Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Infidelity: Mengapa Orang Berselingkuh?

Dalam menjalani suatu hubungan, baik itu masih saat berpacaran ataupun sudah menikah, tentunya setiap individu ingin menjalani hubungan yang langgeng dan cinta yang selalu tumbuh setiap harinya. Namun, terkadang, ada beberapa orang yang tidak dapat mempertahankan rasa cinta kepada pasangannya dan memilih untuk mencintai orang lain dan berkhianat dari pasangannya. Seperti apa sih orang yang berselingkuh ini?

Definisi Perselingkuhan (Infidelity)

Perselingkuhan atau infidelity merupakan pelanggaran janji kepada pasangan, baik itu janji dalam pernikahan, kesepakatan yang dibuat bersama, atau obrolan tak tertulis lainnya yang digambarkan dengan mencintai orang lain. Infidelity dapat membuat pasangan yang diselingkuhi merasa dikhianati, hancur, dan kebingungan. Pasangan yang terlibat skandal perselingkuhan rata-rata akan memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka. Namun, ada pula yang memilih untuk memaafkan dan tetap melanjutkan hubungan mereka.

Perselingkuhan atau infidelity terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Sexual infidelity, yaitu aktivitas seksual yang dilakukan dengan orang lain selain pasangan dalam jangka waktu yang lama.
  • Emotional infidelity, yaitu ketika pasangan menyalurkan sumber daya seperti cinta yang romantis, waktu, dan perhatian kepada orang lain selain pasangannya.
  • Object infidelity, yang merupakan pengabaian suatu hubungan untuk mengejar kepentingan luar. Pengejaran mungkin mencapai titik obsesi.
  • Cyber infidelity, yaitu perselingkuhan yang dilakukan melalui seks secara online seperti VCS (Video Call Sex) dan obrolan. Jenis perselingkuhan ini mungkin juga termasuk menonton pornografi. Beberapa orang menganggap tindakan itu sendiri sebagai bentuk perselingkuhan.

Mengapa Orang dapat Berselingkuh?

Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang berselingkuh, seperti:

  • Ketidakbahagiaan pribadi untuk memenuhi ego
  • Keinginan untuk mencoba pengalaman sex baru dengan orang lain
  • Tingkat kepercayaan diri yang rendah
  • Ingin mengakhiri hubungan dengan pasangannya dengan berbagai alasan. Ada yang memang sudah tidak mencintai pasangannya, ada pula yang menganggap bahwa pasangannya problematic atau toxic sehingga ia mencari kebahagiaan dari orang lain
  • Kurangnya keintiman dengan pasangan secara emosional
  • Kurangnya komunikasi yang dibangun bersama pasangan
  • Kecanduan seks
  • Depresi

Apakah Pria Lebih Banyak Berselingkuh Dibanding Wanita?

Menurut penelitian pada tahun 2017, sekitar 20% pria dan 13% wanita memilih untuk berselingkuh dari pasangannya. Sekitar 15-20% hubungan pernikahan terdapat kasus perselingkuhan yang dilakukan oleh pria. Namun, penelitian mengejutkan yang dilakukan oleh Institue of Family Studies (IFS), pria lebih banyak berselingkuh saat memasuki usia paruh baya.

Bagaimana Dampak dari Perselingkuhan?

Perselingkuhan pasangan dapat memiliki dampak yang parah. Satu studi melaporkan bahwa selingkuh dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental. Seseorang yang pasangannya berselingkuh mungkin mengalami:

  • Kecemasan
  • Depresi
  • Meningkatnya stress
  • Kepercayaan diri dan harga diri rendah
  • Selalu menyalahkan diri sendiri, malu, insecure
  • Mudah marah
  • Stres pasca trauma (PTSD)
  • Memburuknya kinerja di tempat kerja

Itu dia informasi mengenai perselingkuhan. Semoga Sobat Psike dapat mempertahankan hubungan dengan pasangan masing-masing ya!

Referensi:

Atkins, D. C., Baucom, D. H., & Jacobson, N. S. (2001). Understanding infidelity: Correlates in a national random sample. Journal of family psychology, 15(4), 735.

Good Therapy. Infidelity. Retrieved from https://www.goodtherapy.org/learn-about-therapy/issues/infidelity

Montemayor, C. (2021). What percentage of men cheat? Retrieved from https://www.brides.com/what-percentage-of-men-cheat-5114527

Psychology Today Staff. Infidelity. Retrieved from https://www.psychologytoday.com/us/basics/infidelity

Shackelford, T. K., LeBlanc, G. J., & Drass, E. (2000). Emotional reactions to infidelity. Cognition & Emotion, 14(5), 643-659.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *