Apakah kalian pernah merasa diperhatikan oleh seseorang? Atau dengan kata lain, kalian pernah berpikir dan cenderung percaya bahwa kalian sedang menjadi pusat perhatian orang lain? Jangan-jangan kamu mengalami spotlight effect, lho.
Spotlight effect adalah istilah yang digunakan oleh para psikolog sosial untuk merujuk pada kecenderungan pola berpikir kita terhadap diri sendiri mengenai seberapa banyak orang lain memperhatikan tentang kita secara berlebihan. Dengan kata lain, kita cenderung berpikir ada sorotan pada kita setiap saat.
Diyakini bahwa spotlight effect berasal dari keadaan seseorang yang tidak mampu menempatkan diri pada posisi orang lain untuk menyadari bahwa perspektif mereka berbeda dari yang kita pikirkan.
Spotlight effect berkaitan secara positif dengan kecemasan situasional, tetapi tidak terkait dengan kecemasan sosial. Kemudian, spotlight effect relatif tidak stabil atau cenderung cepat berubah, bergantung pada tingkat kecemasan dan/atau evaluasi sosial yang dialami individu.
Dilansir oleh The Swaddle, spotlight effect umumnya muncul karena dorongan dari sifat egosentrisme yang dimiliki oleh seseorang. Egosentrisme sendiri merupakan sebuah sifat yang lebih sering ditemukan dalam tubuh anak kecil. Dimana sifat ini ditunjukkan dengan ketidakmauan mereka dalam melihat sesuatu dari perspektif orang lain dan cenderung egois atau mementingkan dirinya sendiri.
Dampak Spotlight Effect
Ketika kamu terlalu berfokus menebak pada apa yang mungkin dipikirkan oleh orang lain terhadap dirimu, kamu akan mulai mengembangkan pemikiran yang negatif terhadap orang tersebut. Akibatnya, kamu tidak dapat fokus pada apa yang seharusnya dikerjakan. Ini akan mengganggu produktivitasmu ketika bekerja.
Jika hal ini dibiarkan saja tanpa mendapat penanganan lebih lanjut, dampak negatif yang dihasilkan akan semakin meluas. Tidak jarang, orang yang mengidap spotlight effect akan mengalami panic attack atau anxiety disorder (gangguan kecemasan). Maka dari itu, ketika kamu menyadari bahwa kamu mungkin mengidap spotlight effect, tak ada salahnya untuk pergi ke psikolog atau psikiater untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, terlebih jika memang hal tersebut sudah terlalu mengganggu rutinitas keseharian. Di mana kamu sulit untuk fokus dan menyelesaikan suatu pekerjaan serta kurangnya kemampuan dalam memecahkan permasalahan.
Cara Mengatasi Spotlight Effect
Jangan khawatir, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasi spotlight effect, antara lain:
- Mencari tahu hal apa yang membuat kita merasa menjadi pusat perhatian
- Meminta feedback atau tanggapan mengenai diri kita sendiri dari orang lain yang kita percaya
- Cobalah untuk mengubah cara pandang kita terhadap diri sendiri
- Menggunakan teknik self-distancing. Secara khusus, menggunakan teknik ini memerlukan upaya untuk menciptakan jarak psikologis saat mempertimbangkan bagaimana orang lain memandang diri kita. Ini berarti bahwa ketika berpikir tentang bagaimana orang lain melihat diri kita sendiri, kita harus mencoba melihat dari sudut pandang yang berbeda.
- Jika dampak negatif yang dirasakan sudah sangat merugikan sehingga menghambat aktivitas sehari-hari, segera hubungi psikolog atau psikiater untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Jika dirasa kamu mengidap spotlight effect, cobalah untuk menguranginya, hal ini artinya kamu belajar untuk tidak terlalu khawatir tentang hal-hal kecil yang kamu lakukan, yang dapat membantu kamu menjadi lebih percaya diri untuk tampil di depan umum tanpa harus merasa cemas.
Referensi:
- Crosby, J. R., King, M., & Savitsky, K. (2014). The minority spotlight effect. Social Psychological and Personality Science, 5(7), 743-750
- Cuncic, A. (2021). The Spotlight Effect and Social Anxiety. Diakses pada 11 September 2021 dari https://www.verywellmind.com/what-is-the-spotlight-effect-3024470.
- Effectiviology. The Spotlight Effect: How to Stop Being Self-Conscious. Diakses pada 11 September 2021 dari https://effectiviology.com/spotlight-effect-stop-being-self-conscious/.
- Fagan, A. (2011). The Spotlight Effect. Diakses pada 11 September 2021 dari https://www.psychologytoday.com/intl/blog/the-big-questions/201111/the-spotlight-effect.
- Rakshit, D. (2020). The ‘Spotlight Effect’ Is When You Think People Are Noticing Your Flaws More Than They Really Are. Diakses pada 11 September 2021 dari https://theswaddle.com/the-spotlight-effect-is-when-you-think-people-are-noticing-your-flaws-more-than-they-really-are/.
thanks for info.