Self-serving bias merupakan kecenderungan seseorang untuk menganggap dirinya lebih baik/ membesar-besarkan diri lebih baik. Persepsi-persepsi membesar-besarkan diri seperti menerima kebanggaan atas kesuksesan yang dimiliki, dan melihat diri individu lebih baik daripada yang lain mampu membuat kebanyakan orang menikmati sisi yang bercahaya pada harga dirinya, sementara terkadang mereka menderita pada sisi gelapnya.
Self-serving bias dianggap sebagai sebuah produk dari bagaimana individu memproses dan mengingat informasi mengenai dirinya sendiri. Membandingkan diri individu dengan orang lain memberikan mereka kesempatan untuk memperhatikan, menilai, dan mengingat kembali perilaku orang lain dan perilaku mereka. Sehingga, terdapat banyak peluang untuk salah dalam memproses informasi.
Self-serving bias memiliki sisi gelapnya, namun juga sisi terangnya. Saat hal-hal baik terjadi, individu dengan harga diri tinggi lebih berpeluang untuk menikmati dan mempertahankan keberlangsungan perasaan-perasaan yang baik. Self-serving bias juga membantu melindungi individu dari depresi. Orang yang tidak depresi biasanya menunjukkan self-serving bias.
Self-serving bias juga membantu menahan stress. George Bonanno dan rekannya (2005) menilai resiliensi emosional pada pekerja yang selamat dari World Trade Centre atau daerah sekitarnya pada tanggal 11 September 2001. Mereka menemukan bahwa individu yang menampilkan kecenderungan melebihkan diri (self-enhancing) lebih menunjukkan sikap resiliensi.
Namun, self-serving bias juga memiliki sisi gelap, yaitu ketika mereka mengalami kesulitan sosial, mereka cenderung menyalahkan orang lain sehingga seringkali menyebabkan tidak bahagia dibandingkan dengan orang yang dapat mengakui kesalahan mereka. Sedangkan dari sisi kelompok, Self-serving bias dapat berlebihan pada penilaian individu dalam kelompoknya, sebuah fenomena yang disebut grup-serving bias. Saat kelompok dibandingkan, kebanyakan individu beranggapan kelompoknya superior. Para individu tersebut melihat diri mereka dan kelompok mereka lebih baik daripada kelompok lain.
Semoga Bermanfaatt!!
Sumber Gambar: https://bumipsikologi.com/self-serving-bias/
Referensi:
Myers, David. (2012). Psikologi Sosial (ed ke-10). Jakarta:Salemba Humanika