Siapa yang suka overthinking? Apalagi malam-malam waktunya jam tidur, kok rasanya malah pas unutk menjadi jam-jam sendu. Apa yang membuat kamu overthinking? Apa menurutmu overthinking baik? Jika tidak, ayo kita ketahui cara untuk berhenti overthinking!
Sebelumnya, sudah tau belum apa bahaya dari overthinking? Jika belum, mari saya jelaskan. Jadi, terlalu banyak memikirkan hal-hal yang bahkan mengganggu akan berdampak serius pada kesehatan mental kamu. Penelitian menemukan bahwa terlalu banyak atau sering memikirkan kesalahan, kekurangan, dan masalah, akan meningkatkan resiko dari masalah kesehatan mental. Ketika kesehatan mental menurun, kamu (atau kita) akan lebih banyak merenung, dan ketika merenung kita jadi banyak berpikir yang seharusnya tidak kita pikirkan; pada akhirnya hal ini akan mengarah pada lingkaran setan yang sulit dihentikan. Overthinking juga menyebabkan tekanan emosional yang serius. Jika overthinking di jam malam, pastinya membuat kamu tidak bisa tidur. Penelitian juga mengkonfirmasi bahwa perenungan dan kekhawatiran menyebabkan jam tidur yang sedikit dan kualitas tidur yang buruk.
Lalu bagaimana cara agar berhenti overthinking? Tentu saja banyak caranya yang akan saya jabarkan yang saya kutip melalui psychologytoday.com
1. Perhatikan Saat Kamu Terlalu Banyak Berpikir
Kamu harus aware atau sadar ketika kamu merasa bahwa sudah terlalu banyak berpikir. Kesadaran ini menjadi langkah awal untuk mengakhiri overthinking. Ketika kamu merasa bahwa dipikiranmu kamu mengulang-ulang peristiwa atau mengkhawatirkan hal-hal yang tidak dapat kamu kendalikan, cobalah perhatikan bagaimana kamu berpikir dan sadari-pahami bahwa kamu sedang melakukan hal yang tidak produktif.
Pemecahan masalah dan perencanaan adalah strategi koping, sementara overthinking melibatkan memikirkan kembali situasi, menganalisisnya, dan mengulanginya tanpa membentuk rencana tindakan atau membuat putusan. Terkadang hanya dengan menyadari bahwa kamu sedang merenung bisa menjadi langkah yang membantu untuk menguranginya dan mendapatkan jalur yang berbeda.
2. Tantang Pikiran dan Standar Perfeksionismu
Apakah kamu menilai perilaku berdasarkan hal yang bagaimana idealnya seseorang bertindak dalam suatu situasi? Apakah kamu terlalu fokus pada kesalahan kecil atau aspek negatif sambil mengabaikan aspek positif?
Sangat mudah bagi kita untuk terbawa pikiran negatif. Jadi, belajarlah mengenali dan mengganti kesalahan berpikir sebelum pikiran-pikiran tersebut membuat kamu menjadi pusing, lelah, dan mengancam kesehatan mentalmu. Bisa juga kamu sharing bersama temanmu untuk membagi apa yang kamu rasa dan pikirkan.
3. Fokus Pada Pemecahan Masalah
Terlalu banyak memikirkan masalah tidak akan banyak membantu keseharianmu, tetapi mencari solusi dapat membantu. Tanya pada diri, “langkah apa yang dapat aku ambil sebagai pelajaran dari kesalahan? Apa yang bisa aku lakukan untuk menghindari masalah ini di masa depan?”; jadi kamu tanyakan pada dirimu apa yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi hal atau masalah, bukan bertanya-tanya mengapa hal/masalah itu bisa terjadi.
4. Luangkan Waktu Untuk Refleksi
Memikirkan masalah dalam jangka waktu yang lama membuat harimu menjadi tidak produktif, maka refleksi singkat akan membantumu. Kamu harus berpikir bagaimana kamu dapat melakukan sesuatu secara berbeda, pikirkan juga potensi kesalahan dalam sebuah rencana. Buatlah jadwal untuk berpikir di keseharianmu, contohnya luangkan waktu 20 menit perhari. Selama 20 menit ini, biarkan dirimu khawatir, merenung, atau memikirkan apapun yang diinginkan. Ketika 20 menit ini sudah terlewati, pindah atau lakukan hal yang lebih produktif. Ketika di jam produktif ini pikiranmu malah memikirkan hal lain yang diluar jadwal untuk ‘overthink’ tadi, ingatkan kembali diri kamu bahwa kamu bisa memikirkannya nanti. Ketika kamu menyisihkan waktu untuk merenung atau berpikir dengan cara yang terfokus, kamu akan sering menemukan bahwa kamu tidak dapat mengisi waktu penuh (artinya kamu mengisi waktu dengan merenung saja), atau kamu menemukan beberapa putusan (untuk suatu hal) di akhir.
5. Tingkatkan Kesadaran Kamu ‘Disini’
Kamu tidak bisa mengulang hari kemarin ataupun mengkhawatirkan hari esok karena kamu hidup di hari ini- di masa ini. Cobalah untuk sadari bahwa kamu berada di sini dan berada di masa ini (sekarang). Untuk kesadaran dan perhatian penuh ini memang perlu latihan, dan seiring waktu hal ini dapat mengurangi overthinking.
6. Ganti Aktivitasmu
Ketika kamu menyuruh atau mengatakan pada diri untuk berhenti memikirkan sesuatu, maka hal ini dapat menjadi bumerang untuk kamu. Semakin kamu mencoba menghindari pikiran yang masuk atau keluar dari otakmu, semakin besar kemungkinan pikiran itu akan bermunculan. Jadi ganti aktivitas overthinkingmu ke aktivitas yang dapat membuat dirimu sibuk, seperti berolahraga, ngobrol bersama oranglain, mengerjakan tugas, mandi air panas, melakukan teka-teki silang, memegang es batu di tangan Anda (saran dari terapi perilaku dialektik), menonton film yang mengasyikkan, bermain game, atau jenis aktivitas sehat lainnya yang Anda lakukan; pada intinya lakukan hal yang dapat mengalihkanmu dari pikiran negatif. Yang perlu diingat, ketika kamu mengobrol atau berbicara dengan orang lain, tetap berhati-hati terhadap co-rumination (berdiskusi dan meninjau kembali masalah secara luas, berspekulasi tentang masalah, dan berfokus pada perasaan negatif) yang dapat memperburuk masalah.
Aktivitas lain yang dapat membantu melepas overthinkingmu adalah menulis pikiran-pikiranmu daripada membiarkannya berputar-putar dikepala. Kuncinya adalah kamu harus pastikan bahwa tulisan itu mengarah pada rasa keteguhan dan kelegaan, bukan malah menambahkan beban pikiran. Jika kamu merasa bahwa menulis pikiran ini akan memperburuk keadaan, maka yang terbaik adalah mencoba beberapa strategi lain.
7. Bangun Emosi Positif
Meskipun membangun emsoid poditif saat overthinking sangat sulit untuk dilakukan. Kita dapat menemukan cara untuk membangun atau menambah emsoi positif kita bahkan dengan waktu yanng singkat, dapat membantu kamu melihat masalah dengan cara berbeda atau cara yang lebih ringan. Cara yang bisa kita lakukan atau banyak orang lakukan untuk meningkatkan emosi positif adalah membaca atau menonton sesuatu yang lucu, mendengarkan lagu yang ceria; tapi kamu bisa lakukan cara yang sesuai dengan dirimu.
Referensi :