita perlu mempelajari informasi lebih lanjut untuk memperkuat ingatan.

Bagaimana Cara Mencegah Tip of the Tongue?

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa keadaan tip of the tongue mungkin memainkan peran adaptif dalam memori dan proses belajar. Penelitian lain telah menemukan bahwa semakin banyak waktu yang dihabiskan orang untuk mengingat infromasi yang masuk dalam tip of the tongue, semakin baik pembelajaran dan ingatan mereka tentang suatu hal di masa depan sehingga membuat proses mengingat lebih mudah di masa depan.

Namun, pada penelitian yang berbeda ditemukan bahwa menghabiskan waktu untuk mencoba mengingat informasi yang tampaknya ada di ujung  sebenarnya bisa menimbulkan masalah. Meskipun mungkin tergoda untuk menghabiskan waktu berjuang untuk menemukan jawabannya, psikolog Karin Humphreys dan Amy Beth Warriner menyarankan bahwa semakin banyak waktu yang  dihabiskan untuk mencoba mengingat sebuah kata di ujung lidah, semakin besar kemungkinan seseorang akan mengalami hal serupa dikemudian hari. Setelah orang memasuki keadaan tip of the tongu sekali, sebenarnya akan menjadi lebih mungkin untuk terjadi lagi saat mereka mencoba mengingat kata yang sama. D’Angelo dan Humphreys menemukan bahwa terulangnya fenomena tip of the tongue mungkin merupakan hasil dari pembelajaran implisit yang melibatkan pembelajaran informasi kompleks dengan cara-cara insidental tanpa kesadaran apa pun terhadap informasi yang telah dipelajari.

Fenomena tip of the tongue bisa terasa menganggu, tetapi itu bukan berarti ingatan kita rusak atau gagal. Tip of the tongue adalah fenomena yang biasa terjadi, terutama jika kita sedang lelah atau informasi yang diterima terlalu sedikit. Cara terbaik untuk memutus siklus tip of the tongue adalah dengan mengulangi kata itu kepada diri sendiri, baik dalam hati atau dengan suara keras. Langkah ini menciptakan memori prosedural yang membantu meminimalkan efek negatif dari praktik yang salah sebelumnya.

Referensi:

Brown, R., & McNeill, D. (1966). The “tip of the tongue” phenomenon. Journal of verbal learning and verbal behavior, 5(4), 325-337.

Cherry, K. (2020b, August 2). Why Does the Tip-of-the-Tongue Phenomenon Happen? Verywell Mind. Retrieved October 28, 2021, from https://www.verywellmind.com/lethologica-tip-of-the-tongue-phenomenon-4154947

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *