Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Ternyata Senam Otak Dapat Meningkatkan Short Term Memory Lansia Lho!

Pada teori psikologi, usia lanjut usia merupakan proses penuaan terjadi secara alamiah seiring dengan penambahan usia. Perubahan psikologis yang terjadi dapat dihubungkan pula dengan keakuratan mental dan keadaan fungsional yang efektif. Perubahan psikologis yang terjadi yaitu adanya penurunan intelektualitas yang meliputi persepsi, kemampuan kognitif, memori dan belajar pada usia lanjut menyebabkan mereka sulit untuk dipahami dan berinteraksi. Pelupa merupakan keluhan yang sering dikemukakan oleh manula. Lumbantobing (2006) menyatakan dari penelitian cross-sectional dan longitudinal didapatkan bahwa kebanyakan individu mengalami gangguan memori dan belajar dengan melanjutnya usia terutama setelah usia 70 tahun.

Beberapa kemampuan mental menurun dengan melanjutnya usia, misalnya memori jangka pendek dan kecepatan melakukan tugas-tugas tertentu. Namun ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menetralisir keadaan ini antara lain dengan cara meningkatkan konsentrasi, seperti yang diungkapkan Lumbantobing (2006) bahwa kemampuan memori dapat ditingkatkan melalui latihan memori jangka pendek. Latihan-latihan ini berupa teknik untuk meningkatkan fokus dan kemampuan asosiasi. Intinya dalam latihan meningkatkan memori jangka pendek ini bagaimana kita harus terus bisa mengaktifkan fungsi otak agar tidak diam yang akhirnya bisa menjadi lemah. Karena otak yang selalu aktif membuat otak menjadi sehat dan memiliki ingatan jangka pendek yang lebih baik. Latihan atau teknik yang tepat dilakukan oleh lansia adalah senam otak (brain gym).

Senam otak tidak hanya dibutuhkan oleh kaum muda saja, namun juga dibutuhkan oleh lansia. Selain membuat bugar senam lansia juga sebagai terapi untuk memperbaiki memori jangka pendek. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Amrina dkk (2016), pada  lansia di Panti Sosial Tresna Werda Nirwana Puri Samarinda sebanyak 20 orang. Dari hasil penelitian didapatkan  ada pengaruh yang signifikan antara daya ingat jangka pendek dan stress pada lansia sebelum dan sesudah diberikan senam otak. Dalam penelitian tersebut juga menjelaskan bahwa pelaksanaan senam otak secara teratur dapat membantu lansia mengatasi masalah daya ingat jangka pendek dan stress. Andana (2016) menyarankan senam otak dapat direkomendasikan sebagai penatalaksanaan non farmakologi pada lansia dengan dementia, karena dengan gerakan senam otak dapat merangsang integrasi kerja bagian otak kanan dan kiri untuk menghasilkan koordinasi fungsi otak yang harmonis sehingga dapat meningkatkan kemampuan memori, kemampuan koordinasi tubuh, kemampuan motorik halus dan kasar.

Sumber :

Amrina, D. A. N., Hidayat, F. R., & Miharja, E. (2016). Pengaruh Senam Otak terhadap Daya Ingat Jangka Pendek dan Stres pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Samarinda.

Andana, Feni Tri. (2016). Pengaruh Senam Otak (Brain Gym) terhadap
Kejadian Demensia pada Lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha
Unit Budi Luhur Kasongan Bantul. Yogyakarta

Lumbantobing. (2006). Kecerdasan Pada Usia Lnjut dan Demensia. Balai Penerbit. Jakarta: Balai Penerbit.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *