Apakah saat masih di sekolah dasar kamu pernah berpura-pura sakit agar bisa bolos sekolah? Kalau iya, maka kamu sedang mengalami malingering.
Apa itu Malingering?
Malingering adalah perilaku yang melebih-lebihkan gejala fisik ataupun psikologis guna memperoleh keuntungan. Keuntungan yang diperoleh bisa berupa uang, penyelesaian asuransi, obat-obatan, pembebasan dari penahanan, atau penghindaran hukuman, pekerjaan, tugas juri, militer, dan beberapa jenis layanan lainnya. Istilah malingering pertama kali digunakan untuk menggambarkan tentara yang mencoba menghindari dinas militer pada tahun 1900-an. Maknanya telah diperluas untuk mencakup mereka yang berpura-pura sakit karena alasan lain.
Seorang malingerer (sebutan untuk orang yang melakukan malingering) bisa berpura-pura terluka agar dapat mengumpulkan pembayaran asuransi atau mendapatkan obat resep. Pada kasus lain malingerer bisa saja membesar-besarkan gejala kesehatan mental untuk menghindari hukuman pidana. Dalam kasus sederhana, malingerer mungkin merias wajah mereka untuk membuat mata hitam, menambahkan kontaminan ke sampel urin untuk mengubah kandungan kimia, dan menempatkan termometer di dekat lampu atau di air panas untuk menaikkan suhunya.
Malingering bukan termasuk gangguan kejiwaan. Malingering berbeda dengan somatic symptom disorder yang merupakan gejala fisik yang disebabkan oleh stres atau beban mental yang berat. Malingering juga berbeda dengan factitious disorder. Individu yang menderita factitious disorder memang menunjukkan gejala fisik yang berlebihan, tetapi mereka tidak melakukannya untuk mendapat keuntungan. Penderita factitious disorder berpura-pura sakit untuk mendapatkan perhatian dari orang lain. Para ahli menganggap factitious disorder sebagai gangguan mental dan tertera dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disease V (DSM V).
Apa Saja Gejala Malingering?
Malingering tidak memiliki gejala khusus, tetapi seseorang patu dicurigai mengalami malingering ketika:
- Individu terlibat dengan tindakan hukum perdata atau pidana yang bisa mendapat keringanan dengan diagnosis tertentu;
- Individu menghadapi kemungkinan tugas wajib militer;
- Menggambarkan gejala sebagai jauh lebih parah daripada yang diungkapkan oleh pemeriksaan dokter;
- Individu tidak mengikuti perawatan atau atau rekomendasi dokter;
- Individu memiliki gangguan kepribadian antisosial.
Apa Penyebab Malingering?
Malingering tidak disebabkan oleh faktor fisik apa pun. Malingering adalah hasil dari keinginan seseorang untuk mendapatkan hadiah atau menghindari sesuatu. Namun, beberapa ahli berpendapat kalau malingering sering disertai dengan gangguan mood dan kepribadian yang nyata, seperti gangguan kepribadian antisosial atau gangguan depresi mayor. Dalam banyak kasus, individu melakukan malingering untuk mencari hadiah, seperti cuti kerja atau keuntungan finansial. Di lain, individu mungkin memalsukan gejala mereka karena mereka berpikir bahwa gejala pasti akan muncul di masa depan.
Bagaimana Mendiagnosis Malingering?
Malingering sering kali sulit didiagnosis karena dokter tidak bisa mengabaikan keluhan fisik yang disampaikan pasien, tetapi disisi lain juga harus berpedoman dengan diagnosis yang ada. Seorang dokter biasanya akan memulai dengan pemeriksaan fisik menyeluruh dan wawancara untuk mendapatkan gambaran tentang kesehatan fisik dan mental pasien secara keseluruhan. Wawancara ini akan membahas cara gejala seseorang memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka. Dokter juga akan mencoba untuk mendapatkan timeline dari setiap peristiwa perilaku, emosional, atau sosial. Dokter mungkin melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memeriksa ketidakkonsistenan antara deskripsi seseorang tentang gejala mereka dan apa yang ditemukan dokter selama pemeriksaan. Jika seorang dokter menyimpulkan bahwa pasien mungkin berpura-pura, mereka mungkin menghubungi dokter lain, anggota keluarga, teman, atau rekan kerja untuk informasi lebih lanjut tentang kesehatan pasien.
Dampak Malingering
Malingering dalam skala besar memiliki dampak negatif pada masyarakat. Para malingerer mengalihkan dana dan sumber daya dari mereka yang benar-benar membutuhkannya, membebani sistem perawatan kesehatan. Bahkan jika ia seorang terpidana, ia bisa lolos dari hukuman. Di sisi lain, bahaya besar juga bisa datang dari menuduh orang sakit berpura-pura. Mereka mungkin ditolak perawatan yang mereka butuhkan dan mungkin dicap sebagai malingerer selama sisa hidup mereka. Psikiater dan ahli lain yang harus mendiagnosis berpura-pura juga menempatkan diri mereka dalam risiko. Mereka dapat dituntut karena fitnah atau malpraktik, bahkan jika diagnosis dibuat dengan tujuan yang baik.
Referensi:
Brennan, D. (2021, June 15). What to Know About Malingering. WebMD. Retrieved October 29, 2021, from https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-to-know-malingering
Cirino, E. (2018, September 18). What Is Malingering? Healthline. Retrieved October 29, 2021, from https://www.healthline.com/health/malingering
Psychology Today. (2019, March 29). Malingering. Retrieved October 29, 2021, from https://www.psychologytoday.com/intl/conditions/malingering