Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Ayo Kita Mengenal Bakat

Bakat adalah suatu kemampuan seseorang untuk cepat menguasai ketrampilan/keahlian tertentu dibandingkan dengan orang lain. Bakat dapat diartikan sebagai kemampuan bawaan, sebagai potensi yang masih perlu dikembangkan dan dilatih agar dapat terwujud. Bisa disebut juga sebagai achievement, capacity dan aptitude.

Bakat merupakan kemampuan dasar yang pasti dimiliki oleh individu. Bakat ini merupakan potensi individu yang dimiliki dari sejak lahir. Bakat berbeda dengan minat yang merupakan keinginan seseorang untuk mempelajari suatu hal.

Memurut Munandar (1985) bakat (aptitude) pada umumnya diartikan sebagai kemampuan bawaan, sebagai potensi yang masih perlu dikembangkan dan dilatih agar dapat terwujud. Menurut Tampubolon (1993) bakat adalah kondisi dalam diri seseorang yang memungkinkannya dengan suatu latihan khusus mencapai kecakapan pengetahuan dan keterampilan khusus. Lebih jauh lagi dikemukakan oleh Prayitno (2009) yang menjelaskan bahwa bakat adalah milik istimewa seseorang: istimewa karena tidak semua orang memiliknya; istimewa karena hal itu merupakan hadiah atau anugrah Tuhan.

Bakat memungkinkan seseorang mencapai prestasi tertentu dalam bidang tertentu. Akan tetapi diperlukan latihan, pengetahuan, pengalaman dan dorongan atau motivasi agar dapat tersebut dapat terwujud. Seseorang dikatakan mempunyai bakat terhadap kegiatan tertentu ketika ia merasakan kelegaan dan kenikmatan serta apabila gembira mengerjakannya dan membicarakannya, juga ketika ia berusaha atas dasar keinginannya untuk menampakkan seluruh tenaganya guna mencapai hal itu. Menurut C. Semiawan, dkk mendefinisikan bahwa bakat merupakan kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih. Untuk itu diperlukan adanya latihan, pengetahuan, dorongan asosiasi dan moral (social and moral support) dari lingkungan yang terdekat.

JENIS BAKAT

Secara garis besar, bakat terbagi menjadi 2 jenis yaitu bakat umum dan bakat khusus. Bakat umum adalah kemampuan yang dimiliki individu berupa potensi dasar yang sifatnya umum dan hamper semua orang memilikinya. Sedangkan bakat khusus merupakan kemampuan yang  berpotensi khusus dan tidak dimiliki semua orang . Bakat khusus terdiri dari :

1. verbal (kemampuan khusus seseorang dalam verbal yang ditunjukkan dengan konsep atau dalam bentuk kata kata.)

2. numerical (kemampuan khusus seseorang di bidang bentuk angka atau matematika)

3. skolastik (kemampuan khusus seseorang dalam hal-hal yang berhubungan dengan angka dan kata. Jenis bakat ini mencakup kemampuan berpikir, penalaran, mengurutkan, menciptakan hipotesis, pandangan hidup yang bersifat rasional dan lainnya. Biasanya pekat seperti ini ditemukan pada seorang ilmuwan, akuntan, pemograman atau sejenisnya)

4. abstrak (kemampuan khusus seseorang dalam hal membuat pola, rancangan, ukuran, bentuk atau posisi posisinya)

5. mekanik(kemampuan khusus seseorang dalam bentuk prinsip umum IPA, alat-alat, tata kerja atau lainnya)

6. relasi ruang (kemampuan khusus seseorang dalam hal mengamati atau menceritakan pola dua dimensi maupun berpikir dalam tiga dimensi. Bakat ini biasanya dimiliki oleh fotografer, artis, pilot, arsitek atau profesi lainnya)

7. kecepatan ketelitian klerikal (kemampuan khusus seseorang dalam hal tulis-menulis, meramu dan di bidang laboratorium)

8. bahasa (kemampuan khusus seseorang dalam penalaran analisis bahasa. Bakat ini sangat dibutuhkan pada bidang penyiaran, hukum, editing, pramuniaga, jurnalistik atau profesi lainnya yang sejenis)

 

KARAKTERISTIK/CIRI ANAK BERBAKAT

Adapun ciri-ciri bakat sebagai berikut :

1. Memiliki kemampuan diatas rata-rata

2. Daya kreatifitas yang tinggi

3. Memiliki tanggung jawab atau pengikatan diri terhadap tugas

Karakteritik anak berbakat dapat diidentifikasikan sebagai berikut :

1. Anak akan dengan mudah melakukan/mempelajari hal yang menjadi bakatnya tanpa ada campur tangan orang lain.

2. Anak akan senang/tak merasa terbebani untuk berlatih atau mencoba berkreasi dengan lebih challenging.

3. Anak menyukai kreasi dan memiliki apresiasi (pemahaman dan penghargaan) yang tinggi terhadap hal yang menjadi bakat dan minatnya.

4. Anak tidak pernah merasa bosan dan selalu “mencari” kegiatan yang berhubungan dengan keberbakatannya.Ia memiliki motivasi internal yang sangat kuat.

5. Anak biasanya mempunyai kemampuan pada bidang tersebut yang amat menonjol sekali dibanding dengan kemampuan lainnya.

6. Tanpa digali kemampuannya sudah muncul sendiri

 

Referensi :

Anggraini, I. A., Utami, W. D., & Rahma, S. B. (2020). Mengidentifikasi Minat Bakat Siswa Sejak Usia Dini di SD Adiwiyata. Islamika, 2(1), 161–169. https://doi.org/10.36088/islamika.v2i1.570

Gemala Nurendah dan Ghinaya Ummul M. Psikologi Pendidikan : Intelegensi, Bakat, Minat [PowerPoint slides]

Lengkey, Y. (2020). Peran Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Pengembangan Minat dan Bakat Siswa. Jurnal Pendidikan Dan Bimbingan Konseling, 01(01), 1–7. https://ejurnal-mapalus-unima.ac.id/index.php/educouns/article/view/96

MELIA WARNI (2018) PENGARUH BAKAT KHUSUS TERHADAP KEMATANGAN KARIR (CAREER MATURITY)PADA MUROBBIDI MA’HADAL-JAMI’AHUIN SUSKA RIAU. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Sitepu, A. S. M. B. (2019). Pengembangan Kreativitas Siswa. Guepedia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *