Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

SPLIT: Mengenal Gangguan Kepribadian Ganda

   Pernahkah kamu menonton film berjudul “SPLIT”? Film yang disutradarai oleh M. Night Shyamalan dan dirilis pada tahun 2017 di Amerika Serikat. Film SPLIT memiliki tokoh utama yaitu Kevin Wendell Crumb (diperankan oleh James McAvoy) yang memiliki 24 kepribadian dalam satu tubuh atau yang dikenal dengan kepribadian ganda. 

   Kepribadian berarti pola pikiran, emosi dan perilaku manusia yang unik dan bertahan lama, sehingga menjadi cara seseorang untuk beradaptasi dengan linkungannya (King, 2017). Dalam psikologi, seseorang bisa saja memiliki lebih dari satu kepribadian atau yang dikenal dengan istilah Dissociative Identity Disorder (DID). Dissociative Identity Disorder awalnya dikenal dengan nama Multiple Personality Disorder (MPD). Dissociative Identity Disorder merupakan gangguan jiwa yang dapat disebabkan akibat trauma masa kanak-kanak atau remaja (Santrock, 2007). 

   Penderita DID merasakan adanya dua orang atau lebih yang tinggal (berbicara) di dalam kepalanya dan merasa bahwa mereka sedang dirasuki (identitas/pribadi lain) (MayoClinic, 2017) . Pada film SPLIT, terlihat Crumb (tokoh utama) terkadang menjadi seorang wanita, berubah menjadi seperti anak-anak, atau menjadi seorang pria yang jahat. Setiap identitasnya memiliki nama, perilaku, latar belakang, dan karakteristiknya masing-masing. Penderita DID biasanya diikuti oleh gangguan amnesia disosiatif (American Psychiatric Association, 2013).

   Orang yang memiliki pengalaman terkait pelecehan seksual atau fisik pada masa kanak-kanak berisiko mengalami Dissociative Identity Disorder. Trauma yang terjadi pada masa kanak-kanak terjadi secara berulang. 90 persen penderita DID di Amerika Serikat, Canada, dan Eropa mengalami pelecehan atau penelantaran ketika masa kanak-kanak (American Psychiatric Association, 2018). Penderita DID umumnya memiliki upaya bunuh diri dan perilaku menyakiti-diri. Lebih dari 70 persen pasien penderita DID memiliki upaya bunuh diri (APA, 2018).

   Ada beberapa gejala atau permasalahan yang dapat muncul pada Dissociative Identity Disorder yaitu (WebMD, 2020):

  1. Depresi
  2. Mood swings
  3. Kecenderungan bunuh diri
  4. Gangguan tidur
  5. Kecemasan, serangan panik, dan phobia
  6. Gangguan makan
  7. Penyalahgunaan alkohol dan narkotika
  8. Gejala psikotik (halusinasi pendengaran dan visual)

   Berikut penjelasan mengenai Dissociative Identitiy Disorder (DID). Sobat tidak boleh melakukan self-diagnose ketika memiliki beberapa gejala yang telah disebutkan. Jika sobat memiliki gejala atau permasalahan psikologis, segera cari pertolongan pada profesional yaa. Semoga bermanfaat.

 

 

References:

  1. American Psychiatric Association. (2018). What are dissociative disorders? – Dissociative identity disorder. Diakses: https://www.psychiatry.org/patients-families/dissociative-disorders/what-are-dissociative-disorders. Diakses pada 10 September 2021.
  2. American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders fifth edition. American Psychiatric Association.
  3. King, L. A. (2017). Psikologi umum – Sebuah pandangan apresiatif. Salemba Humanika.
  4. Santrock, J. W. (2007). Child development. McGraw-Hill.
  5. WebMD. (2020). Dissociative identity disorder (Multiple personality disorder). Diakses: https://www.webmd.com/mental-health/dissociative-identity-disorder-multiple-personality-disorder#091e9c5e801b9a92-3-7. Diakses pada 10 September 2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *