Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Takut menghadapi Kesuksesan (Fear of Success)

Jika berbicara mengenai kesuksesan, hal itu merupakan suatu keinginan yang pasti diinginkan semua orang. Kesuksesan menurut setiap orang berbeda-beda. Ada yang mendefinisikan bahwa seseorang dapat dikatakan sukses ketika ia berhasil meraih nilai akademik tinggi, lulus dari sekolah tepat waktu. Ada pula yang mengkategorikan kesuksesan diraih ketika memiliki kestabilan ekonomi, hidup bahagia dan dapat berdamai dengan stres, atau bisa membahagiakan orang-orang yang disayangi. Setiap orang mempunyai perepsinya masing-masing mengenai kesuksesan. Bagi sebagian orang kesuksesan merupakan hal yang menyenangkan dan wajib disambut dengan perasaan gembira, namun bagaimana jika kesuksesan malah menyebabkan ketakutan?

Fear Of Success (ketakutan terhadap kesuksesan) meliputi takut dengan pencapaian, berpikiran bahwa ketika ingin mencapai kesuksesan harus melalui serangkaian pengorbanan dan merelakan sesuatu. Itu adalah alasan yang bisa mendasari seseorang menjadi takut terhadap kesuksesan.

Ketakutan terhadap kesuksesan memiliki beberapa karakteristik seperti dibawah ini:
-Kurang Memiliki Tujuan Yang Jelas
Individu dengan ketakutan terhadap kesuksesan cenderung memiliki ekspektasi rendah terhadap pencapaian mereka, karena mereka kurang bisa menentukkan tujuan mereka sehingga membuatnya kurang maju.
-Mudah Menyerah
Individu yang memiliki ketakutan terhadap kesuksesan cenderung akan mudah menyerah. Beberapa kasus menunjukkan bahwa orang yang memiliki ketakutan terhadap kesuksesan dan pencapaian cenderung tidak menyelesaikan tugas mereka hingga akhir bahkan ketika mereka sudah mendekati kesuksesan.
-Prokrastinasi (Menunda-nunda)
Sebagian besar cukup sering menunda-nunda pekerjaan hingga mencapai batas waktu menunjukkan bahwa mereka tidak memberikan sesuatu secara sepenuhnya, tentu saja hal ini akan memberikan pengaruh kepada kesuksesan mereka.
-Self Handicapping
Seseorang yang memiliki ketakutan terhadap kesuksesan akan cenderung membuat hambatan untuk dirinya sendiri supaya mengurangi performa mereka dalam mengerjakan kewajiban mereka. Hambatan yang dibuat bisa berupa hal-hal kecil atau bahkan sesuatu yang bisa memberikan kerugian pada diri sendiri.

Mengidentifikasi Fear Of Success
Beberapa tanda yang mengidentifikasikan ketakutan terhadap kesuksesan bisa berupa:
-Memiliki perasaan takut tentang apa yang akan terjadi bila menjadi pusat perhatian.
-Menjadi cemas jika nantinya meraih kesuksesan terhadap pencapaian mereka yang pada akhirnya akan membawa ke sebuah tanggung jawab baru.
-Memliki perasaan khawatir bahwa segala sesuatunya akan melampaui kapasitas kemampuan mereka.
-Memiliki rasa takut akan meninggalkan orang-orang yang telah mendukung mereka untuk mencapai kesuksesan, ketika mereka sudah meraih pencapaian tersebut.
-Takut mendapatkan kritikan atau komentar dari orang lain dan memiliki ketakutan lain untuk turut serta terjun dalam permasalahan yang sifatnya sosial.

Penyebab dari ketakutan pada kesuksesan dapat berasal dari beberapa faktor dibawah ini:
•Imposter Syndrome
Individu dapat mengalami kekhawatiran jika di tidak bisa sebaik orang-orang yang berada pada lingkup yang sama, mereka mengkhawatirkan ekpektasi yang mungkin tidak bisa mereka penuhi.
•Salah Mengartikan Kesuksesan
Kesuksesan kadang memang diimbangi dengan rasa khawatir dan bebrapa respon fisik lainnya seperti gugup, kadang hal ini yang membuat seseorang merasa perlu untuk menghindari perasaan-perasaan tersebut.
•Pernah Memiliki Pengalaman Buruk
Pengalaman buruk di masa lalu dapat membawa seseorang mengalami ketakutan terhadap sebuah pencapaian, terutama ketika mereka pernah menapatkan hal-hal kurang menyenangkan saat usai mencapai kesuksesan, seperti dianggap terlalu “pamer” atau pada akhirnya memperoleh beban tanggung jawab lebih besar akibat dari kesuksesan mereka tersebut. Ketakutan yang disebabkan oleh pengalaman buruk ini dapat membuat seseorang enggan untuk meraih kesuksesan.
•Memiliki perasaan Malu atau Mengalami Kecemasan Terhadap Hal-Hal Yang Bersifat Sosial
Seseorang yang pemalu dan memiliki kecemasan terhadap hal-hal bersifat sosial atau melibatkan orang banyak, mungkin akan memiliki ketakutan terhadap kesuksesan karena mereka enggan menjadi pusat perhatian.

