Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Alasan Tersembunyi Mengapa Kamu Menjadi Sangat Emosional

(image source: theemotionmachine.com)

Manusia adalah karung emosional. Berbagai emosi serta kemampuan untuk merasakannya adalah yang membekan kita sebagai manusia. Namun, setiap manusia memiliki emosi yang berbeda-beda dan terkadang ada terlalu emosional. Dari perasaan yang terlalu emosional itu, ternyata terdapat beberapa alasan dibaliknya.

  • Kamu hanyalah manusia
    Wajar untuk menjadi emosional ketika kehilangan orang yang dicintai atau sesuatu yang sangat berharga badi kamu. Ini bukan berarti kamu aneh atau bereaksi berlebihan untuk berduka dengan jangka waktu yang lebih lama daripada orang lain. Perlu diingat bahwa manusia itu unit, mereka punya cara berbeda untuk mengekspresikan emosi mereka. Tidak menangis ataupun berekspresi terkait perasaan mereka, bukan berarti mereka tidak merasa emosional.
    Emosi kamu juga bisa meningkat karena berbagai faktor seperi stres dan kurang tidur. Selama emosi ini tidak menganggu sehari-hari kamu atau orang lain, ini tidak masalah.
  • Genetika
    Ketika orang lain mengatakan bahwa kamu terlalu emosional atau kamu sendiri menyadarinya, emosional itu bisa jadi karena faktor genetik. Variasi genetik yang ditunjukkan dalam penelitian tertentu ternyata dapat membuat otak kamu lebih mudah sensitif terhadap emosi.
    Pengankut serotonin, gen dopamin dan gen kejernihan emosi, semuanya dapat menyebabkan peningkatan aktivitas di area tertentu otak. Akibatnya, respon emosional dan kepekaan kamu terhadap lingkungan tumbuh. Adanya resiko mewarisi penyakit afektif dari anggota keluarga yang menderita depresi atau kecemasan juga menjadi salah satu faktor genetik.
  • Tidak mendapatkan istirahat yang cukup
    Kita semua tahu bahwa kurang tidur dapat membuat diri menjadi pemarah. Kurangnya tidur yang berlarut-larut ini juga dapat mempengaruhi tingkat konsentrasi kamu, meningkatkan risiko kecemasan, depresi, dan melemahkan fisik kamu.
    Maka dari itu, istirahat yang baik dapat memberikan kamu kendali yang lebih baik atas perasaan kamu. Toleransi diri terhadap emosi negatif akan lebih tinggi ketika kamu bangun dari tidur yang berkualitas atau istirahat yang cukup.
  • Mengisolasi diri
    Mengasingkan diri dan menghindari orang-orang/peristiwa sepanjang waktu dapat menyebabkan diri menjadi emosional. Selain itu, hal ini dapat menyebabkan rasa kesepian yang negatif yang bisa membuat diri menjadi terlalu emosional. Maka dari itu, diperlukannya orang-orang positif yang dapat memberikan semangat pada diri kamu. Dengan begitu, kamu akan belajar untuk mengendalikan emosi saat berada di sekitar mereka.
  • Diet yang buruk
    Makanan yang kamu konsuksi dapat secara langsung mempengaruhi emosi kamu. Mengkonsumsi makanan junk food ketika sedang diet dan hari itu bukanlah cheating day. Hal ini berakibat pada perasaan bersalah yang timbul dalam diri setelah mengkonsumsi junk food tersebut. Perasaan bersalah ini dengan mudah akan dipicu menjadi perasaan yang lebih intens, seperti dengan berita yang tidak menyenangkan atau ada sesuatu hal yang tidak beres.
  • Mengalami perubahan besar dalam hidup
    Perubahan tidak dapat dihindari dalam kehidupan. Ada perubahan yang menyenangkan dan bermanfaat, ada juga yang menganggu dan mengejutkan. Dan jika kamu merasa tanah seolah ditarik terus menerus dari bawah kamu, hal itu bisa membuat emosi kamu tidak terkendali.
    Perubahan ini sering datang dengan kerentanan dan dapat meningkatkan emosio kamu. Apalagi jika perubahan ini membawa dampak buruk, sehingga kesedihan atu kemarahan akan lebih kuat sehingga membuat kamu merasa sangat tidak stabil. Jadi, jika kamu baru-baru saja mengalami beberapa perubahan besar dalam hidup, jangan khawatir untuk menjadi terlalu emosional. Kamu perlu waktu untuk beradaptasi dengan perubahan tersebut, namun seiring berjalannya waktu kamu akan bisa mengendalikan emosi itu kembali.
  • Sedang stres/tertekan
    Stres adalah salah satu alasan utama kenapa orang menjadi sangat emosional. Stres memiliki dampak negatif pada fisik dan juga kesehatan mental seseorang. Dan ketika kamu sudah terdampak secara emosional, mungkin masalah kecil akan memperburuk perasaan kamu.
    Stres dapat mempengaruhi dalam jangka waktu yang pendek. Namun, stres juga bisa menjadi kronis/permanen pada seseorang. Jika stres dalam diri kamu tidak hilang dalam waktu dekat, cobalah berbagai tips untuk menenangkan diri ketika stres atau pergi mencari bantuan seperti pergi ke psikolog.
  • Trauma
    Trauma menjadi salah satu alasan umum seseorang menjadi terlalu emosional. Trauma merupakan respon bawah sadar terhadap peristiwa yang dahsyat yang menyebabkan kerusakan fisik dan mental. Kilas balik mengenai peristiwa traumatis ini dapat menyebabkan perilaku kamu menjadi terlalu emosional.

Menjadi seseorang bukanlah suatu hal yang buruk. Namun jika perasaan emosional ini sudah menyakiti diri atau orang lain, maka kamu harus belajar bagaimana cara mengendalikannya. Tidak hanya ketika merasakan perasaan negatif, ketika merasakan perasaan positif hingga menyebabkan kamu berkata yang tidak pantas dan menyakiti orang lain.

Selama perasaan emosi anda tidak merugikan, maka tidak ada salahnya untuk menjadi emosional. Kamu juga bisa terhindar dari rasa tertekan akibat perasaan atau penderitaan yang sedang kamu alami. Ini adalah salah satu cara untuk memberikan kamu kebebasan berekspresi.

 

Sumber

  • Hill, J. T. (2021, January 12). Why am i so emotional? 9 hidden reasons. lifehack.https://www.lifehack.org/864909/why-am-i-so-emotional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *