Dalam mengatasi gangguan psikologis, banyak metode yang dapat digunakan untuk mengurangi gangguan tergantung gangguan yang dialami. Salah satu metode psikoterapi yang digunakan adalah psikodrama.
Psikodrama adalah bentuk terapi kelompok di mana pasien didorong untuk memainkan sebuah peran emosional di depan orang lain tanpa dilatih sebelumnya. Tujuan terapi ini agar pasien dapat mengatasi masalah pribadi melalui permainan drama, peran atau terapi tindakan emosional.
Cara ini dapat membantu pasien untuk mengungkapkan perasaannya berupa amarah, kesedihan, konflik dan agresi yang selama ini terpendam di dalam diri pasien. Peran-peran yang dimainkan dalam kelompok adalah cara untuk melihat kehidupan sebagaimana adanya.
Hasil berbagai penelitian menunjukkan bahwa terapi menggunakan psikodrama efektif dalam mengatasi stress pada pasien dengan penyakit kardiovaskuler, seperti diabetes dan jantung. Terapi ini juga efektif dilakukan pada anak-anak yang tumbuh dalam toxic parenting.
Namun, terapi menggunakan psikodrama tidak efektif terhadap pasien yang sulit untuk berekspresi dan terbuka dihadapan banyak orang. Dalam pelaksanaannya, penggunaan terapi ini harus disesuaikan dengan kondisi klien serta harus dilakukan oleh terapis yang sudah professional.
Referensi:
Akinsola, E. F., & Udoka, P. A. (2013). Parental influence on social anxiety in children and adolescents: Its assessment and management using psychodrama. Psychology, 4(03), 246.
Naghibzadeh, N., Fard, R. J., & Moradi, L. (2018). The effectiveness of psychodrama therapy on quality of life, social adjustment, and hopefulness in patients with diabetes mellitus. International Journal of Body, Mind and Culture, 193-201.