Ketakutan dalam mencapai kesuksesan tentu saja akan memberikan pengaruh tersendiri dalam kehidupan individu, beberapa diantaranya seperti:

•Kesulitan Dalam Mencapai Tujuan Dalam Hidup
Penelitian yang di publikasikan dalam University Journal Of Educational Research dengan judul penelitian Fear Of Success and Life Satisfication In Terms of Self Efficacy menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki ketakutan terhadap kesuksesan cenderung sulit untuk mencapai tujuan dalam hidup dikarenakan kesulitan mereka mengambil langkah pertama untuk berjuang dalam mencapai kesuksesan.
•Tingkat Kepuasan Hidup Yang Rendah
Pada Penelitian sama berjudul Fear Of Success and Life Satisfication In Terms of Self Efficacy juga menjelaskan akibat lain dari ketakutan terhadap kesuksesan bisa berupa rendahnya tingkat kepuasan dalam hidup.
•Mengurangi Kepercayaan Diri
Bila seseorang yang meraih kesuksesan sering dikaitkan dengan kepercayaan diri yang baik atau tinggi, hal ini akan berbeda dengan mereka yag memiliki ketakutan menghadapi kesuksesan. Kepercayaan diri pada individu yang memiliki ketakutan terhadap ketakutan akan cenderung rendah, mereka merasa tidak dapat memberikan yang terbaik dalam diri mereka untuk mencapai kesuksesan mereka.
Cara mengatasi ketakutan dalam menghadapi kesuksesan dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti di bawah ini misalnya:
a.Mengidentifikasi Pemikiran Negatif
Jika pemikiran negatif mengenai kesuksesan mulai muncul, segera sadari dan menerapkan afirmasi positi seperti “ semua akan baik-baik saja dan aku bisa menghadapi apapun yang terjadi” atau “ini adalah demi peningkatan nilai diriku pasti aku bisa” dengan menerapkan afirmasi positif akan membuat diri lebih baik dan siap menghadapi tantangan yang akan dihadapi.
b.Mengatasi Stress
Mengatasi stres merupakan hal penting untuk meminimalisir ketakutan terhadap kesuksesan, beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi stres bisa dengan beberapa cara misalnya: meditasi, menulis jurnal, berolahraga secara rutin.
c.Belajar Menghadapi Ketidaknyamanan
Membiasakan diri menghadapi ketidaknyamanan akan membuat diri lebih adaptif dalam menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi ketika nantinya mencapai kesuksesan, belajar menghadapi ketidaknyamanan akan melatih diri untu lebih siap dengan segala perubahan.
d.CBT (Cognitive Behavioral Therapy)
Menjalani CBT dengan psikolog akan membantu individu mengidentifikasi pemikiran negatif yang menimbulkan efek terhadap perilaku dan setelah berhasil diidentifikasi individu akan disarankan untuk merubah perilakunya yang dinilai maladaptif ini ke arah yang lebih positif.

Itu adalah penjelasan singkat mengenai Fear of Success atau ketakutan daam menghadapi kesuksesan beserta beberapa akibat dan cara penanganannya. Semoga artikel ini dapat membantu.

Referensi:
Yilmaz H. Fear of success and life satisfaction in terms of self-efficacy. University Journal of Educational Research. 2018;6(6):1278-1285. doi:10.13189/ujer.2018.060619

Neureiter M, Traut-Mattausch E. An inner barrier to career development: preconditions of the impostor phenomenon and consequences for career development. Front Psychol. 2016;7:48. doi:10.3389/fpsyg.2016.00048

Kosakowska-Berezecka N, Jurek P, Besta T, Badowska S. Self-presentation strategies, fear of success and anticipation of future success among university and high school students. Front Psychol. 2017;8:1884. doi:10.3389/fpsyg.2017.01884

Vergauwe J, Wille B, Feys M, De Fruyt F, Anseel F. Fear of being exposed: the trait-relatedness of the impostor phenomenon and its relevance in the work context. J. Bus. Psychol. 2015;30:565–581. doi:10.1007/s10869-014-9382-5

https://www.verywellmind.com/what-is-the-fear-of-success-5179184

Fried-Buchalter S. Fear of success, fear of failure, and the imposter phenomenon among male and female marketing managers. Sex Roles. 1997;37:847–859. doi:10.1007/BF02936343

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *